YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S2 -- 026



Angela dan Reiki pulang dengan kendaraan masing-masing.


tak lama mereka sampai , Leon pun juga tiba di kediaman kakek Tio.


Malam itu , mereka makan bersama seperti biasanya.


selesai makan , Leon dan Angela ke ruang kerja Leon.


" jadi , bagaimana ? " tanya Leon duduk di kursi nya.


" apanya kak ? " tanya Angela


" apa kau masih gak mau kasih tau kakak. orang-orang itu , siapa mereka ? " tanya Leon to the point


" hah kukira apaan.. ya , aku juga gak tau . yang pasti target mereka adalah aku dan si botak itu yang nyuruh pembunuh bayaran ." ucap Angela duduk di depan Leon.


" kau yakin si botak itu dalang nya dan bukannya orang lain ? " tanya Leon .


" entahlah kak.. rencana nya aku mau ke markas kakak , nanyain mereka " ucap Angela


" kapan ? " tanya Leon


" sekarang ? " ucap Angela sekaligus meminta izin kakaknya.


" kalau kamu mau kesana , kakak juga ikut. tapi kamu harus izin sama Reiki dulu . walau gimanapun , dia suamimu dan kamu tanggung jawabnya sekarang " ucap Leon mengingatkan adiknya itu.


" iya . nanti aku bilang tunggu Arthur tidur " ucap Angela


" sekarang aja. kakak bawa Arthur main dulu sama Lena . nah kamu langsung izin sama Reiki. ingat , izin loh ya. " ucap Leon berdiri.


" iya kakakku yang paling ganteng " ucap Angela tersenyum lebar.


Leon pun ikut tersenyum lalu mengacak-ngacak rambut Angela


Keduanya pun keluar dari ruang kerja Leon.


seperti yang dikatakan Leon tadi , ia benar-benar mengajak Arthur dan Lena main di halaman samping.


Angela menarik Reiki ke kamar mereka.


" sweety , ada apa ? " tanya Reiki heran


" hmm.. gimana ya... " gumam Angela ragu-ragu.


" kenapa ? kamu baik-baik aja kan ? " tanya Reiki


" iya aku gak apa-apa. cuma.. ada sedikit masalah " ucap Angela pelan


" masalah apa ? " tanya Reiki


" aku mau pergi sama kak Leon ke markas . boleh kan ? " tanya Angela


" ngapain ? emang gak bisa besok aja ya , inikan udah malam " ucap Reiki


" well , tadi aku nangkap tikus busuk di kantor dan sekarang ada di markas Dragon Eyes " ucap Angela menunduk


" tikus busuk ?? dia apain kamu ? dia nyakitin kamu ?! " ucap Reiki sedikit emosi.


" gak , dia gak ngapa-ngapain . ada anggota Dragon Eyes bareng aku tadi. " ucap Angela


" hah.. baiklah . tapi dengan satu syarat " ucap Reiki.


" apa ? " tanya Angela


" aku harus ikut " ucap Reiki serius yang artinya ia tak mau ada bantahan lagi.


" hah.. iya . kalau gitu sekarang aja " ucap Angela


Reiki mengangguk dan keduanya pun keluar menuju taman samping menyusul Leon.


Setelah bicara dengan Leon dan Viona.


Akhirnya Reiki , Leon dan Angela pergi ke markas Dragon Eyes dengan 2 motor.


Skip


markas Dragon Eyes.


Sekilas markas itu tampak sama seperti gedung perkantoran pada umumnya.


yang membedakan hanyalah orang-orang yang keluar masuk gedung itu memakai baju biasa bukannya baju kemeja ataupun seragam seperti perkantoran lainnya.


2 motor itu langsung ke parkiran bawah tanah dan masuk ke sebuah pintu otomatis.


Begitu di dalam , ketiganya disambut sapaan selamat datang dari para anggota Dragon Eyes.


tidak ada yang membalas sapaan itu Baik Leon maupun Angela atau Reiki . ketiganya memasang wajah dingin dan aura mengerikan menyelimuti ketiganya.


" dimana mereka ? " tanya Leon pada sang tangan kanannya.


" mereka di ruang isolasi tingkat 2 bos " jawab nya paham maksud sang atasan.


