
Hyper tiba di Rumah Sakit Anson Grup.
seluruh dokter dan juga perawat pun langsung bergegas menangani Leon yang sudah kehabisan banyak darah itu.
Leon pun dilarikan ke ruang operasi.
sedangkan Aurora hanya mengalami syok dan luka luar yang tak terlalu parah.
Viona ditemani Vero dan Nana berjaga di depan ruang operasi.
Tak lama setelah suasana yang sedikit kondusif itu , kini rumah sakit itu kembali kalang kabut kala Angela dan Reiki juga di bawa dalam kondisi yang tak begitu baik.
" Selamatkan kakakku " ucap Angela pelan yang masih sedikit sadar kepada dokter yang menanganinya.
" Tuan muda sedang dioperasi. mohon nona jangan panik. kita harus menangani luka nona lebih dulu " ucap dokter itu sembari membersihkan luka Angela.
" Ka..kak.. jangan pergi.. " ucap angela meneteskan airmata sebelum akhirnya ia pun tak sadarkan diri.
Mendengar kabar kedua cucu nya dilarikan ke Rumah Sakit
Kakek Tio langsung bergegas ke rumah sakit .
" DIMANA MEREKA ?! " tanya Kakek Tio sedikit meninggikan suara nya membuat para dokter dan suster jadi takut.
" Tuan.. Tuan dan Nona Muda sedang dalam penanganan dokter terbaik kami. selain itu , ada seorang pemuda yang juga dibawa kemari bersamaan dengan Nona Muda. " ucap kepala staf yang saat itu berjaga.
" bawa aku kesana ! " tegas Kakek Tio.
kepala staf itu pun membawa Kakek Tio ke ruang perawatan Reiki.
" berikan yang terbaik untuk cucu menantuku ini " ucap Kakek Tio melihat kondisi Reiki yang untungnya tak terlalu parah
" baik tuan " jawab kepala staf itu sedikit kaget mendengar kata 'cucu menantu'.
" gimana keadaan Reiki ?! " tanya raja rius yang datang dengan tergesa-gesa dan langsung masuk ke ruang itu.
" pasien hanya kehabisan tenaga nya serta luka luar yang tak terlalu parah . kemungkin pasien akan segera sadar " jawab kepala staf itu dengan sopan.
" gimana keadaan menantu ku ? " tanya raja rius.
" saya belum melihat Angela dan Leon. " ucap Kakek tio
" Tuan Muda sedang menjalani operasi untuk luka yang didapat nya dan juga beliau kehilangan banyak darah . beruntung kami punya persediaan darah khusus tuan muda dirumah sakit ini " ucap nya sedikit menyombongkan diri.
" dimana nona muda sekarang ? " tanya kakek Tio.
" Ada di kamar samping tuan " jawab nya menunduk sopan.
" aku kesana dulu. anda mau disini atau ikut denganku ? " tanya kakek tio pada raja rius yang menatap dalam wajah pucat reiki.
" maaf pak tio. saya disini dulu , saya ingin menemani putra saya dulu " ucap raja rius tanpa melihat ke arah kakek tio..
lalu kakek tio pun keluar dari ruang rawat Reiki meninggalkan raja rius yang menemani putranya.
Kakek tio pun tak jadi masuk ke kamar perawatan Angela.
ia hanya melihatnya dari luar pintu.
" syukurlah kamu selamat cucu kakek.." ucap kakek tio melihat Angela yang sedang istirahat ditemani oleh johan dan jordan juga vero dan Nana.
kakek tio pun lanjut ke ruang operasi.
menunggu dokter yang mengoperasi Leon keluar.
tak lama kakek tio menunggu , Raja Alvin pun datang bersama beberapa pengawal pribadi nya.
" pak. bagaimana keadaan mereka ? " tanya raja Alvin.
" Leon masih dioperasi. sedangkan Angel masih tak sadarkan diri." jawab kakek tio.
" pak apa bapak tau berita ini ? " tanya Raja rius memberikan video berita tentang gunjangan hebat di hampir seluruh metrocity itu.
" tidak. tapi apa mungkin ini karena mereka berdua ? " tanya kakek tio.
" jika memang benar maka keduanya dalam bahaya sekarang " ucap raja alvin menyadari sesuatu didalam berita itu..
" mana Angel dan Reiki ? " tanya raja alvin ke kakek tio
mereka pun langsung bergegas ke kamar Reiki .
dilihatnya raja rius sedang mengalirkan sedikit spiritnya kedalam tubuh reiki.
" uhuuk uhuk " reiki pun langsung memuntahkan darah hitam kental dan perlahan wajahnya tak terlalu pucat lagi.
" bagaimana keadaannya ? "tanya raja Alvin.
" luka dalam dan juga energi elemen nya sudah ku pulihkan. ia akan baik-baik saja " ucap raja rius sambil membersihkan sisa darah yang menempel dimulut dan leher reiki.
