YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 87



Sesampainya di kampus , Calista yang baru masuk dari cuti seminggu nya merasa heran dan sedikit risih karena tatapan aneh dari orang-orang yang melihatnya.


Namun , Lista tetap berjalan ke ruang dosen .


" apa bapak mencari saya ? " tanya Calista pada salah satu dosen mata pelajarannya.


" ya .duduklah " ucap Dosen itu menyuruh Lista duduk.


" ada apa ya pak ? " tanya Lista.


" bapak lihat absen mu terlalu sering kosong tanpa alasan . apa kamu ada masalah ? " tanya dosen itu.


" maaf pak . tapi apa ada masalah dengan absen saya , karena yang saya ingat saya selalu menulis surat ataupun memberi alasan karena ketidak hadiran saya dikelas " jelas Lista


" benarkah ? kalau begitu pasti ada yang salah dengan absen di kelas mu. nanti akan bapak periksa lagi " ucap dosen itu.


" baiklah kalau begitu saya permisi pak " ucapan Calista hendak mengundurkan diri.


" ah tunggu dulu sebentar . masih ada yang mau saya bicarakan " ucap dosen itu menahan tangan Lista.


" apa yang mau bapak bicarakan lagi , sebaiknya lepaskan tangan saya dulu " ucap Lista menatap tajam tangan dosen yang menahan nya .


" ah baiklah , duduk dulu ya " ucap dosen itu sedikit takut dan menciut melihat tatapan tajam dari Lista.


" jadi apa yang mau bapak bicarakan lagi ? " tanya Lista mulai tak nyaman dengan tingkah dari dosen nya itu.


" kamu ini mahasiswi yang berbakat dan pasti akan sukses suatu saat nanti . tapi apa kamu mau jika masa depan mu itu hancur karena sebuah rumor yang beredar. kalau kamu mau, bapak bisa bantu kamu mengurus rumor itu , bagaimana ? " tanya Dosen itu


" lalu apa yang bapak dapat dari itu ? " Calista balik bertanya seolah-olah tau rumor apa yang di bicarakan dosen baru itu.


" kamu tentu tau apa yang bapak mau ." ucap dosen itu menggoda Calista


" sepertinya anda salah menilai saya. saya bukan mahasiswi yang seperti anda kira . karena sudah tidak ada kepentingan lagi , saya permisi !! " tegas Calista langsung bergegas keluar dari ruang dosen itu.


" kau tunggu saja , sebentar lagi kau akan bersujud dan memohon di bawah kaki ku. HAHAHA !! " gelak dosen botak itu membayangkan sesuatu yang ia harapkan.


Sementara Calista memeriksa forum kampus karena ia sendiri juga penasaran dengan rumor apa yang tengah beredar.


Calista menghela nafas panjang saat membaca artikel tentang nya.


" hah memang nya manusia-manusia ini gak punya kerjaan lain ya. foto beginian dijadikan gosip " ucap Lista melihat foto yang jelas-jelas sudah di edit .


" foto apa ? " tanya Julian tiba-tiba muncul di belakang Lista.


" coba kau lihat hasil orang iseng ini. bagus nya di gimana kan ? " tanya Lista


" hmm.. lumayan juga ya hasil orang ini. kalau bukan orang yang sering editing ataupun bagian media , mungkin gak tau kalau ini hasil edit " ucap Julian meneliti foto itu.


Foto editan seorang gadis keluar dari klub malam dengan seorang pria , wajah gadis itu di ganti dengan wajah Calista.


" ah sudahlah jangan di pikirkan , cuma gosip aneh . nanti juga bakal hilang sendiri " ucap Julian.


" ya semoga aja " ucap Lista mengambil sesuatu dari tas nya.


" sudahlah,aku mau ke kelas dulu. bye " ucap Julian meninggalkan Lista di kursi kantin itu sendirian.


Calista pun tak mau ambil pusing tentang gosip tak berdasar yang pastinya akan hilang dengan sendiri nya.


#


Di sebuah vila , Anton sudah menunggu kedatangan teman lama nya .


