
Pagi hari .
Angela sudah bangun dan langsung memasak sarapan untuk para kakaknya.
" hmm .. bau apa ni " ucap Jordan masuk ke dapur dengan setengah mengantuk
" Hei !! cuci muka dan gosok gigi mu dulu sana !! " teriak Angela langsung membuat Jordan 100% sadar.
" ah iya.. jangan galak dong.. " ucap Jordan lalu berjalan masuk ke kamar mandi.
" dasar.. tapi. tumben si kebo cepat bangun " gumam Angela lalu melanjutkan kesibukan nya.
" kamu masak apa ? " tanya Arta masuk ke dapur.
" oh . sarapan untuk kita .." jawab Angela terus memasak
" biar ku bantu " ucap Arta mengambil alih pisau untuk memotong sayur.
" udah gak usah.. biar aku aja " ucap Angela.
" huuss .. fokus . tuh gosong " ucap Arta berhasil membuat Angela kembali fokus ke penggorengan nya.
" yaudah .. makasih ya " ucap Angela
Arta hanya tersenyum menjawabnya.
" aku bahagia walaupun kita seperti ini . " batin Arta memandang wajah Angela yang serius dengan kerjaannya..
Tak lama setelah Angela menyelesaikan semua masakan nya..
satu per satu kakaknya pun bangun.
" hooaaamm " Leon duduk sambil menguap karena masih sedikit ngantuk.
sama hal nya dengan Hyper dan Johan.
" eh , kenapa tidur disini .. kalau masih ngantuk. tidur di kamar sana " ucap Angela kaget melihat Johan setengah tidur dengan tangan sebagai bantalnya di meja makan.
" Lapar " ucap Johan memelas.
" yaudah , cuci muka dulu sana terus gosok gigi .. kalau gak , lanjut tidur aja " ucap Angela masuk lagi ke dapur.
Mendengar itu, Johan dan Hyper ke kamar mandi .
" aku duluan " ucap Hyper hendak masuk ke kamar mandi
" gak , aku yang duluan " ucap Johan menahan Hyper.
" gak bisa .. kan aku duluan yang sampai sini .. jadi aku duluan yang pakai " ucap Hyper .
" aku juga mau pakai .. udah awas sana " ucap Johan mendorong pelan Hyper sedikit menjauh dari pintu.
Dan terjadilah perdebatan sengit diantara keduanya di depan kamar mandi.
" apaan sih kalian , masih pagi buta juga udah pada ribut " ucap Leon langsung masuk ke dalam kamar mandi .
Hyper dan Johan pun melongo melihat Leon yang sudah mengunci pintu.
" AWAS KAU BOCAH !! " teriak Hyper kesal dengan Johan.
" ini gara-gara kau sih " ucap Johan membela diri..
sedangkan Angela hanya menghela nafas panjang karena ia tau pasti begini kejadiannya..
" bukannya sudah ku bilang , buat kamar mandi 1 lagi.. tuh keluar kan sifat kekanakan mereka " ucap Jordan juga melihat tingkah ketiga saudaranya itu.
Akhirnya mereka bisa makan dengan tenang walaupun ada sedikit kejadian kocak itu..
Skip
Selesai makan , Angela membereskan peralatan makan mereka dan langsung mencucinya.
" mau taruh dimana ? " tanya Arta membantu Angel mengangkat galon air minum.
" lah , kenapa kamu .. yang lain kemana ? " tanya Angela kaget karena tadi ia menyuruh Jordan yang membeli barang itu.
" udah gak apa-apa.. ini taruh mana ? " tanya Arta
" disitu tempatnya " ucap Angela .
" aku jadi gak enak.. kamu kan tamu disini , masa ngangkat barang gitu " ucap Angela selesai mencuci piring.
" gak apa-apa kok. lagian aku juga kan tumpang makan sama tidur disini.. hehehe " ucap Arta
" makasih ya " ucap Angela tersenyum
sesaat Arta terpesona dengan senyum yang lama ia rindukan itu hingga suara ponselnya menyadarkan nya kembali..
drrtt tring
" sebentar , aku terima telepon dulu " ucap Arta melihat sekilas penelpon nya.
Arta pun keluar setelah Angela mengangguk..
Di halaman belakang
" Katakan " ucap Arta tegas
" maaf jendral .. tapi , kami telah menangkap komplotan itu jendral " lapor anak buah Arta
" jaga dia baik-baik .. siang nanti aku kesana " ucap Arta langsung memutuskan panggilan itu.
" dia siapa ? " tanya Jordan berdiri di belakang Arta
" aah.. kau mengagetkan ku !! " ucap Arta berbalik sambil mengelus dadanya.
" kenapa , apa yang kau sembunyikan ? " tanya Johan ikut nimbrung.