" jika begitu , Angela gimana.. sekarang ini hanya ia yang tersisa secara garis keturunan kami " ucap raja Alvin
" masih ada Leon." jawab kakek tio
" pak. maksudku hanya Angela lah yang tersisa yang mengendalikan energi elemen kerajaan kami. " jawab raja alvin.
tiba-tiba..
brak..
" ah maaf. saya salah kamar .. permisi " ucap shiro yang tak sengaja membuka pintu ruang rawat reiki.
dengan cepat ia menutup lagi pintu itu lalu beralih ke kamar sebelah nya.
" maaf tuan. saya mengganggu " ucap shiro pada johan dan jordan yang sedang menelpon orang tua mereka.
" ada apa shiro ? " tanya johan lalu memberikan ponsel nya ke jordan.
" saya datang menjalankan tugas dari master " ucap shiro.
" lakukan lah " ucap johan melihat shiro membawa koper silver dengan sebuah pola kristal ditengah nya.
Dengan hati-hati , ia membuka koper itu lalu mengeluarkan isi nya.
" apa itu shiro? " tanya jordan yang kaget melihat tabung kecil berwarna merah itu.
" ini ekstrak dari inti elemen master tuan " jawab shiro lalu menyuntikkan secara lembut tepat di tengah dada Angela
" apa itu akan berhasil ? " tanya johan
" selalu berhasil tuan " jawab shiro
" maksudmu ? " tanya johan
" tuan Bara Anson dulu yang memberi perintah pada kami untuk membuat sesuatu yang dapat langsung memulihkan inti elemen master yang kala itu masih 2 tahun. begitu juga dengan tuan muda Leon. beliau juga punya inti elemen hanya saja entah kenapa milik tuan muda Leon menolak untuk diambil dan perlahan-lahan tertidur ." jawab shiro.
" katakan dengan jelas , apa maksudmu ! " ucap Kakek tio yang dari tadi mendengar dan melihat apa yang dilakukan shiro begitu juga raja alvin.
" maaf tuan. saya hanya menjalankan amanah dari tuan Bara anson. jika sewaktu-waktu master dalam keadaan lemah maka pulihkan kembali dengan serum ini dan master juga tau akan hal ini. " terang shiro
" hmmm.. tidaak. tidak .jangan.. kembali.. TIDAAAAKK !! " teriak Angela tersadar membuat semua orang jadi kaget sekaligus senang.
" cucu kakek .. akhirnya kamu sadar sayang " ucap Kakek Tio memeluk Angela yang belum sadar sepenuhnya.
Angela melihat ke sekelilingnya.
" Mana Reiki , mana kak Leon. HYPERR !! " seru Angela panik karena tak melihat ketiga pemuda itu.
" huss.. Angel. tenang ya. hyper lagi nemenin aurora diruang rawat nya. Reiki juga lagi pemulihan di sebelah." ucap johan menenangkan adik nya itu.
" kamu tenang dulu ya.. Leon masih di operasi sama dokter . dia bakal baik-baik aja . kamu tenang oke " ucap Johan menghapus air mata Angela dengan lembut.
tiba-tiba suster pun masuk dengan tergesa-gesa mencari kakek tio.
" Tuan.. tuan muda .. dia .. kritis . tolong tuan cepat ke ruang operasi " ucap nya panik..
Mendengar itu Angela langsung syok.
" shiro. apa kau bawa benda itu ? " tanya Angela
" iya master , saya bawa " jawab shiro
" kalau gitu , cepat ikuti aku " ucap Angela langsung turun dari ranjangnya dan berlari dengan cepat bersama tiang infus nya.
shiro pun mengikuti sang master dengan tak kalah cepat nya
" pantas namanya Pasukan Bayangan . kalau orang biasa mungkin gak bisa melihat mereka " ucap Jordan.
" kalian tetap disini saja ya.. istirahat " ucap johan mengelus rambut vero.
vero mengangguk.
jordan pun juga meninggalkan Nana bersama Vero.
" kakek , paman. kami menyusul Angel dulu " ucap johan lalu langsung berlari dan dalam hitungan detik sudah tak ada di koridor itu. Jordan pun mengikuti jejak sang kakak.
" ayo cepat tunggu apa lagi. Leon kritis sekarang !! " ucap kakek tio panik sambil mengguncang raja Alvin.
" kalian bantu kakek ini ke sana " ucap raja alvin pada beberapa pengawalnya.
sedangkan ia sendiri juga berlari dengan cepat menyusul para anak muda itu.
#
Di depan ruang operasi.
suster yang sudah menunggu diluar pintu pun makin gelisah karena tak melihat ada yang datang.
hingga akhirnya ia dikagetkan dengan Angela yang menyuruhnya minggir.
" nona . silahkan " ucap nya membuka pintu.
