YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 27



Lena terbangun lebih dulu dibandingkan Bari.


ia terkejut saat melihat Auntynya duduk di samping ranjang Arthur


" hus jangan ribut nanti gebetanmu itu bisa bangun loh " ucap Angela pelan.


Lena pun bangun dari pangkuan Bari secara perlahan lalu keluar ruang rawat Arthur meninggalkan Auntynya .


Lena sangat terkejut karena melihat sang papa juga duduk di depan ruang rawat itu bersama pamannya.


" Pa . kapan papa sampai sini , kok gak kabarin Lena sih " ucap Lena .


" hm daritadi " jawab Leon


" ha ? " Lena bingung dengan sikap papanya yang sedikit aneh.


Leon langsung pergi dari tempat itu meninggalkan Lena yang kebingungan.


" gak usah bingung gitu.. papamu cuma perlu waktu untuk mempersiapkan mentalnya jika suatu hari nanti putrinya dicuri seorang pemuda " ucap Reiki lalu pergi menyusul Leon.


Tak lama kemudian , Angela pun juga keluar dari ruang rawat putranya dan juga langsung pergi menyusul dua Lelaki Dewasa itu.


Lena pun hanya duduk sendirian di depan ruangan itu sembari memeriksa keadaan di markas Dragon Eyes yang telah 2 tahun ini telah berpindah kepemimpinan dari Leon Anson , ayahnya pada dirinya.


Saat sedang serius melihat kondisi dan laporan dari tabletnya.


lagi-lagi ia dikagetkan oleh seseorang tapi kali ini adalah Bari yang tiba-tiba sudah duduk disampingnya.


" lihat apaan sih , kok serius amat " ucap Bari.


" bukan apa-apa kok. " ucap Lena langsung mematikan tabletnya.


" oh kirain nonton film action apaan gitu " ucap Bari yang tadi telah melihat sekilas sebuah video dari tablet Lena


Hening. kini keheningan dan canggung menyelimuti keduanya.


hingga ..


PRANG !!


Lena dan Bari langsung berlari masuk ke dalam ruang rawat Arthur begitu mendengar suara sesuatu yang pecah.


Hening kembali melanda.


Ketiga pasang mata itu terdiam karena kaget.


Lena dan Bari kaget karena melihat Arthur yang sudah bangun dan lagi duduk sembari tangannya terulur.


Sedangkan Arthur kaget karena melihat Lena dan Bari tiba-tiba masuk sambil bergandengan tangan.


" itu.. kalian udah jadian ? " tanya Arthur.


" BOCAH B***** .. SADAR JUGA KAU !! KUPIKIR KAU BETAH TIDUR TERUS " teriak Lena langsung memeluk saudara sepupunya itu.


" Lena. jangan terlalu erat , entar dia pingsan lagi " ucap Bari , Lena pun langsung melepaskan pelukannya.


" Raya !! Mana Raya !!?? " tanya Arthur tak melihat sosok kekasihnya itu..


" kau sih terlalu lama bangunnya . Raya mu udah di bawa pulang sama 2 Gorilla " ucap Lena


Arthur pun memanas mendengar kekasihnya dibawa pergi bahkan saat dirinya dalam keadaan tak sadarkan diri.


" beraninya mereka ! " geram Arthur.


" hus .. kalau mau jemput Raya , sebaiknya kau pulihkan dirimu lebih dulu " ucap Lena memeriksa denyut nadi Arthur.


" oke aku tau itu " ucap Arthur.


" mereka salah target " batin Lena melihat ekspresi Arthur.


#


Beberapa hari kemudian.


tepatnya saat hari dimana Arthur sudah diperbolehkan pulang.


pria yang dulu mengawasi Raya kini menghentikan langkah kaki Arthur.


" apa maumu ! " tegas Arthur


" maaf , saya hanya menyampaikan pesan dari Tuan. jika saat ini keadaan Nona Raya baik-baik saja " ucap pria itu


" lalu ? " tanya Arthur


" ini dari Tuan untuk Anda " ucap pria itu memberikan sebuah map dan juga kunci untuk Arthur


" apa maksudnya ? " tanya Arthur tak senang


" Tuan berpesan agar anda lebih baik menjauh dari Nona dan lebih baik jika tak bertemu lagi " ucap Pria itu lalu pergi.