" kenapa kalian disini.. bukannya kalian tadi diluar " ucap Arta
" ternyata benar . ada yang kau sembunyikan " ucap Johan
" gak itu gak benar " ucap Arta
" haah .. baiklah , itu orang yang mencoba membunuh ayah dan adikku " jawab Arta
" siapa kau sebenarnya ? " tanya Leon karena dari pertama melihat Arta , ia merasa pernah bertemu . tapi ia lupa dimana.
" maksudmu ? " tanya Arta tak mengerti
" kalung itu , lalu dulu saat kau membawa Angel ke sebuah pulau .. padahal pulau itu bahkan tak ada didalam peta " ucap Hyper
" jadi , siapa kau sebenarnya ?! " desak Leon
Arta melihat Jordan yang memberi kode bahwa ia tak bisa membantunya.
" baiklah.. aku tak ingin ada salah faham lagi diantara kita.. dan aku mau mendekati Angela dari awal dan secara baik-baik seperti yang ia katakan dulu " ucap Arta.
" haah.. baiklah.. perkenalkan aku secara resmi.. Arta Victor Smith.. Jendral Tertinggi pasukan pengamanan negara " ucap Arta serius.
" oohh " ucap Hyper dan Leon bersamaan
" kukira apaan.. ternyata Jendral Tentara Negara " ucap Johan .
Arta tak paham dengan reaksi ketiga orang itu.
" ya .. itu bukan masalah sih . mau kau kerja sebagai apa pun.. yang penting , jangan sakiti adikku " ucap Leon lalu masuk ke dalam rumah.
" well , statusmu hebat . semangat " ucap Hyper lalu juga masuk mengikuti Johan dan Leon
" memangnya ada yang salah dengan pekerjaanku ya ? " tanya Arta ke Jordan
" well gak sih.. cuma , gimana ya.. intinya kami gak perduli dengan status seseorang asalkan orang itu gak punya niat jahat pada kami.. tapi , jika seseorang punya niatan jahat , mau dia Jendral atau bahkan anak Presiden sekalipun maka jangan harap bisa lepas dari kami " ucap Jordan tiba-tiba serius..
" ya sepertinya Angela aman bersama mereka " batin Arta
" udah lah.. yuk masuk entar si bawel nyariin " ucap Jordan.
" JORDAN!!! DIMANA KAU.. KEMBALIKAN PARFUM KU !! " teriak Angela dari dalam rumah.
" tuh kan bener , dicariin.. hehe aku duluan " ucap Jordan
" IYA AKU PINJAM SEBENTAR " teriak Jordan sambil berlari masuk.
##
Disisi lain
Reiki terbaring lemah di ranjang Rumah Sakit .
Jeni duduk memegangi tangan Reiki.
Diyan baru tiba setelah mendapat kabar dari staf rumah sakit.
" dimana tuan Adinson ? " tanya Diyan pada staf.
" di ruang VVIP tuan " jawab staf itu.
Diyan pun ke ruang VVIP tempat Reiki dirawat..
BRAK..
" ah siapa kau ?! " tanya Diyan bersamaan dengan Jeni yang kaget.
" kau yang siapa .. kenapa kau disini " ucap Diyan melihat Reiki diranjang.
" aku... aku pacarnya " jawab Jeni gugup
tak lama dokter pun masuk.
" ah tuan.. maaf saya tak tau anda disini " ucap Dokter itu..
" jangan basa-basi.. sekarang katakan , bagaimana keadaannya " ucap Diyan dingin
" baik tuan.. " ucap dokter.
" masa kritisnya sudah terlalui . Tuan Adinson menjalankan operasi besar semalam mengingat banyak tulangnya yang patah dan untungnya seluruh organ dalamnya tidak ada masalah " ucap Dokter
" syukurlah.. dan kau ??!! " tanya Diyan ke Jeni.
" Tuan.. sebelum Tuan Adinson tak sadarkan diri. beliau sempat berpesan agar tuan menjaga bayi dalam kandungan nona ini " ucap Dokter..
" maksudmu ??! " tanya Diyan
" nona ini hamil dan bayi itu adalah anak Tuan Adinson " ucap Dokter.
JEDEERRR..
Diyan tak menyangka sahabatnya bisa seperti itu.
" bawa nona ini ke dokter kandungan.. cek janinnya " ucap Diyan
" baik tuan " ucap Dokter
Dokter pun keluar bersama Jeni dan beberapa perawat.
" sekarang aku tau penyebab nya kenapa kau sampai begini .. dan bersyukurlah karena mereka masih punya hati untuk membiarkan nyawamu " ucap Diyan duduk di samping ranjang..
.
.
.
.
.
.
.
.
to be continue 🤗😘😊