YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 78



Begitu asap menghilang , 3 dari 5 pria itu tergantung di dinding hingga tak bisa bergerak. Sementara 2 lainnya menghilang dari pandangan Lian.


" SEBAIKNYA KAU LEPASKAN MEREKA ATAU KALAU TIDAK KAMI AKAN BAWA DIA BERSAMA KAMI !! " teriak pria yang tadi menyamar sebagai pelayan berdiri di depan temannya yang saat ini menodongkan pistol tepat ke kepala Calista.


" LEPASKAN DIA !! " bentak Edward yang sedari tadi diam karena di suruh Calista tetap bersama Raya.


" HAHAHA !! AKU TAU GADIS INI ADALAH KELEMAHAN KALIAN !! JADI SEBAIKNYA TURUTI PERINTAH KAMI !! SEKARANG LEPASKAN MEREKA BERTIGA !!! " bentak pria itu makin mendekatkan pistol ke kepala Calista.


" sebenarnya aku salah apa sih sama kalian ?? aku juga gak pernah kenal ataupun buat masalah sama kalian .. kenapa kalian mau melukaiku ?? " tanya Calista dengan wajah polos dan tatapan bak seekor kelinci yang ketakutan.


" Salah mu satu . Kau adalah salah satu anak DK . Karena DK dan teman-temannya sudah merenggut orang yang paling kami sayangi , maka biarkan mereka juga merasakan apa yang kami rasakan . kehilangan orang yang paling mereka sayangi. " ucap pria itu.


" tapi kan bukan aku pelakunya . kenapa kalian gak nangkap pelaku aja " ucap Calista . Reiki yang mendengar ucapan putrinya itu hanya bisa menepuk keningnya sendiri.


" sudah jangan banyak omong lagi.. Kau juga apa kau tak tau kalau cewek ini cuma mau bodohin kau aja .. dasar B*** " pria yang memakai baju pelayan itu menghentikan temannya meracau kemana-mana.


" CEPAT !! LEPASKAN MEREKA BERTIGA !! Jika tidak jangan harap satu pun dari kalian bisa keluar hidup-hidup dari tempat ini !! " teriak pria itu kembali memberi perintah tapi tetap tak di gubris oleh Lian sedangkan Edward kini menahan amarah nya karena Calista sudah mengkode dirinya agar tetap ditempat.


Keadaan tiba-tiba menjadi hening selama beberapa saat hingga akhirnya Lian menghela nafas panjang.


" hah ! oke, kalian hanya mau mereka dilepaskan saja kan . baiklah , nih mereka udah lepas " ucap Julian melepaskan ketiga pria yang tergantung di dinding tadi.


" oh kau salah , yang kami mau adalah kalian berdua . cepat bereskan dia !! " ucap pria yang menodong Calista dan Ketiga pria yang baru terbebas tadi pun langsung mengepung Lian dengan senjata yang berbeda di tangan mereka.


" kau kira aku ini sapi hah , pakai bawa itu segala " sindir Lian saat melihat tali yang di pegang salah satu pria itu.


" ya kau itu anak sapi .. Tangkap dia !! " ucap pria itu melemparkan tali yang di pegang nya pada kedua temannya yang lain.


Ketiga pria itu berputar mengelilingi Lian yang bingung dengan kelakuan mereka tanpa Lian sadari begitu tali itu di tarik , tali itu langsung mengikat tubuh nya..


" HAHAHA !! AKHIRNYA TERTANGKAP KAU !! sekarang kalian ada di tangan kami , jadi DK pasti gak akan berani berbuat macam-macam " ucap pria yang sepertinya ketua mereka.


Sementara Angela yang sedari tadi disinggung nama nya pun semakin mengingat-ingat siapa kelima pria yang kini 'dipermainkan' anak-anaknya itu.


" kamu ingat sesuatu sweety ? " bisik Reiki pada istrinya.


" ya sepertinya begitu tapi aku juga belum yakin kalau orang yang mereka bicarakan tadi itu adalah orang itu " jawab Angela juga berbisik.


Saat Lian ditarik mendekati Calista yang masih ada di bawah ancaman senjata api , Arthur pun keluar dari pintu depan.


