
Dor !!
Raya dan Arthur langsung terjatuh ke tanah.
dan seketika itu juga tanah yang awalnya berwarna kuning kini berubah warna merah..
" Tuan Muda !! Nona !! " Teriak anggota pasukan kecil yang dibawa Arthur saat melihat keduanya terjatuh .
" hahaha !! itulah akibatnya jika berani mengacau di tempat ku. . hahaha .. bayarlah dengan nyawa kalian !! " ucap pria yang tadi melepas ikatan Raya.
Dor !
Dor !
Dua butir peluru melesat keluar dari pistol dan mengenai kaki pria itu .
" itu lah akibatnya menembak mereka " ucap Julian yang datang bersama rombongan pasukan kakaknya.
" bawa orang itu kembali ke markas .. sisanya bereskan " ucap Calista tetap mengarahkan pistolnya ke arah pria yang sudah tak bisa berdiri lagi itu.
" kalian akan tau akibatnya jika berani berurusan denganku .. kalian tak tau seberapa kuat dan berpengaruh orang dibelakang ku " celoteh pria itu sambil menahan sakit dikedua kakinya.
" bagaimana dengan para sandera ? " tanya salah satu anggota pasukan itu.
" bawa mereka kembali ke markas dulu. biarkan ketua yang memutuskan . sekarang bawa mereka berdua kembali . Cepat !! " bentak Julian membuat pasukan kecil itu langsung membawa Raya dan Arthur kembali ke mansion alias markas The Dark Knight.
" dan kau !! Lebih baik diam selagi kami masih bisa ngontrol emosi " ucap Calista menatap tajam pria itu.
" hahaha !! apa yang menakutkan dari dua bocah ingusan seperti kalian ini .. hahhaha !!! " tawa pria itu merendahkan Calista dan Julian.
Plak !
Pria itu langsung tak sadarkan diri karena satu tamparan dari Calista.
" diam lebih bagus .. bawa orang ini " ucap Calista melempar pria yang sudah tak sadarkan diri itu ke sisa anggota pasukan.
Selesai membereskan sisa-sisa anggota pria itu dan membawa pergi para sandera lainnya , mereka pun langsung kembali.
disisi lain, ada seorang pemuda yang terus mengamati Calista dari kejauhan.
" semakin tumbuh , kamu semakin menawan .tunggu aku sebentar lagi " ucap pemuda itu ikut pergi dari tempat itu.
#
Rean yang baru mendengar berita tentang adiknya begitu selesai rapat .
dengan panik dan khawatir , ia dan Mike pergi ke rumah sakit keluarga Adinson , tempat Raya dan Arthur dilarikan.
" gimana keadaan mereka ? " tanya Rean melihat Julian dan Calista menunggu Raya dan Arthur.
" dokter belum keluar . jadi tolong tunggu dokter keluar dulu " ucap Julian
Rean terus mondar mandir didepan ruang ICU , menunggu dokter yang memeriksa keadaan Raya dan Arthur keluar.
beberapa saat kemudian.
Dokter pun keluar dari ruang ICU.
belum sempat salah satu dari mereka bertanya , dokter sudah lebih dulu menggeleng kepalanya membuat Rean dan Calista langsung jatuh pingsan .
Mike dan Julian membawa Rean dan Calista ke ruang istirahat.
#
Berita tentang Raya dan Arthur yang terluka dan dilarikan ke rumah sakit pun bocor ke pihak media.
Pihak Rumah sakit pun kewalahan karena para wartawan mulai berkumpul di depan Rumah Sakit.
" kalian harus berjaga disini. jangan biarkan orang asing keluar masuk ruangan ini tak perduli itu dokter ataupun perawat. periksa dengan teliti . mengerti ? " tegas Tuan Adinson pada para penjaga yang berjaga di depan ruang perawatan VVIP di lantai dasar .
Ya ruang itu adalah ruang perawatan Raya dan Arthur yang memang sengaja di satukan demi menghindari masalah yang mungkin terjadi.
Setelah dokter yang memeriksa keadaan Raya dan Arthur keluar , dokter itu menggelengkan kepala karena luka Arthur yang kembali terbuka bukannya sesuatu yang buruk seperti yang Rean dan Calista pikirkan.