" kau datang " ucap Anton saat Edward masuk ke ruang tamu.


" ya , bukannya tak sopan kalau menolak undangan seorang teman . apa kabar mu ? " tanya Edward


" ya kalau kau nolak juga gak apa-apa . palingan juga aku yang jemput kau kerumah mu " ucap Anton.


" hahahaha... rumahku selalu terbuka untukmu kawan " ucap Edward .


" hahaha . makasih . ayo duduk , jangan malu-malu " ucap Anton menyuruh pelayan menyajikan berbagai menu.


" wah wah . jangan bilang ini khusus untukku atau ada tamu lain ? " tanya Edward.


" gak ada yang lain. ini kusiapkan memang untuk mu , kawan . ayo silakan " ucap Anton.


Kedua teman lama itu pun menikmati hidangan yang ada sembari bercerita kisah lama pula.


Tak terasa waktu pun berlalu , hidangan berat di meja pun sudah berganti dengan makanan penutup.


" jadi sebenarnya apa yang membuat seorang kepala keluarga Max mengundang seorang pemuda biasa sepertiku ini kemari ? " tanya Edward.


" kau masih seperti dulu , selalu merendahkan diri . siapa yang bilang kau pemuda biasa . Seorang jendral yang selama bertahun-tahun menjaga perbatasan kerajaan dari musuh . entah sudah berapa kepala yang kamu tebas selama ini . apalah aku ini yang cuma seorang anak angkat yang kebetulan mewarisi seluruh harta keluarga angkat ini " ucap Anton


" hah sudahlah , jadi ada apa ? " tanya Edward


" apa hubungan mu dengan Bagas ? " tanya Anton to the point


" Bagas ? siapa ? " tanya Edward bingung


" pemuda yang kalian bawa pergi saat pesta ku kemarin " jawab Anton.


" Kok Bagas , namanya itu Bari. Dia itu emmm gimana ya , calon tunangan salah satu kakak sepupu jauh ku " jawab Edward


" karena kau teman ku . jadi akan ku beritahu satu rahasia tapi dengan satu syarat. bantu aku supaya dekat dengan pemuda itu , bagaimana ? " tanya Anton


" kau minta bantuan ku ? tapi apa alasannya ? bukannya kalian juga baru pertama bertemu ya " tanya Edward


" gak , sebenarnya aku sudah lama mencarinya . Bagas nama asli nya sewaktu kecil. Dia adalah orang yang dulu aku ceritakan padamu , dia adikku " jelas Anton .


Edward memang ada pikiran kalau Bari itu keluarga Anton , Tapi ia tak menyangka jika Bari itu adik dari teman lama nya itu.


Melihat Edward yang kaget dan sedikit tak percaya , Anton pun menceritakan tentang apa yang menimpa mereka hingga memaksa keduanya untuk terpisah .


" tentang itu aku gak bisa janji apapun. Karena Bari itu calon menantu keluarga sepupu ku. aku gak berani dengan mereka . kalau ada yang terluka seperti kemarin itu , bahkan kalau ayah ku yang memohon bisa dipastikan seluruh keluarga ku bakal lenyap . kamu mengerti kan ? " ucap Edward dilema . di satu sisi ia ingin temannya itu bersatu lagi dengan adiknya , tapi disisi lain ia pun takut dengan Papa Lena dan orangtua Calista .


" ya aku mengerti , dan ku akui kalau yang kemarin itu aku terlalu berlebihan. Apa Bagas dan pacarnya terluka parah ? " tanya Anton khawatir dan menyesal atas perbuatan terakhir itu.


" mereka berdua baik-baik saja sekarang. hanya saja mungkin saat ini mereka semua lagi dihukum karena kau menculik Kakak sepupu ku " ucap Edward malah membuat Anton merasa semakin bersalah.


" apa boleh aku bertemu mereka untuk minta maaf " ucap Anton putus asa.


" akan ku bicarakan dengan mereka. ku kabarin jika mereka setuju " ucap Edward.


Anton pun mengangguk tanda setuju.


#


Sementara di markas The Dark Knight .


