YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
192



Pagi hari .


Angela sudah bangun dan langsung memasak sarapan untuk para kakaknya.


" hmm .. bau apa ni " ucap Jordan masuk ke dapur dengan setengah mengantuk


" Hei !! cuci muka dan gosok gigi mu dulu sana !! " teriak Angela langsung membuat Jordan 100% sadar.


" ah iya.. jangan galak dong.. " ucap Jordan lalu berjalan masuk ke kamar mandi.


" dasar.. tapi. tumben si kebo cepat bangun " gumam Angela lalu melanjutkan kesibukan nya.


" kamu masak apa ? " tanya Arta masuk ke dapur.


" oh . sarapan untuk kita .." jawab Angela terus memasak


" biar ku bantu " ucap Arta mengambil alih pisau untuk memotong sayur.


" udah gak usah.. biar aku aja " ucap Angela.


" huuss .. fokus . tuh gosong " ucap Arta berhasil membuat Angela kembali fokus ke penggorengan nya.


" yaudah .. makasih ya " ucap Angela


Arta hanya tersenyum menjawabnya.


" aku bahagia walaupun kita seperti ini . " batin Arta memandang wajah Angela yang serius dengan kerjaannya..


Tak lama setelah Angela menyelesaikan semua masakan nya..


satu per satu kakaknya pun bangun.


" hooaaamm " Leon duduk sambil menguap karena masih sedikit ngantuk.


sama hal nya dengan Hyper dan Johan.


" eh , kenapa tidur disini .. kalau masih ngantuk. tidur di kamar sana " ucap Angela kaget melihat Johan setengah tidur dengan tangan sebagai bantalnya di meja makan.


" Lapar " ucap Johan memelas.


" yaudah , cuci muka dulu sana terus gosok gigi .. kalau gak , lanjut tidur aja " ucap Angela masuk lagi ke dapur.


Mendengar itu, Johan dan Hyper ke kamar mandi .


" aku duluan " ucap Hyper hendak masuk ke kamar mandi


" gak , aku yang duluan " ucap Johan menahan Hyper.


" gak bisa .. kan aku duluan yang sampai sini .. jadi aku duluan yang pakai " ucap Hyper .


" aku juga mau pakai .. udah awas sana " ucap Johan mendorong pelan Hyper sedikit menjauh dari pintu.


Dan terjadilah perdebatan sengit diantara keduanya di depan kamar mandi.


" apaan sih kalian , masih pagi buta juga udah pada ribut " ucap Leon langsung masuk ke dalam kamar mandi .


Hyper dan Johan pun melongo melihat Leon yang sudah mengunci pintu.


" AWAS KAU BOCAH !! " teriak Hyper kesal dengan Johan.


" ini gara-gara kau sih " ucap Johan membela diri..


sedangkan Angela hanya menghela nafas panjang karena ia tau pasti begini kejadiannya..


" bukannya sudah ku bilang , buat kamar mandi 1 lagi.. tuh keluar kan sifat kekanakan mereka " ucap Jordan juga melihat tingkah ketiga saudaranya itu.


Akhirnya mereka bisa makan dengan tenang walaupun ada sedikit kejadian kocak itu..


Skip


Selesai makan , Angela membereskan peralatan makan mereka dan langsung mencucinya.


" mau taruh dimana ? " tanya Arta membantu Angel mengangkat galon air minum.


" lah , kenapa kamu .. yang lain kemana ? " tanya Angela kaget karena tadi ia menyuruh Jordan yang membeli barang itu.


" udah gak apa-apa.. ini taruh mana ? " tanya Arta


" disitu tempatnya " ucap Angela .


" aku jadi gak enak.. kamu kan tamu disini , masa ngangkat barang gitu " ucap Angela selesai mencuci piring.


" gak apa-apa kok. lagian aku juga kan tumpang makan sama tidur disini.. hehehe " ucap Arta


" makasih ya " ucap Angela tersenyum


sesaat Arta terpesona dengan senyum yang lama ia rindukan itu hingga suara ponselnya menyadarkan nya kembali..


drrtt tring


" sebentar , aku terima telepon dulu " ucap Arta melihat sekilas penelpon nya.


Arta pun keluar setelah Angela mengangguk..


Di halaman belakang


" Katakan " ucap Arta tegas


" maaf jendral .. tapi , kami telah menangkap komplotan itu jendral " lapor anak buah Arta


" jaga dia baik-baik .. siang nanti aku kesana " ucap Arta langsung memutuskan panggilan itu.


" dia siapa ? " tanya Jordan berdiri di belakang Arta


" aah.. kau mengagetkan ku !! " ucap Arta berbalik sambil mengelus dadanya.


" kenapa , apa yang kau sembunyikan ? " tanya Johan ikut nimbrung.


