YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S2 -- 033



Beberapa bulan telah berlalu..


mengingat usia kehamilan Angela yang memasuki bulan ke 9..


Reiki pun menyetujui permintaan Angela yang ingin tinggal di mansion nya atau lebih tepatnya markas The Dark Knight.


Selain disitu keamanan nya tinggi , penghuninya juga ramai..


letak mansion yang ada di dekat pusat kota pun bisa memudahkan mereka jika sewaktu-waktu Angela harus dilarikan ke rumah sakit..


Angela dan Reiki pun sering menghubungi ayah Brian dan Jordan karena keduanya tak bisa terbang kesana.


dan Jordan pun memahaminya.


Makin hari , Angela semakin manja pada Reiki..


sampai Arthur tak bisa main dengan papinya itu.


untung beberapa hari yang lalu Viona dan Lena datang dan menemani Arthur.


Seperti saat ini..


Angela menyusuri lorong dilantai bawah mencari keberadaan suaminya.


namun belum juga ia temukan..


Akhirnya ia memilih ke taman belakang tempat biasa ia memandangi langit.


" sayang mami.. tumben kamu diam.. biasanya aktif main didalam " ucap Angela mengelus perut buncitnya.


" mami !! " teriak Arthur yang baru pulang sekolah di jemput Viona dan Lena.


Angela melambaikan tangannya sambil tersenyum ke arah putra sulungnya yang berlari kecil.


" sayang.. lihat . kakakmu baru pulang sekolah ." ucap Angela mengajak bicara anak yang masih berada didalam perutnya itu.


" mami .. lihat deh.. Arthur dapat nilai 100 " ucap Arthur memamerkan kertas ulangan nya tadi pada sang mami.


" waah ..hebat ! Arthur pintar !! " ucap Angela


Arthur pun tertawa senang karena maminya senang.


" adek.. kalau udah lahir , main sama kakak ya .. tenang aja kakak bakal jagain kamu kok.. janji " ucap Arthur menempelkan telinganya ke perut Angela sambil berbicara pada calon adiknya itu..


Pasangan ibu Dan anak itu pun masuk ke dalam karena cuaca yang mulai mendung.


" kak " panggil Angela ikut duduk di ruang tv bareng Viona dan Lena .


" iya kenapa angel ? " tanya Viona


" Papi Arthur kemana ya , kok gak kelihatan dari pagi tadi ? " tanya Angela karena ia belum melihat suaminya sejak bangun tidur.


" lah.. bukannya Reiki pergi kerja.. kamu lupa ? " tanya Viona


" oh iya.. aku lupa hehehe " ucap Angela


" dasar kamu ini " ucap Viona menggelengkan kepalanya.


lalu kedua ibu itu pun hanyut dalam drama yang di tayangkan di tv..


Lena dan Arthur menatap bingung melihat ibu mereka kadang menangis , tak lama berubah jadi marah , lalu ketawa..


kedua bocah itu bingung sendiri..


" kak , kita main tempat lain aja yuk " ajak Arthur


" ayuk " jawab Lena.


Lalu kedua bocah itu pun memilih bermain di taman depan dengan penjagaan tentunya.


Sedangkan Reiki hari ini benar-benar sedang sibuk di perusahaan nya karena ada yang berani bermain-main di Perusahaan nya.


Hawa mencekam sangat terasa di ruangan Reiki membuat seorang pria yang berlutut itu ketakutan bahkan sekedar untuk menyeka bulir keringatnya.


orang itu adalah salah satu karyawan senior di perusahaan Reiki.


" bos .. ini laporannya " ucap sekretaris Reiki memberikan sebuah map ke Reiki walaupun ia sendiri juga takut.


Reiki mengalihkan tatapan tajam nya dari pria yang berlutut itu dan meneliti laporan yang diberikan sekretaris nya itu.


" katakan ! " ucap Reiki tanpa mengalihkan perhatian nya dari map itu.


"maaf bos.. saya benar-benar tidak tau .. saya izin cuti waktu itu.. saya tidak terlibat apapun bos " ucap nya grogi dengan seluruh tubuh yang bergetar.


" bawa mereka masuk " ucap Reiki ke penjaga pintu


lalu masuklah 4 orang pria yang kini juga ketakutan.


