
Didalam mobil , Arthur tak bisa diam .
anak kecil itu sangat senang bisa berpergian dengan sang papi walaupun hanya sekedar ikut ke kantor..
" Papi .. kenapa Mami gak satu tempat kerja sama papi ? lalu kenapa baru sekarang mami kesana ? " tanya Arthur.
" Sayang. Mami mu punya perusahaan sendiri. ya gak sendiri sih , perusahaan nya di kelola paman Hyper dan paman Johan selama ini jadi mami mu bisa bebas pergi kemana-mana. " ucap Reiki
" lalu , paman Hyper sama paman Johan sekarang kemana ? " tanya Arthur .
" dua paman mu itu cuti sayang. daripada kosong , jadi mami mu yang turun tangan sendiri sekarang . toh selama ini mami mu juga selalu kerja kok sayang " ucap Reiki.
" oh " jawab Arthur
Reiki hanya tersenyum saat Arthur tertawa karena merasakan angin yang masuk dari jendela mobil.
" Tuan kita sudah sampai " ucap supir berhenti didepan pintu utama
" hah .. ayo sayang " ucap Reiki ke Arthur
Arthur mengangguk lalu keluar dari mobil bersama sang papi.
Ternyata Diyan sudah menunggu tak jauh dari mobil.
" aku pikir kau bercanda . ternyata kau benar-benar " ucap Diyan melirik Reiki dan Arthur bergantian.
" hai jagoan kecil. gimana papi mu , udah berhasil dapat mami mu lagi belum ? " tanya Diyan bermaksud menggoda Reiki
sedangkan Arthur menatapnya polos.
" ah haha.. ayo " ucap Diyan canggung
" jangan jauh-jauh dari papi ya " ucap Reiki menggenggam tangan putranya.
" iya papi " jawab Arthur
Reiki dan Arthur pun masuk ke ggedung utama Adinson Corp , dimana para karyawan nya sudah berbaris rapi di lobby.
" SELAMAT PAGI TUAN ADINSON " sapa para karyawan nya serempak belum menyadari keberadaan Arthur.
Namun itu tak lama , karena ada salah satu karyawati yang mengangkat kepalanya untuk melihat sang big bos .
" ah manis nya " gumam karyawati itu melihat Arthur
Arthur yang merasa sedang dilihatin pun menoleh lalu tersenyum manis ke karyawati itu.
Reiki dan Arthur serta Diyan masuk ke lift khusus meninggalkan para karyawan nya kembali sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
dan gosip pun mulai menyebar di kalangan para karyawan.
Ada yang mengatakan kalau bos mereka itu punya anak diluar nikah sampai-sampai ada yang bilang kalau Arthur itu hanya anak angkat yang dioperasi agar mirip dengan bos mereka.
' kalau aku mau , bos besar pun bisa kudapatkan ' batin seorang karyawati yang mendengar teman-temannya bergosip di toilet.
Disisi lain.
Arthur sedang memainkan konsol game saat seseorang mengetuk pintu.
" masuk " ucap Reiki tanpa mengalihkan perhatian dari laptopnya.
Seorang karyawati dengan baju yang sedikit dibuka pun masuk dengan membawa sebuah berkas.
" ada apa ? " tanya Reiki dingin
" maaf tuan , ada berkas yang harus tuan tanda tangani " ucapnya
Reiki melihat isi berkas itu lalu memberikannya lagi ke karyawati itu.
" ada apa lagi ? " tanya Reiki menatap dingin karyawati nya itu.
" Tuan , masih ada yang harus tuan tandai atau apa perlu saya saja yang menandai milik anda ? " goda nya bahkan dengan berani tiba-tiba duduk di pangkuan Reiki sambil tangan lentiknya meraba dada Reiki dari luar kemejanya.
" turun sekarang atau kau akan menyesal " ucap Reiki menatap tajam karyawati itu.
" Tuan , jika anda memang ingin memiliki seorang anak. dengan senang hati saya bersedia menjadi medianya. daripada tuan harus membayar wanita malam untuk melahirkan bibit unggul anda. lebih baik saya yang lebih berpendidikan " ucapnya makin berani.
BUGH.
" KAU ! JANGAN PERNAH MENGHINA ISTRIKU ! " bentak Reiki mendorong kasar karyawati itu hingga terjatuh menghantam dinding.
" DIYAN .. SINGKIRKAN J***** INI DARI HADAPANKU ! " ucap Reiki emosi menghubungi Diyan lewat intercom.
" Papi , gak perlu. biar Arthur aja bantuin papi " ucap Arthur berdiri didepan karyawati itu.