" kenapa kalian disini.. bukannya kalian tadi diluar " ucap Arta


" ternyata benar . ada yang kau sembunyikan " ucap Johan


" gak itu gak benar " ucap Arta


" haah .. baiklah , itu orang yang mencoba membunuh ayah dan adikku " jawab Arta


" siapa kau sebenarnya ? " tanya Leon karena dari pertama melihat Arta , ia merasa pernah bertemu . tapi ia lupa dimana.


" maksudmu ? " tanya Arta tak mengerti


" kalung itu , lalu dulu saat kau membawa Angel ke sebuah pulau .. padahal pulau itu bahkan tak ada didalam peta " ucap Hyper


" jadi , siapa kau sebenarnya ?! " desak Leon


Arta melihat Jordan yang memberi kode bahwa ia tak bisa membantunya.


" baiklah.. aku tak ingin ada salah faham lagi diantara kita.. dan aku mau mendekati Angela dari awal dan secara baik-baik seperti yang ia katakan dulu " ucap Arta.


" haah.. baiklah.. perkenalkan aku secara resmi.. Arta Victor Smith.. Jendral Tertinggi pasukan pengamanan negara " ucap Arta serius.


" oohh " ucap Hyper dan Leon bersamaan


" kukira apaan.. ternyata Jendral Tentara Negara " ucap Johan .


Arta tak paham dengan reaksi ketiga orang itu.


" ya .. itu bukan masalah sih . mau kau kerja sebagai apa pun.. yang penting , jangan sakiti adikku " ucap Leon lalu masuk ke dalam rumah.


" well , statusmu hebat . semangat " ucap Hyper lalu juga masuk mengikuti Johan dan Leon


" memangnya ada yang salah dengan pekerjaanku ya ? " tanya Arta ke Jordan


" well gak sih.. cuma , gimana ya.. intinya kami gak perduli dengan status seseorang asalkan orang itu gak punya niat jahat pada kami.. tapi , jika seseorang punya niatan jahat , mau dia Jendral atau bahkan anak Presiden sekalipun maka jangan harap bisa lepas dari kami " ucap Jordan tiba-tiba serius..


" ya sepertinya Angela aman bersama mereka " batin Arta


" udah lah.. yuk masuk entar si bawel nyariin " ucap Jordan.


" JORDAN!!! DIMANA KAU.. KEMBALIKAN PARFUM KU !! " teriak Angela dari dalam rumah.


" tuh kan bener , dicariin.. hehe aku duluan " ucap Jordan


" IYA AKU PINJAM SEBENTAR " teriak Jordan sambil berlari masuk.


##


Disisi lain


Reiki terbaring lemah di ranjang Rumah Sakit .


Jeni duduk memegangi tangan Reiki.


Diyan baru tiba setelah mendapat kabar dari staf rumah sakit.


" dimana tuan Adinson ? " tanya Diyan pada staf.


" di ruang VVIP tuan " jawab staf itu.


Diyan pun ke ruang VVIP tempat Reiki dirawat..


BRAK..


" ah siapa kau ?! " tanya Diyan bersamaan dengan Jeni yang kaget.


" kau yang siapa .. kenapa kau disini " ucap Diyan melihat Reiki diranjang.


" aku... aku pacarnya " jawab Jeni gugup


tak lama dokter pun masuk.


" ah tuan.. maaf saya tak tau anda disini " ucap Dokter itu..


" jangan basa-basi.. sekarang katakan , bagaimana keadaannya " ucap Diyan dingin


" baik tuan.. " ucap dokter.


" masa kritisnya sudah terlalui . Tuan Adinson menjalankan operasi besar semalam mengingat banyak tulangnya yang patah dan untungnya seluruh organ dalamnya tidak ada masalah " ucap Dokter


" syukurlah.. dan kau ??!! " tanya Diyan ke Jeni.


" Tuan.. sebelum Tuan Adinson tak sadarkan diri. beliau sempat berpesan agar tuan menjaga bayi dalam kandungan nona ini " ucap Dokter..


" maksudmu ??! " tanya Diyan


" nona ini hamil dan bayi itu adalah anak Tuan Adinson " ucap Dokter.


JEDEERRR..


Diyan tak menyangka sahabatnya bisa seperti itu.


" bawa nona ini ke dokter kandungan.. cek janinnya " ucap Diyan


" baik tuan " ucap Dokter


Dokter pun keluar bersama Jeni dan beberapa perawat.


" sekarang aku tau penyebab nya kenapa kau sampai begini .. dan bersyukurlah karena mereka masih punya hati untuk membiarkan nyawamu " ucap Diyan duduk di samping ranjang..


.


.


.


.


.


.


.


.


to be continue 🤗😘😊