" bos memanggil kami ? " ucap pria yang masih memakai rompi kerja lapangan lengkap dengan helm keselamatan.


Reiki menatap tajam mereka berlima bergantian.


Lalu melemparkan map hasil temuan sekretaris nya tepat ke hadapan mereka berlima.


" BACA ! " bentak Reiki dan secara otomatis mereka berlima membaca isi map itu.


" Jika ada yang jujur dan mengaku . maka ia bebas keluar dari pintu itu .. dan begitu juga sebaliknya " ucap Reiki datar.


Mendengar itu , salah satu pria pekerja lapangan pun mengangkat tangannya.


" katakan " ucap Reiki


" maaf bos.. saya tau jika pak manager dan mandor bekerja sama dalam penggelapan dana proyek " ucapnya.


Reiki diam mendengarkan setiap ucapan pria itu..


Lalu ia melambaikan tangannya , menyuruh penjaga membawa pergi pria itu 2


" apa tidak ada yang mau kalian katakan " tanya Reiki.


empat pria itu saling lempar pandang.


Reiki melambaikan tangannya menyuruh Sekretaris nya keluar , begitu juga dengan penjaga pintu.


karena tak ada orang lain lagi.


empat orang pria itu pun langsung menyerang Reiki dengan segala keberanian yang tersisa .


" HIYAAA !!!! serang !!!!!! " teriak karyawan senior itu mengarahkan pisau ke Reiki.


Reiki tersenyum remeh melihat keempat pria itu maju bersama-sama.


" ternyata ini tujuan kalian " ucap Reiki menghindari setiap serangan .


" iya benar.. ini maksud tujuan kami!! " ucap kepala mandor lapangan mengatarahkan belatinya ke dada kiri Reiki.


Selama beberapa menit , keempat pria itu terus mencoba membunuh Reiki.


" orang tak tau malu dan sok berkuasa seperti mu harus mati sejak dulu ! " teriak meneger itu melemparkan belatinya kearah Reiki


Syuut


syuut.


" hah.. bagaimana mungkin itu terjadi " mereka bertanya-tanya saat Reiki menghentikan belati itu didepan didepannya.


" ku kembalikan untukmu " ucap Reiki melemparkan kembali pisau itu hingga mengenai salah seorang diantara mereka.


" AAAKKHH ! " Teriak orang itu mengerang kesakitan.


" Awas kau !! matilah kau !! " bentak temannya lalu menendang Reiki.


" Aaaaaaakkkkhhh " pria itu mengerang kesakitan karena sakit dikakiny.


" adik .. bunuh dia ! " teriak pria itu dengan kesal .


" baik kak ! " ucap nya lalu maju untuk membunuh Reiki.


syuut .


bugh ..


BRAAK ...


tak butuh waktu lama .. kini ketiga pria itu jatuh kesakitan dilantai.


Reiki berjalan mendekati satu pria lagi.


" maaf bos.. saya hanya ikut ikutan dan saya tidak tau apapun bos " ucap pria itu membela diri.


" katakan !! dari kelompok mana kalian , hingga berani menyusup ke perusahaan ku ini " bentak Reiki mencengkram leher pria itu lalu mengangkat ke atas.


" maaf bos.. kami dari geng pisau terbang boss... bos tolong ampuni saya. saya baru bergabung dengan mereka. " ucapnya .


Reiki pun langsung melemparkan pria itu.


" pergi .. dan bawa juga mereka keluar " ucap Reiki.


pplok plok


Para penjaga dan sekretaris Reiki pun masuk kembali dan kaget melihat isi ruangan yang berantakan .


" seret mereka pergi dari sini ! " ucap Reiki.


" baik bos " jawab para penjaga lalu menyeret keluar empat orang pria itu.


" bos .. banyak panggilan dari Nyonya " ucap sekretaris itu memberikan ponsel Reiki yang tadi sempat dititipkan padanya.


" hmm.. urus masalah penggelapan dana ini secepatnya dan segera ganti bahan-bahan tak berkualitas di lapangan " ucap Reiki.


" baik bos " ucap sekretarisnya.


Lalu Reiki pun memilih untuk pulang.


dan bertemu dengan istri dan anaknya ..


to be continue 🤗😘😊