
Malam berganti pagi , para anggota geng The Dark Knight yang masih bisa bergerak pun membantu para aparat yang datang untuk membersihkan sisa-sisa pertempuran semalam.
Walaupun ada beberapa orang dari aparat yang penasaran dan ingin bertanya pada anggota The Dark Knight tapi mereka tau kalau mereka tidak boleh sampai menyinggung kelompok itu .
" Kalian bisa kembali sekarang , serahkan sisanya disini pada kami. Terima kasih atas bantuannya " ucap seorang anggota The DK yang memimpin teman-teman nya dalam pembersihan itu.
" ah , tidak apa. Kami disini saja dulu sampai semuanya benar-benar beres " jawab salah seorang aparat yang lumayan berpangkat itu.
" Terserah kalian saja " ucap nya cuek lalu kembali meneruskan tugas nya sendiri .
Aparat itu pun jadi salah tingkah karena di cuekin begitu , tapi ia tak mau memperpanjang masalah dan terus membantu membereskan sisa-sisa semalam.
#
Sementara di kota KN , Arthur baru saja tiba di rumah sakit kota tersebut dan langsung mencari tunangannya , Raya.
" Kau sudah datang . Raya ada di ruang anggrek bareng Bari " ucap Mike yang berpapasan dengan calon adik ipar nya itu.
" oh iya , makasih " jawab Arthur langsung ke ruang yang disebutkan Mike.
Kreek
Arthur membuka pintu secara perlahan dan ia langsung masuk ke dalam.
Arthur tersenyum kecil melihat Raya yang tidur di sofa sedangkan Bari tertidur di samping ranjang pasien nya Anton.
" Siapa kau !!? " Tanya Anton sedikit pelan agar tak membangunkan Bari yang ada di sampingnya.
" ternyata kau lumayan kuat juga ya , 5 peluru pun tidak bisa mengambil nafasmu " sarkas Arthur karena masih sedikit kesal akan perbuatan Anton terhadap mereka beberapa waktu lalu.
" Jawab pertanyaanku !! siapa kau sebenarnya !! Mau apa kau datang kesini ?!! " bentak Anton kesal.
Bari dan Raya yang mendengar itupun terbangun .
" hooaaamm !! Sejak kapan kau disitu , kok gak ngabarin gue dulu " ucap Bari .
" nih oleh-oleh , ya bisa dibilang titipan dari kak Lena " ucap Arthur memberikan paper bag ditangannya pada Bari.
" gimana keadaan disana ? " tanya Bari.
" Ya bisa dibilang sudah terkendali hanya tinggal membereskan sisa-sisa nya aja " jawab Arthur membukakan sarapan yang ia bawa untuk Raya.
" Kalian kenal !? " tanya Anton bingung.
" Oh iya aku lupa .. ini sahabat ku sekaligus adik sepupu Lena " ucap Bari memperkenalkan Arthur ke Bari.
" lalu mereka ? " tanya Anton menunjuk Raya yang sedang makan.
" Raya , adikku sejak di panti asuhan dan yah mereka sudah bertunangan " ucap Bari dan Arthur langsung menunjukkan cincin pertunangan yang ada di jari nya dan di jari Raya.
" Kalau dia sepupu nya pacarmu. berarti ... apa kau kenal orang bernama Edward ? " tanya Anton.
" Ada urusan apa kau dengan orang itu ? " tanya Arthur serius karena mengira hal yang berlebihan.
" Memangnya kenapa , Ada yang salah ? " tanya Anton bingung.
" Hah.. Kalian berdua hentikan !! Masih pagi juga udah mau berantem.. Kalau sampai aku gak bisa mencerna dengan baik gara-gara kalian , liat aja akibat nya " ucap Raya serius dan dengan wajah yang bisa membuat orang bergidik ngeri.
Arthur dan Anton langsung diam dan Raya bisa menyantap sarapan nya itu dengan tenang.
Setelah Raya selesai , Arthur langsung mengajaknya pulang bersama.