" hahahaha.. anak kecil kayak kamu bisa apa ? " karyawati itu merendahkan Arthur
Plak plak plak plak plak
" bisa ini... ini.. ini " jawab Arthur sambil menampar karyawati itu berulang-ulang kali.
" kau ! " bentak karyawati itu hendak membalas Arthur.
PLAK .
Reiki menampar karyawati itu .
Karyawati itu gemetar ketakutan melihat aura Reiki terlebih Arthur yang masih kecil juga sama seperti papinya.
Reiki menyeret paksa karyawati itu keluar hingga ke lobby.
" Tuan.. saya mohon. maafkan saya , saya khilaf " ucap karyawati itu menangis memohon ampun.
kejadian itu jadi nontonan para karyawan lainnya.
" ENYAH DARI PERUSAHAAN KU !! AKU TAK BUTUH KARYAWAN YANG KERJANYA HANYA MENGGODA ! INI JUGA JADI PELAJARAN UNTUK KALIAN SEMUA " teriak Reiki
" SIAPAPUN YANG BERANI MENGHINA DAN MENJELEKKAN KELUARGAKU , APALAGI PUTRAKU MAKA JANGAN HARAP BISA KERJA DISINI ! " tegas Reiki
" SINGKIRKAN DIA ! JANGAN BIARKAN WANITA INI BERKELIARAN DISEKITAR SINI LAGI ATAU KALIAN AKAN MENERIMA AKIBATNYA " ucap Reiki menatap tajam security.
Setelah keributan itu , Reiki kembali ke ruangannya.
menyerahkan keributan itu kepada Diyan.
" hah .. aku juga yang suruh bereskan " ucap Diyan pelan .
Sementara di ruangan Reiki.
Reiki berjongkok di depan Arthur yang ia dudukan di sofa.
" lain kali jangan terlalu keras ya. lihat tangan mu jadi begini " omel Reiki sambil mengoleskan salep ke tangan kecil Arthur.
" papi , apa yang tadi itu sering terjadi ? " tanya Arthur
" gak juga sering sayang. tapi ya pernah beberapa kali " jawab Reiki
" apa ini alasannya papi gak mau ke perusahaan terus ? " tanya Arthur
" ya bisa dibilang gitu " jawab Reiki
" kalau papi sering diginiin.. apa mami juga sama ? " tanya Arthur
" ya mungkin iya , mungkin enggak " jawab Reiki ragu.
Sejenak Reiki diam .
" jagoan , mau lihat perusahaan mami gak ? " tanya Reiki ke Arthur.
Arthur mengangguk dengan semangat.
" kalian mau kemana ? " tanya Diyan sudah berdiri di ambang pintu.
" ada deh . rahasia paman " jawab Arthur.
" sayangnya kamu masih ada jadwal pagi ini dan kebetulan waktunya tinggal 10menit lagi " ucap Diyan mengingatkan Reiki.
" ah iya. aku lupa.. Arthur , tunggu papi disini ua. jangan kemana-mana. papi gak lama kok. " ucap Reiki pada Arthur
" iya . papi kerja aja dulu.. aku dukung dari sini " ucap Arthur.
" anak pintar " ucap Reiki mengacak rambut Arthur.
Reiki dan Diyan pun keruang meeting yang berada satu lantai dari ruang CEO..
Arthur memilih membaca buku yang tersusun rapi di rak , ia memilih acak buku yang bisa ia gapai.
lama kelamaan , ia tertidur di sofa karena banyak membaca.
Tanpa ia sadari , bahwa ada seseorang bertopeng masuk ke ruangan itu .
Orang itu kaget melihat sosok anak laki-laki tertidur di sofa dan lebih kaget lagi saat melihat wajah anak itu sangat mirip dengan Reiki.
tak mau mengganggu anak kecil yang tidur nyenyak. orang itu memilih duduk di sofa yang berada tepat didepan anak itu.
" wajahnya imut ,manis lagi " ucap orang itu pelan.
lalu mengambil beberapa jepretan karena ia punya feeling , kalau anak didepannya ini bisa jadi seorang artis .. maka dapat dipastikan ia akan menjadi seorang mega bintang hanya dalam waktu yang singkat dan akan bertahan lama .
" Kau ! ngapain kau disini ?! " ucap Reiki sedikit kaget saat masuk melihat seseorang duduk menunggunya.
" yo .. lama gak jumpa " ucap orang itu membuka topengnya.
" kau !! " ucap Reiki tak percaya.
sedangkan orang itu hanya cengengesan sambil mengkode Reiki agar jangan ribut .
.
.
.
.
to be continue 🤗😊😘
spesial quote from me ..
' Hargailah diri sendiri jika ingin dihargai orang lain '