Namun ada juga beberapa wartawan yang sempat curiga hubungan Arthur dan Raya dengan keluarga Adinson karena bukan sekali dua kali keluarga besar itu diam saja dengan tingkah Arthur di banyak kesempatan acara yang diselenggarakan keluarga itu.
bahkan ada yang menyebarkan rumor buruk tentang Arthur dan Raya.
Tuan dan Nyonya Adinson pun sudah sering mendengar rumor-rumor buruk itu tapi mereka tak bisa apaapa karena begitu identitas asli Arthur terungkap maka besar kemungkinan ia akan menjadi incaran bagi musuh-musuh kedua orangtuanya.
" mi. orang itu masih memilih bungkam " ucap Julian setelah menerima laporan dari bawahannya.
" kalau gitu biarkan paman Jordan mu yang memaksanya " ucap Mami nya.
dan benar saja , hanya dalam 1 jam setelah Julian mendapat kabar bahwa pamannya itu yang menginterogasi ,Julian sudah mendapat laporan dari bawahannya tentang apa yang ia dapatkan.
" kalian pergilah. bereskan orang itu sampai ke akarnya " ucap Tuan Adinson
" baik pi " jawab Julian dan Calista lalu keluar dan menuju parkiran khusus keluarga.
Calista berhenti tepat di depan pintu mobilnya.
" kenapa kak ? " tanya Julian yang berdiri dibelakangnya.
" ada orang lain disini " bisik Calista pelan tapi terdengar oleh Julian yang dengan sigap langsung menuju ke pintu mobil pengemudi.
Dengan kode antara saudara.
di detik Julian menekan tombol buka kunci , sedetik kemudian kedua nya langsung masuk ke mobil dan langsung menguncinya.
" sudah terlihat ? " tanya Julian ke Calista
" entahlah. yang kurasakan hanya aura mencekam dari orang itu tapi tanpa aura membunuh ataupun sejenisnya hanya aura seperti ah sudahlah yang pasti orang ini tak ada niatan buruk , sepertinya " ucap Calista
" semoga " jawab Julian
Dibalik tiang parkiran , ada seorang pemuda yang selalu mengawasi Calista. pemuda itu tersenyum saat melihat reaksi kedua saudara kembar non identik itu.
" semakin tajam radarmu , cantikku " ucap pemuda itu melihat mobil yang dikemudikan Julian perlahan menjauh dan menghilang dari pandangan nya.
Saat Julian dan Calista kembali ke mansion.
Raya perlahan membuka matanya setelah tak sadarkan diri selama lebih dari semalaman.
Rean yang senantiasa menunggu diruangan itu pun akhirnya sedikit lega saat adik bungsunya kini telah sadar.
" kak " ucap Raya melihat Rean
" ya kakak disini " ucap Rean
" Ar , mana ? " tanya Raya
" Ar belum sadarkan diri " ucap Rean melihat ke arah belakang Raya
Raya mengikuti arah pandangan sang kakak dan ia melihat tunangannya yang masih belum juga sadarkan diri.
" maafkan aku karena selalu menyusahkanmu " ucap Raya menggenggam tangan Arthur.
Luka yang diderita Raya tidak lah serius , Raya hanya syok dan pingsan karena sedikit kena benturan saat terjatuh.
sedangkan Arthur , disamping luka lama yang kembali terbuka.
Lengan Arthur juga terkena timah panas dari pria itu , itulah yang membuat Arthur kehilangan banyak darah.
kejadian yang terjadi akhir-akhir ini bukan hanya berdampak pada keluarga Adinson tapi juga pada kerabat mereka yakni Keluarga Anson , Keluarga LU dan juga Keluarga Smith.
karena itu baik Jordan maupun Johan mengawasi anak mereka lebih ketat lagi.
sedangkan Leon memperketat penjagaan bukan hanya pada Lena tapi juga Bari.
selain mereka , Diyan tangan kanan Reiki pun juga gelisah karena anak bungsu nya belum juga pulang kerumah padahal ia sudah mendapat laporan kalau si bungsu itu sudah kembali ke kota DA.
" kemana lagi bocah manja itu pergi " gerutu diyan
to be continue 😘😋🤗