Angela pun masuk ke dalam ruang operasi.
johan dan jordan yang menyusul ditahan shiro , mereka tak boleh masuk karena Angela sudah didalam.
viona yang daritadi khawatir pun kini sudah lebih tenang melihat Angela datang.
Angela melihat tubuh sang kakak yang dipenuhi berbagai kabel yang menyambung hidupnya.
air mata pun tak dapat dibendung lagi.
Dengan hati-hati Angela menyuntikkan cairan yang sama dengan miliknya tadi hanya saja kali ini lebih kental .
" bantu aku melepaskan ini semua , ia tak butuh ini semua " ucap Angela ke Viona sambil melepaskan salah satu kabel itu.
" tapi master , alat-alat ini lah yang membantunya tetap hidup. jika kita melepaskannya ,maka.. " ucap Viona ragu
" vi apa kau lupa siapa kami sebenarnya , apa kau lupa berapa kali aku juga seperti ini.. sudah cepatlah " ucap Angela menyadarkan Viona.
Dua gadis itupun melepaskan semua alat bantu kehidupan pada tubuh Leon.
" kak.. ku mohon. berjuang lah. aku tau itu sakit. tapi inilah kenyataan kita " lirih angela menggenggam tangan Leon.
" vi.. sebaiknya kamu keluar. jika 'ia' sadar , aku takut kamu terluka jika tetap disini " ucap Angela
" tapi .. " ucap viona dipotong Angela
" tenang saja. kami berdua sama, jadi itu tak akan menyakiti ku " ucap Angela tersenyum dengan air mata yang terus mengalir.
Akhirnya viona pun keluar.
" Baguslah kau keluar. itu tandanya master masih peduli padamu " ucap Shiro saat Viona keluar
" kuharap mereka baik-baik saja " ucap Viona.
" tenanglah. kita berdua tau tentang 'ia' . jadi tunggu saja " ucap shiro merangkul teman nya itu.
Sedangkan di alam bawah sadar Leon.
ia yang sedang menikmati waktunya bersama Angela dan kedua orangtua nya harus terganggu karena kedatangan seseorang..
" siapa kau pak tua ?! " tanya Leon tak suka melihat sosok kakek berjubah merah yang dikelilingi aura emas itu.
" aku adalah kau. kau adalah aku. kita berada dalam raga yang sama " ucap nya menggema
" aku tak mengenalmu " ucap Leon
" Nak sudah waktunya kau bangkit. berbuat baiklah maka aku juga akan berbaik hati padamu " ucap nya
" apa maksudmu pak tua ?! " tanya Leon
" kau sama seperti mereka . aku ada dalam diri mereka " ucap kakek itu bersamaan dengan muncul nya para penguasa kerajaan phoenix.
" BUNDA .. ANGELA !! " teriak Leon melihat sosok Diana dan Angela juga muncul bersama sosok lainnya.
" Diana Putri , Angela Anson . aku juga ada dalam diri mereka. aku melindungi garis keturunan ku dari masa ke masa.. kini saatnya bagimu untuk melindungi garis keturunan dimasa mu. " ucap kakek tua itu
" wahai Leon Anson. putra dari Diana Putri.. Ratu phoenix suci. bersediakah kau menggunakan spirit yang wariskan pada kalian ? " tanya kakek tua itu pada Leon
" Saya Leon Anson , putra dari Diana Putri bersedia !! " jawab Leon lantang.
" jika begitu pergilah " ucap kakek tua itu setelah menyentuh kening Leon..
Angela yang menunggu pun jadi makin cemas karena belum ada reaksi apapun dari tubuh Leon.
Lalu ia melihat sebuah pergerakan , dengan cepat angela menutup rapat pintu dengan segala yang bisa ia pindahkan..
" AAAAKKKHHHH .. !!! " muncul lah api biru layaknya yang dimiliki Angela bersamaan dengan teriakan itu.
Angela yang sudah mengeluarkan api nya pun tersenyum bahagia .
Akhirnya sang kakak telah bangkit .
perlahan Angela berjalan mendekati Leon sambil menerobos api biru Leon.
" syukurlah kakak berhasil ! " ucap angela membelai lembut wajah Leon yang sedang kesakitan.
Leon yang merasakan belaian lembut sang adik pun kini perlahan menghilangkan api nya sendiri.
" Angel.. " ucap Leon lemah.
" iya kak selamat datang kembali " ucap Angela menangis bahagia.
" kakak senang . kamu masih mau lihat kakak " ucap Leon pelan tangannya yang lemah berusaha ia gerakkan untuk menghapus air mata Angela.
keduanya pun berpelukan walaupun api biru Angela masih menyala..
jika didalam ruang operasi keduanya bahagia.
diluar justru sebaliknya , mereka panik saat mendengar teriakan Leon bersamaan dengan muncul bayangan api biru Angela.
Shiro yang sudah kewalahan menahan mereka pun pasrah dengan segala protes yang dilayangkan padanya ..
to be continue 🤗😘😊