
Ayana dan Anggita hanya melihat Johan dengan tatapan bertanya-tanya karena tak paham apa maksud perkataan Johan.
" sebaiknya kalian lihat aja sendiri ya " ucap Johan Lembut mengarahkan pandangan nya ke Jordan yang sudah masuk ke dalam mobil .
Para penonton pun riuh menyoraki pemuda yang menjadi lawan Jordan.
" kayaknya bakal kena marah lagi nih " gumam Johan baru teringat akan suatu hal.
Mesin pun dihidupkan.
Suara mobil pemuda itu terdengar sangat berbeda karena memang mesin nya sudah berulang kali di modifikasi.
Semua orang heran dengan mobil yang dipakai Jordan karena suara mesin nya juga terdengar berbeda dari sebelumnya saat di pakai Ayana tadi.
" kok suara nya gitu paman ? " tanya Ayana.
" huss , lihat aja dulu ya. kalau ada pertanyaan , tanyakan nanti dirumah . oke " jawab Johan.
Ayana dan Anggita mengangguk tanda paham dan kembali fokus melihat kedua mobil yang sudah mulai mengaspal.
Pemuda itu sangat girang melihat Jordan yang tertinggal jauh dibelakang nya.
" hahahha .. akulah pemenang nya !! " teriak nya didalam mobil tanpa tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Kedua mobil itu tetap melaju menyusuri jalur balap.
Hingga hampir mencapai garis finish , pemuda tadi terkejut saat mobil yang dikendarai Jordan melaju melewati mobilnya menerobos garis finish.
Para penonton pun ikut kaget dan terdiam melihat itu.
Saat Jordan keluar dari mobil , pemuda yang kalah itu pun tidak terima dan hendak meninju Jordan.
" oh boy , kalian ini masih terlalu hijau. sebaiknya gunakan tangan kalian untuk hal yang bermanfaat " ucap Jordan menangkap tinju itu dengan mudah.
" Udah kan . kalau gitu ayo pulang " ucap Johan menengahi.
" ingat perjanjian kita tadi. jika aku tau kalian masih turun ke arena balap , jangan salahkan aku kalau mobil dan arena itu akan ku sita. dan itu berlaku buat kau juga. paham !? " ucap Jordan pada para pemuda itu dan juga Ayana.
Para pemuda tadi pun mundur karena tertekan oleh aura Johan yang tersenyum tapi dari sorot matanya tersirat sesuatu.
Jordan dan Ayana pergi menggunakan mobil. sedangkan Johan dan Anggita naik motor.
#
Tiba di rumah .
Ayana dan Anggita langsung duduk di kursi menunggu sidang mereka.
sementara di depannya sudah duduk ibu mereka.
Terlihat Jordan dan Johan tengah beradu mulut saat keluar dari ruangan yang dilarang masuk bahkan Ayana dan Anggita pun juga dilarang.
" ehm ! Perhatikan sikap kalian berdua itu. apa kalian lupa ada anak kecil disini " ucap Vero mengingatkan si kembar itu.
" ayah gak akan bicara panjang lebar lagi.. sekarang kemas kan barang-barang mu , ingat barang yang penting saja. sisa nya bisa beli di luar " ucap Jordan.
" ayah , ayah mengusirku ?! " tanya Ayana kaget sekaligus sedih , ia tak menyangka ayahnya akan setega itu.
" hah jangan berpikir yang aneh-aneh. besok kita akan berangkat ke Metrocity lalu ke Kota DA. jadi kemaskan barang kalian sekarang karena ini sudah hampir pagi " ucap Johan.
Anggita membawa sepupunya itu naik ke atas dan membantunya berkemas karena mereka tidur sekamar.
Sementara di bawah , Vero keluar kamar dengan menarik beberapa koper .
" sebanyak itu untuk apa ? " tanya Nana yang lebih dulu keluar dari kamar tapi hanya dengan 3 koper sedang.
" oh ini , yang ini peralatan elektronik papa nya Anggita , kalau yang ini buat jaga-jaga selama kita di perjalanan . dan 2 lainnya ya pakaian dan lainnya " ucap Vero menjelaskan 4 koper besar yang di tariknya .
" harus nya tadi panggil aku aja. biar aku yang bawa ini semua " ucap Johan mengambil alih 4 koper di tangan istrinya itu.
#
Keluarga LU pun bertolak dari Athan ke Metrocity lebih dulu.
