YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 18



2 minggu pun berlalu..


Hari ini adalah hari dimana Raya dan teman-teman satu angkatannya resmi lulus dari universitas.


Raya senang akhirnya ia bisa lulus.


Namun sedikit rasa iri saat ia melihat teman-teman nya yang lain datang dan berfoto dengan ayah , ibu dan keluarga mereka.


" apa aku masih punya keluarga kandung ? " gumam Raya duduk di bangku taman kampus.


" hai cantik , selamat ya " ucap Arthur memberikan bunga ke Raya.


Raya langsung memeluk erat Arthur , karena sehari sebelumnya Arthur bilang ia tak bisa datang.


Tapi sekarang kekasihnya itu ada didepannya.


" kamu datang.. makasih sayang kamu udah mau datang " ucap Raya girang.


" ya , apapun untuk pacarku " ucap Arthur balas memeluk Raya.


" ehem.. senior , banyak yang nontonin kita loh " ucap Arthur pelan.


Langsung saja Raya melepaskan pelukannya dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" hahaha... udah Ra , ayo ambil foto dulu " ucap Arthur menarik Raya ke tangga dan berdiri dibelakang para dosen.


Sesi foto itu pun dilanjutkan dengan Raya dan Arthur yang berfoto berdua.


Namun sayang , kesenangan itu tak bertahan lama .


karena para senior wanita mulai berdatangan mengerumuni Arthur meminta untuk berfoto bersama.


Dengan terpaksa Raya pun memisahkan dirinya sebentar dan kembali ke bangku taman yang memang tak terlalu jauh dari lokasi foto itu.


" nona maaf mengganggu.." ucap seseorang duduk disamping Raya.


" kamu lagi.. sekarang apa ? " tanya Raya judes.


" maaf nona.. saya hanya mengantarkan ini sebagai hadiah kelulusan nona " ucap orang itu memberikan sebuah kotak kecil.


Raya kaget saat melihat isi dari kotak itu..Ternyata isinya adalah kartu kredit.


" apa maksudnya ini.. dan lagi apa maksud kalian terus saja mendatangiku dan memberi bermacam-macam barang.. siapa kalian !? " tanya Raya karena sejak dari taman bermain 2 minggu lalu.


orang di sampingnya itu selalu datang dengan membawa banyak barang bukan hanya untuk Raya tapi juga anak-anak panti asuhan.


" maaf Nona. saya hanya bertugas mengantarkan pesanan kepada Nona.. untuk jawaban dari pertanyaan tadi , saya harap Nona bersabar lagi .. Tuan sendirilah yang akan menjelaskan semuanya kepada Nona.. dan juga pesan dari Tuan , Nona boleh pakai kartu kredit itu sesuka Nona.. apapun yang Nona inginkan , silakan beli menggunakan kartu itu " jelas orang berbaju hitam itu sopan..


Dari jauh Arthur melihat dengan jelas orang asing yang duduk disamping kekasihnya itu.


rasa cemburu , tentu ada.


tapi , rasa penasaran dan khawatir akan keselamatan Raya lah yang sangat dirasakan Arthur saat ini..


" mohon maaf semuanya , saya masih ada urusan.. saya permisi " ucap Arthur membelah kerumunan itu lalu langsung berjalan cepat ke arah Raya.


" tunggu , siapa tuanmu ? " tanya Raya menghentikan langkah kaki orang itu .


" maaf Nona , Tuan belum mengijinkan saya untuk memberitahukan identitas nya pada Nona.. Tuan hanya berpesan , harap Nona jaga diri selama diluar " ucap Orang itu sopan melangkahkan kakinya pergi menjauh sebelum Arthur semakin mendekat.


" sayang .. kamu gak apa-apa kan ? orang itu ngapain ? " tanya Arthur khawatir.


" aku gak apa-apa Sayang.. entahlah , orang itu aneh.. aku juga gak tau orang itu siapa . hanya saja dimanapun aku berada , orang itu pasti muncul tiba-tiba. " ucap Raya bingung.


" dia gak ngancam kamu kan ,, ? " tanya Arthur khawatir..


" gak sayangku.. aku baik-baik aja kok.. lihat , masih utuh kan " ucap Raya memegang kedua pipi Arthur dan menatap lembut kedua mata Arthur yang takut.


" maaf aku belum bisa cerita ke kamu .. karena aku sendiri juga belum tau siapa dan apa tujuan mereka sebenarnya " batin Raya.


" yaudah , ayo pergi dari sini.. biar aku bantu bawa barang-barang mu " ucap Arthur memegang tangan Raya yang masih ada dipipinya..


Raya tersenyum lalu mengangguk..


Keduanya pun menuju asrama putri tempat Raya tinggal selama kuliah disini..


Arthur membantu membawa keluar semua barang-barang milik kekasihnya itu menuju mobilnya.