Tanpa kata lagi , ketiganya menuju sebuah lorong yang berisi ruang isolasi tingkat 2 .


ruang isolasi tingkat 1 berisi ruang introgasi tanpa penyiksaan fisik hanya ruang kosong.


sedangkan di tingkat 3 , penyiksaan fisik yang amat pedih dan menyeramkan. ruangan itu berisi senjata dan juga binatang berbisa maupun buas.


dan di lain sisi juga terdapat ruang isolasi permanen.


hanya satu aturan di ruangan itu , siapapun musuh yang masuk maka akan dijamin takkan bersisa sedikit pun.


Angela melihat ke 3 ruang isolasi .


" kenapa hanya mereka , kemana wanita itu ? " tanya Angela menatap tajam orang kepercayaan Leon


" maaf nona , wanita itu ada di ruang tingkat 3 " jawab nya berusaha tenang.


" kenapa ? " tanya Leon


" wanita itu berusaha membunuh salah satu anggota kita bos " ucap nya .


" bagaimana keadaan nya ? " tanya Leon kaget mendengar salah satu bawahan terancam.


" sudah kami bawa ke rumah sakit dengan alasan kecelakaan bos " jawabnya karena ada 1 peraturan tak tertulis di markas itu. siapapun yang terluka selama bertugas boleh dibawa ke rumah sakit tapi beri alasan palsu dan si tangan kanan itu paham peraturan itu.


" bagus lah. kalau kalian mau mulai , masuk aja " ucap Leon ke Angela dan Reiki.


Keduanya menganguk dan masuk secara terpisah ke ruang isolasi .


sedangkan Leon dan orang kepercayaan nya menunggu di salah satu ruangan sambil memantau keadaan.


Tak butuh waktu lama , Angela dan Reiki sudah keluar dengan mengantongi jawaban yang sama.


" sudah ? " tanya Leon saat keduanya masuk ke ruang pengawasan.


" ya. dan satu jawaban nya . WANITA. itu , dia dalangnya " ucap Angela


" kak , apa kita bisa melihat ruang isolasi tingkat 3 itu dari sini ? " tanya Reiki


" ya bisa . hmm.. monitor itu , itu diruang tingkat 3 " ucap Leon menunjuk salah satu monitor.


Reiki dan Angela melihat kelakuan wanita itu yang menurut mereka malah mengarah ke gila.


gimana enggak , wanita itu menggigit seekor kecoa yang tak sengaja masuk.


Reiki kaget saat berhasil mengenali sosok wanita itu.


" kenapa ? " tanya Leon menangkap perubahan ekspresi wajah adik iparnya itu.


" aku tau wanita itu . dia temannya Diyan , lebih tepatnya mantan kekasih Diyan " ucap Reiki


" lalu , apa hubungannya denganku ? kenapa dia malah menargetkan aku bukannya Diyan ? "tanya Angela.


" mungkin dia cemburu dan salah mengira kau istrinya Diyan " celetuk Leon.


sontak wajah Reiki langsung tak enak dipandang.


Reiki langsung menyuruh Diyan datang ke markas Dragon Eyes.


dalam waktu 10 menit , Diyan datang walaupun ia harus diantar masuk oleh suruhan Leon.


" kenapa kau manggil aku malam-malam gini sih ?! " gerutu Diyan ke Reiki saat sudah berkumpul di ruang pengawasan.


" kau lihat monitor itu. kau kenal ? " tanya Angela menunjuk monitor.


Diyan memperhatikan sosok didalam monitor itu .


ia langsung melangkah mundur saat mengenali sosok itu.


" ya , dia mantanku " ucap Diyan menjauh dari monitor.


" kalau gitu , kau yang harus selesaikan ini. karena wanita itu berusaha membunuh istriku , bukan Istrimu " ucap Reiki dingin


Walaupun dalam hatinya Diyan enggan.


tapi , ia harus . karena ia tau betapa gilanya wanita itu.


ia percaya jika wanita itu nekat ingin membunuh Angela.


" tapi .. aku mau main-main dulu dengannya. udah lama gak main , iya kan ? "ucap Angela menatap penuh arti pada kakaknya yang langsung berdiri dibelakang Reiki.


" terserah kamu ! aku gak perduli dan jangan libatkan aku lagi ! " teriak Leon takut ,bersembunyi di belakang Reiki.


Angela keluar dari ruang pengawasan sambil bersenandung kecil.


" jangan tanya ! lihat aja ! " sergah Leon saat Reiki hendak bertanya padanya.


.


.


.


.


to be continue 🤗😊😘