" ayah , kita ngapain kesini dulu ? bukannya lebih dekat ke kota DA langsung ? " tanya Ayana
" oh gitu " ucap Ayana dan Anggita serempak.
Jordan dan Johan membawa keluarga kecil mereka langsung ke perusahaan Anson Grup.
Ayana dan Anggita menunggu di ruang tunggu bersama Vero dan Nana.
" kalian mau cemilan ? " tawar Skype membawakan beberapa cemilan untuk keempat wanita beda usia itu.
" terima kasih paman " ucap Anggita menerima cemilan dari tangan Skype.
" kak , mereka didalam ? " tanya Reiki datang bersama Angela.
" iya mereka semua di dalam . hanya tinggal menunggu kalian datang aja " ucap Skype .
" kak , kalau mau istirahat . kalian bisa ke rumah kami dulu. supir masih ada dibawah " ucap Angela.
" iya nanti kami kesana " jawab Vero.
Angela tersenyum lalu berlalu masuk ke dalam ruang kerja Leon menyusul Reiki.
Tak ada yang tau apa yang JJ , Leon , Reiki , Angela , Diyan , dan Skype bicarakan di dalam ruangan itu . Namun yang pasti , itu adalah pembicaraan yang serius .
Beberapa saat menunggu di ruang tunggu.
Vero dan Nana membawa kedua putri mereka ke rumah Angela.
#
Di kota DA , Raya mengantar kekasih hanya sampai bandara .
Setelah itu ia langsung ke butik kecil nya , memeriksa persiapan pembukaan butik itu .
Sementara Bari yang sibuk dengan restoran nya pun kini sudah semakin jarang bertemu langsung dengan kekasihnya , Lena.
Disaat Arthur pergi , begitu juga dengan Angela dan Reiki. Kini tinggallah Lian dan Calista yang berjaga di mansion mereka.
" aku pengen jalan tapi gak tau mau kemana " ucap Lian bosan dirumah hanya menonton televisi.
" emang nya aku gak bosan. sama aku juga bosan tapi mau gimana lagi. Mami kan udah bilang kita gak boleh keluar rumah selain ke kampus itupun dengan syarat ketat . kamu lupa ? " tanya Lista .
" iya aku ingat. tapi aku Bosaaan !! " gerutu Lian.
Sebenarnya Lista dan Lian bingung dengan orangtua mereka yang mendadak melarang mereka keluar.
" apa mungkin .... perang pecah lagi ?! " tanya Lian berasumsi.
" entahlah . semoga aja enggak " jawab Lista.
Tanpa mereka ketahui jika di negara Athan saat ini sedang dalam kondisi gawat.
Bagaimana tidak , sebuah kelompok yang selama ini bergerak secara diam-diam kini berani bergerak terang-terangan mencari dan membasmi orang yang menghalangi mereka.
Karena itulah , Baik Johan maupun Jordan membawa keluarganya ke Metrocity sementara kakek dan nenek Ayana dan Anggita sudah lebih dulu pergi dari sana setelah mengamankan semua aset mereka.
Dan itu jugalah alasan pertemuan anggota inti itu di kantor Leon.
" MEREKA PIKIR KARENA KITA UDAH TUA MAKANYA KITA GAK MAMPU MELAWAN MEREKA !! " bentak Jordan emosi dengan apa yang dilakukan kelompok yang selama ini ada dibawah kendali The Darkness.
" kita belum tau apa tujuan mereka sebenarnya. Tapi jika maksud mereka memang begitu , sudah tentu dari dulu mereka bergerak bukannya sekarang . " ucap Angela.
Suasana di ruangan itu sangat tegang karena mereka semua khawatir jika kelompok itu akan menargetkan keluarga mereka.
" apa kita harus turun tangan sama seperti dulu lagi ? " tanya Johan
" jika memang itu yang terbaik , tidak ada salahnya kan ? " ucap Leon.
" kalau gitu sebaiknya aku persiapkan ini dulu. udah lama tersimpan di gudang " ucap Johan menunjukkan 2 koper besar yang di persiapkan Vero , istrinya.
" jadi serasa nostalgia ke masa lalu. iyakan Rei ? " ucap Jordan mengeluarkan pisau kecil yang dulu sempat ia gunakan untuk mengetes Reiki.
" ya . tapi ku harap , kita gak akan turun tangan lagi. aku harap sih begitu. Tapi kita tak tau apa yang kubu seberang sana pikirkan . jadi sebaiknya kita bersiap mau seperti apapun keadaan nya nanti " ucap Reiki.
To Be Continue 😊😘🤗