Perkiraan Edward tidak meleset , saat ini baik Arthur dan Lena maupun Bari sedang menjalani hukuman mereka.


Tapi ada sesuatu yang tak biasa.


" Kenapa aku juga kena hukum sih.??!! aku kan gak salah apa-apa. lagipula aku kan gak ada di lokasi , aku juga yang bantu ngelacak dan ngepung mereka .. Jadi , Kenapa !!!!?? " Teriak Julian sembari mengangkat barbel dengan tangan kirinya.


" salahmu itu karena kau terlalu sibuk pacaran sampai-sampai gak sadar kalau saudara mu dalam bahaya . " jawab Leon yang menjadi pengawas mereka.


" Kenapa hanya aku , Bukannya Lista juga sama . terus dimana dia sekarang , kenapa gak dihukum juga !! " teriak Julian karena menahan ngilu di tangan kirinya.


" apa kau bilang ?! coba kau buka matamu lebar-lebar !! lihat siapa ini !! " Teriak Calista yang ditarik ke ruang hukuman padahal ia baru pulang kuliah.


" Eh !! sejak kapan kau disini !! " teriak Lian hampir melepaskan barbelnya karena kaget melihat Lista yang juga mengangkat barbel seperti dirinya.


" SUDAH DIAM !!! HENTIKAN TERIAKAN KALIAN ITU. LIHAT MEREKA SUDAH SELESAI . HANYA KALIAN YANG BELUM MENYELESAIKAN HUKUMAN KALIAN !! " teriak Leon risih dengan kelakuan anak kembar adiknya.


Calista dan Julian hanya bisa pasrah dan tetap melanjutkan hukuman mereka walaupun Arthur , Lena dan Bari sudah menyelesaikan tugas mereka.


Lena langsung lari setelah di pelototi papa nya .


Bari dan Arthur langsung beristirahat di kursi kolam renang , sedangkan Lena yang sudah tak terlalu panas langsung menceburkan diri ke kolam renang .


" ah segar !! " ucap Lena hanya menimbulkan kepala nya.


" hah .. sampai kapan paman disini ? " tanya Arthur pada Lena


" entahlah aku juga gak tau " jawab Lena


" kayaknya besok aku harus balik . soalnya gak ada yang handle resto " ucap Bari.


" aku antar ya " ucap Arthur.


" thanks " jawab Bari


" sudahlah , terserah kalian aja " ucap Lena mengira dirinya diajak pergi.


" hey !! pacarmu mau balik besok !! " teriak Arthur karena Lena menyelam.


....


" kok gak ada respon , Bar . cepat periksa !! " ucap Arthur tanpa sadar Bari tak ada di samping nya lagi.


BYUUURRR !!


Arthur melongo melihat Bari langsung masuk ke kolam bahkan sebelum ia selesai bicara.


Bari membawa Lena ke pinggir kolam.


" Na !! sadar !! " teriak Bari mencoba menyadarkan kekasihnya.


" huuk uhhuukk !! haaah " akhirnya Lena sadar.


" akhirnya kamu sadar !! aku gak tau harus bagaimana kalau gak ada kamu !! " teriak Bari langsung memeluk Lena dengan erat.


" kaki ku kram banget tadi. maaf ya aku buat kamu panik lagi " ucap Lena membalas pelukan kekasihnya.


" sudahlah , yang penting kau gak apa-apa. lebih baik kalian istirahat disini dulu . aku mau berenang daripada jadi obat nyamuk kalian " ucap Arthur membuka kaos nya lalu masuk ke kolam renang.


Setelah beberapa waktu berlalu , Akhirnya si kembar bisa keluar dari ruang hukuman.


" aku duluan !! " teriak Julian langsung berlari ke kolam renang .


Arthur langsung menepi begitu mendengar teriakan adik bungsu nya itu.


" aku ikut !! tunggu !! " teriak Lista mengikuti Lian.


BYUURR


BYUURRR


" dasar bocah kampret !! emang gak liat kakakmu ada disini hah !! " gerutu Arthur menyemprot kedua adiknya yang langsung muncul dari dalam air.