" silakan masuk Tuan Putri " ucap Arthur membukakan pintu mobil untuk Raya.


" thank you My Prince " ucap Raya lalu masuk.


Saat Arthur hendak menyalakan mesin mobilnya , secara tak sengaja ia melihat orang aneh yang tadi duduk dengan Raya .. orang itu sedang mengawasi mereka berdua dari dalam mobil hitam tepat dibelakang mobil Arthur.


" Sayang , aku udah gak tinggal di panti lagi " ucap Raya .


Arthur pun tak tau kenapa dan siapa yang melakukan itu , yang pasti bukan anggota keluarganya yang melakukan itu.


" kasian ibu Rol.. lagipula , kondisi panti sekarang lagi gak begitu bagus , ditambah dengan aku yang tinggal disitu yang ada malah menambah beban untuk ibu Rol.. " ucap Raya.


" lalu , sekarang kamu mau tinggal dimana ? " tanya Arthur


" hmm.. mungkin aku akan cari kontrakan kecil didekat perusahaan JRD Corp .. soalnya aku kan diterima kerja disitu dan mulai minggu depan aku resmi jadi pegawainya " ucap Raya tertawa bahagia.


" oke.. aku gak akan melarangmu asalkan kamu bahagia.. tapi dengan satu syarat.. " ucap Arthur


" syarat apa ? " tanya Raya .


Tanpa menjawab pertanyaan sang kekasih.


Arthur langsung menjalankan mobilnya keluar area kampus..


Arthur sengaja melajukan mobilnya berkeliling kota dengan kecepatan rendah , hingga ia masuk ke jalanan yang padat dan banyak lampu merahnya.


" pegangan yang kuat ya " ucap Arthur memperingati Raya.


dengan spontan Raya langsung berpegangan erat pada gagang diatas kepalanya.


Syuuut !!


Ckiiit !!


Arthur menambah laju mobilnya hingga diatas rata-rata..


" sialan bocah !! " gerutu orang yang membuntuti Arthur dan Raya tadi karena kini dirinya terjebak lampu merah dan mobil Arthur pun kini tak terlihat lagi..


#


Buru-buru Arthur memasukkan mobilnya ke lift khusus di parkiran gedung apartemen nya yang langsung menuju lantai apartemennya.


" masuk dulu , akan ku jelaskan didalam " ucap Arthur mengerti tatapan bingung dari Raya.


Arthur membawa masuk barang-barang kekasihnya itu kedalam 'rumahnya'.


Lalu mendudukkan Raya disofa , sedangkan dirinya mengambilkan minum untuk Raya.


" maafkan aku.. kamu pasti takut tadi " ucap Arthur merasa bersalah.


" sebenarnya ada apa , kenapa tadi kamu tiba-tiba ngebut gitu ? " tanya Raya.


Arthur mendudukkan dirinya di samping Raya lalu menunjukkan ponselnya.


" dimobil ku ada kameranya , dan kamera itu terhubung langsung keponsel ini.. coba lihat ini " ucap Arthur menunjukkan video kamera CCTV dari mobilnya tadi.


" ini .. bukannya ?? " tanya Raya kaget.


" iya , orang aneh tadi membuntuti kita ..aku gak mau orang itu tau tujuan kita makanya terpaksa aku kayak gitu. " ucap Arthur


" dan juga , aku gak mau kamu tinggal sendirian diluar sana.. jadi , kamu tinggal disini aja ya .. tenang aja , aku gak bakal macam-macam kok " ucap Arthur


" aku cuma khawatir dengan keselamatan mu.. aku gak tau apa yang orang itu inginkan , aku gak mau kamu terluka.. jadi please , tinggal denganku disini " ucap Arthur.


" tapi .. gimana kalau nanti ada paparazi yang tau aku tinggal disini.. kamu bakal terlibat masalah " ucap Raya khawatir.


" keselamatan mu lebih penting dari karirku.. kalaupun kamu minta aku berhenti , aku bakal berhenti.. asalkan kamu tetap disisiku " ucap Arthur serius


" baiklah.. tapi awas macam-macam ya " ucap Raya.


Arthur pun tertawa kecil sambil menutup matanya dengan tangannya.


Sisa hari itu , Raya habiskan dengan membereskan barang-barang nya dan juga membersihkan dirinya.


Malam itu mereka makan bersama , walaupun makanan pesan antar.


tak lupa juga Raya memberi kabar pada ibu Rol jika dirinya sekarang tinggal di kontrakan dekat kantornya.


Sedangkan Arthur , ia langsung mengurung diri dikamarnya setelah makan malam.


Entah apa yang ia kerjakan , yang pasti ia berkutat dengan komputernya.


To be continue 😘😊🤗


Jangan lupa baca karya Author yang lainnya ya..


' Si Cantik Misterius ' dan yang terbaru ' My Dear Queen Mafia '


ramaikan ya 🤗🤗🤗😊😉