Sementara Bari masih tetap tinggal menemani Anton yang sedikit sibuk dengan gadget nya , ya maklum saja. sebagai kepala keluarga dari sebuah keluarga yang sudah berdiri sejak beberapa generasi tentu saja kabar tentang Anton yang menjadi salah satu korban kejadian semalam pun kini menjadi berita hangat di didalam keluarga besar nya itu.
" Segitu sibuk nya kau dengan benda itu sampai lupa dengan obat ! " Tegas Bari melihat Anton masih saja sibuk dengan gadget nya dan belum meminum obat yang sudah ia siapkan di atas nakas .
" iya sebentar lagi " jawab Anton tanpa melihat ke arah Bari.
Bahkan setelah beberapa kali Bari menyuruh nya minum obat , namun Anton tetap saja sibuk sendiri.
" uhuuk uhuuk ! air " ucap Anton karena di sumpal secara paksa oleh sang adik.
Bari memberikan air putih pada sang kakak..
" Kapan aku bisa keluar dari sini ? " tanya Anton
" entahlah , dokter belum jelaskan kapan waktu pasti nya. " jawab Bari.
" okelah. Tapi siapa sebenarnya pemuda yang tadi itu ? " tanya Anton.
" Adik sepupu Lena , sahabat ku dan juga calon suami Raya . ada lagi ? " Bari balik bertanya.
" kamu harus hati-hati dengannya , dia bukan pemuda biasa. Pemuda itu bisa lebih buas dan brutal daripada seekor macan " ucap Anton khawatir dengan Bari.
" ya aku tau sifatnya , dia gak akan menyakiti teman apalagi sahabatnya sendiri. aku percaya itu " ucap Bari.
" Yasudah , terserah kalian saja " ucap Anton mulai merasa ngantuk karena pengaruh obag yang ia minum.
##
Wartawan di Metrocity kembali mendapat berita panas , pasalnya Keluarga Anson mengumumkan akan memberikan ganti rugi untuk semua orang yang terdampak kejadian semalam.
Keadaan di kota DA tak terlalu berbeda jauh . Dimana keduanya keluarga , Adinson Dan LU juga mengumumkan hal yang sama.
Sementara itu banyak pegawai kantoran yang terpaksa di rumahkan , termasuk seorang pemuda yang saat ini bertengkar dijalan dengan seorang gadis.
" sudah cukup. kita hentikan saja sampai disini.. aku muak dengan sikap pengecut mu " hardiknya.
" tapi apa salah ku ? apa hanya karena aku di PHK makanya kau pilih aku sebagai pelarian kan " ucap pemuda itu
Keduanya bertengkar tepat di depan sebuah gedung yang entah secara kebetulan , Tiba-tiba Rean yang baru keluar dari gedung itupun jadi ikut dalam pertengkaran itu.
" ah Kau Ean .. lama tidak bertemu " ucap Gadis yang tak lain adalah Popy. Gadis yang dulu menghina dan menolaknya.
" anda siapa ! " ucap Rean dingin .
" masa kau lupa aku " ucap popy berusaha memperkenalkan diri nya lagi.
" hey bung. kau boleh pergi " ucap pemuda itu.
...Rean pun langsung pergi tanpa menghiraukan teriakan Dari Popy....
Sementara itu Keduanya pun lanjut bertengkar lagi .
##
Beberapa hari sudah berlalu. sisa-sisa pertempuran pun sudah dibereskan .
Namun Popy terus saja membuntuti Rean dan mencoba ikut masuk ke gedung tempat Rean bekerja.
Hingga akhinya Rean jenuh dan kesal dengan Popy.
" mau apa kau sekarang ? ! "tegas Rean.
" aku ingin kita balik kayak dulu lagi ya " ucap Popy membujuk Rean.
" cukup hentikan. aku sudah tak tertarik lagi . sebaiknya kau pergi sekarang " ucap Rean.
" kan belum kita coba " dalih Popy .
" mulai sekarang jangan pernah muncul di depanku lagi !! " tegas Rean lalu pergi.
" aku akan mendapatkan mu lagi " ucap Popy penuh tekad.
TO Be Continue 😊😘🤗
Maaf karena kelamaan , soalnya sibuk dengan urusan real life .