" hehehe maaf kak " jawab Lian dengan tingkah kocaknya


Sedangkan Lista sibuk memanjakan dirinya di air.


Arthur geram langsung mengejar Lian dan terjadilah aksi kejar-kejaran didalam air .


Lena tersenyum melihat kekonyolan adik-adiknya.


" kenapa " tanya Bari


" entah kapan terakhir kali aku lihat mereka tertawa bahagia tanpa beban seperti ini. rasanya sudah lama sekali " ucap Lena.


" selama kalian baik-baik saja . itu sudah cukup ." ucap Bari merangkul Lena.


Sementara di lantai 2 , tak jauh berbeda dengan Lena .


Angela dan Leon juga melihat kebahagiaan tanpa beban dari anak-anak itu setelah sekian lama .


" kamu yakin dengan rencana penyerangan itu , apa gak kamu pikirkan lagi dek ? " tanya Leon.


" ya sepertinya harus dipertimbangkan lagi karena dari laporan salah satu spy kami , keadaan disana juga diperketat . jadi sedikit merepotkan " ucap Angela.


" katakan langsung sama kakak kalau kamu butuh apapun . mengerti ? " tegas Leon pada adiknya yang masih saja keras kepala.


" ya ya , oh iya kak , bicara pekerjaan. Tentang yang kakak minta waktu itu. sudah kami temukan . Tapi hasilnya sedikit mencengangkan karena itu berhubungan dengan sebuah keluarga besar di kota ini " jelas Angela.


" biar aku lihat " ucap Leon serius.


" kita ke ruang kerja ku " ucap Angela pada kakaknya.


Kedua nya pun masuk ke ruang kerja Angela sang DK.


@


Hari pun berganti .


Edward juga sudah berbicara dengan Arthur dan Lena serta Bari .


Ketiga nya memutuskan untuk bertemu dengan Anton tapi bukan di markas The Dark Knight melainkan di salah satu cabang restoran Bari yang baru saja dibuka.


" kau yakin mereka disini ? " tanya Anton


" iya !! Hey ini sudah ke 45 kalinya kau bertanya begitu jadi lebih baik kau masuk dan periksa sendiri " ucap Edward mendorong Anton masuk.


Anton yang didorong pun tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya dan nyaris saja ia mencium lantai yang baru saja di injak seorang pelayan.


" hampir aja " ucap Arthur menahan Anton.


" terima kasih " ucap Anton kikuk.


" ku dengar dari Ed , kau mau bertemu dengan kami . Jadi ada apa ? " tanya Arthur melepaskan baju Anton.


" jadi begini.. hmmm.. saya minta maaf atas perbuatan saya kepada anda semua . Saya akui kalau perbuatan saya terakhir kali sangat keterlaluan dan terlewat batas. karena itu , maafkan saya " ucap Anton.


" apa kau tau , perbuatan kau itu gila . apa salahku sama kau , sampai-sampai mau menculik aku !?" tanya Lena.


" maafkan saya. sebagai bukti , anda semua boleh minta permintaan apapun . asal saya mampu maka pasti akan saya kabulkan " ucap Lena


" kalau gitu , jangan muncul di depan ku lagi .." ucap Bari


" maaf tapi kalau itu saya tidak bisa " tolak Anton.


" apa alasannya ? " tanya Lena datar.


" karena saya sudah mencari nya kemanapun . jadi saya tidak akan melepaskan orang yang paling saya sayangi " jelas Anton yakin.


" kalau kamu masih tak percaya aku ini kakakmu. kamu boleh lihat catatan ini " ucap Anton menyulurkan sebuah buku besar ke Bari.


" bahkan jika kita berpisah ribuan bahkan jutaan kilometer. aku ini tetap kakakmu . satu-satunya keluarga." ucap Anton


" masih ada yang lain lagi ? " tanya Arthur


Anton menggeleng lalu berjalan keluar.


" sudahlah jangan terlalu sedih. ayo ku bawa ke rumah ku yang sederhana " ucap Edward .


Anton dan Edward pun pergi dari resto menuju rumah Edward.


To Be Continue 😊😘🤗