" Kalian , sudah cukup main-main nya . disini ada orang tua yang sudah ketakutan. jadi sebaiknya selesaikan disini " ucap Arthur menggema di seluruh aula itu dengan langkah kaki nya yang mendominasi serta aura gelap nya yang mampu membuat siapa saja ketakutan . Namun tetap dengan wajah yang tertutup topeng.


" kau !! apa maksudmu !! dan juga siapa kau !!? " bentak pria yang memakai baju pelayan mengarahkan pistol ke Arthur.


" kau tak perlu tau siapa aku. yang jelas kalian tak boleh menyesal dan mundur " ucap Arthur mengeluarkan pedang yang dibawa nya.


" itu ... itu .. pedang itu !! dia !!! " gagap salah satu pria yang menarik Lian.


" masih belum selesai ?! " ucap Arthur tegas tertuju pada kedua adiknya itu.


" hah , baiklah " jawab Calista dan Julian serempak.


Belum sempat pria itu bereaksi ,tiba-tiba ia menjerit.


" AAAAKKKKHHH !! " jerit nya sembari tangan nya memegang area pribadinya.


Beberapa pemuda yang menghadiri acara pesta itu pun ikut bisa merasakan sakit yang dirasakan pria itu.


" satu " ucap Calista riang dengan wajah polos seolah tak pernah melakukan itu.


" Dua .. Tiga .. Empat .. " ucap Julian menarik satu per satu pria yang mengikatnya dan dengan sekali tinju mereka langsung tumbang.


" Dan kau !! sekarang katakan !! siapa yang memberi info pada kalian tentang kami disini !! " tanya Arthur dengan aura yang mengintimidasi pria yang berbaju pelayan itu.


Pria itu sebenarnya juga ketakutan apalagi kini tinggal dirinya seorang yang saat ini dikepung oleh Lian dan Arthur serta Lista.


" itu .. kami tidak tau siapa mereka .. mereka hanya mengirim surat dan uang untuk kami mempersiapkan senjata . tidak ada yang lainnya " jawab pria itu terduduk ketakutan.


" Sudah lah , bawa mereka !! " perintah Arthur lalu datang beberapa orang berbaju hitam lengkap dengan masker tengkorak yang menutupi wajah mereka . orang-orang itu pun langsung membawa pergi kelima pria itu sesuai perintah Arthur.


" Kita pergi sekarang " ucap Arthur pada kedua adiknya.


Saat mereka sudah di pintu , Arthur berbalik dan menoleh ke arah orang-orang yang menghadiri pesta itu.


" jika ada diantara kalian yang bisa menyebarkan tentang ini. maka persiapkan diri kalian " ancam Arthur lalu keluar dan diikuti oleh Calista dan Julian.


Edward pun menyuruh Raya untuk bergabung dengan para orangtua saja dan Raya pun setuju.


Karena insiden itu , pesta pun dihentikan oleh Jordan .


Satu per satu tamu undangan pun di kawal pulang .


Kini tinggal keluarga Adinson dan Keluarga LU yang tersisa , Arthur dan kedua adiknya juga sudah berkumpul dengan para orangtua di sebuah ruangan begitu juga dengan Ayana yang sudah berganti baju.


" jadi , bisa mami jelaskan sekarang ? siapa mereka ? " tanya Arthur.


" mami juga belum yakin kalau orang yang mereka bicarakan itu adalah orang yang mami curigai. tapi jika itu benar . Mami sarankan mulai dari sekarang kalian harus lebih waspada , bukan hanya kalian bertiga. Tapi semua , karena setau mami pengikut orang itu kejam dan tak kenal bulu. mereka itu mungkin sengaja di kirim hanya sebagai umpan agar bisa tau kelemahan kalian. " jelas Angela.


" baik mi ! " jawab Adinson Bersaudara.


Sedangkan Edward , Ayana dan Raya hanya mengangguk .


Setelah keadaan dirasa aman , barulah kedua keluarga besar itu kembali ke kediaman mereka masing-masing.


Sementara di lain tempat , seorang pria tersenyum misterius saat melihat kejadian itu dari sebuah monitor.


" sesuai perkiraan , mereka anak-anaknya. Kalau gitu , tunggulah hadiahku selanjutnya " ucap pria itu sambil memutar sebuah pena.


To Be Continue 😊😘🤗😑