" kau pikir skandal itu cukup untuk menjatuhkan ku .. biar ku katakan , tidak akan ! " ucap Arthur geram


isi dari map itu adalah artikel beserta foto dan beberapa data tentang berita skandal Arthur . mulai dari asmara bahkan tentang balapannya.


tapi ia penasaran dengan kunci dan alamat yang ada pada anak kunci itu.


Arthur memutuskan untuk pergi sendiri ke alamat itu .


#


20 menit kemudian.


Arthur tiba dialamat tersebut tapi apa yang ia lihat kini adalah area perusahaan labelnya.


" apa maksud orang itu " gumam Arthur masuk ke gedung tempat label yang menaungi karirnya.


dengan rasa penasaran ia pun mencari tau apa yang terjadi.


saat ia hendak masuk ke ruang direktur . ia bingung karena pintu itu terkunci.


tanpa kata lagi , Arthur mencoba memasukkan anak kunci ditangannya itu ke pintu ruang direktur.


KLEK !


Arthur sedikit mengerti arah permainan ini.


lalu dengan sengaja ia melemparkan dirinya ke permainan.


" ah ternyata kau cukup tak mengecewakan " suara seseorang yang duduk dikursi direktur.


" siapa kau ? " tanya Arthur tak mengenal pria didepannya itu.


" aku ? direktur baru label ini . kenapa ? " tanyanya .


" apa maumu ?! " tanya Arthur


" well , cukup bagus , berbicara langsung pada intinya. aku suka itu " ucapnya.


" oke kita to the point aja. aku mau kau menjauhi Raya kalau tidak ..." ucapnya menggantung.


" tidak akan pernah. aku tak perduli siapa kau. tapi kau tunggu saja , aku pasti akan menjemput Raya kembali apapun resiko dan bayarannya meski karir ku sekalipun " ucap Arthur bertekad lalu pergi dari ruangan itu.


" well , ku tunggu itu " ucap pria yang tak lain adalah Mike.


Tak terasa ,hari pun sudah beranjak sore.


Arthur kembali ke apartemen nya hanya sekedar untuk mengambil beberapa barang diruang rahasianya.


Malam hari , Arthur pulang ke 'rumahnya'.


Arthur sudah menghubungi sang papi untuk sesuatu.


" katakan , kenapa kamu main rahasia dari mamimu. " ucap Reiki pada putranya.


" aku mau minta tolong papi " ucap Arthur lalu menceritakan tentang semua rencananya dan juga niatnya .


Di ruang kerja itulah terjadi sebuah kesepakatan antara ayah dan anak.


#


Dua hari berlalu , hari ini hampir datang awak media dari semua media baik cetak maupun bukan.


semuanya berkumpul di disebuah ballroom hotel milik keluarga Adinson.


Setelah semua siap.


Arthur masuk ke ballroom itu dan duduk di meja yang


tersedia.


" pertama saya ucapkan banyak terima kasih karena kalian sudah mau meluangkan waktu untuk acara konferensi pers saya. disini saya ingin menjelaskan segala berita tentang saya akhir-akhir ini. saya jelaskan , saya tidak memiliki hubungan apapun dengan gadis diberita itu. dan satu hal lagi , dengan ini saya memutuskan mengundurkan diri perusahaan yang telah membesarkan nama saya hingga seperti ini. sekali lagi maaf dan terima kasih " ucap Arthur lalu pergi dari ballroom itu.


para awak media mengejar Arthur hingga ke luar gedung.


untungnya bodyguard daoat menahan mereka hingga Arthur bisa pergi dengan aman dan selamat.


Disisi lain.


Raya menangis dikamarnya saat melihat berita konferensi pers kekasihnya itu.


" demi aku , karir yang susah payah kamu bangun kini harus berhenti . apa itu pantas " ucap Raya disela tangisnya.


" oh ternyata babak pertama telah dimulai " ucap Mike yang juga menonton konferensi pers itu diruang TV.


" lalu , apa babak selanjutnya " gumam Mike penasaran.


to be continue๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜Š๐Ÿค—