
* Hai Semuanya 🤗🤗🤗
Jangan Lupa Like 👍❤ , Komen 💬 , Share Dan Juga Vote Nya Ya ..
Biar Author Tambah Semangat Untuk Updatenya.
Terima Kasih 😘😉
##
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat.
Hari ini adalah hari pertama Raya bekerja setelah lulus kuliah.
ia bekerja di gedung pusat perusahaan JDR Corp walaupun bukan yang terbesar tapi perusahaan itu masuk dalam daftar 5 perusahaan yang berpengaruh di Kota DA bahkan di negara AMT ini.
Kebetulan Raya melamar kerja bersama Luna dan keduanya lulus interview dan diterima kerja.
Mulai dari subuh , Raya sudah sibuk sendiri dengan dirinya.
Tak ingin terlambat dihari pertama , Raya pergi bahkan sebelum Arthur keluar dari kamarnya.
Setelah beberapa waktu ini , keduanya sudah terbiasa akan kehadiran satu sama lain di bawah atap yang sama.
Namun , selama beberapa waktu ini , keduanya tak pernah melewati batas .
Arthur selalu berusaha menahan dirinya saat dekat dengan kekasihnya tercinta itu.
" yaudah deh . siapin aja " gumam Raya menyiapkan sarapan untuk Arthur sebelum dirinya berangkat.
Setelah selesai , tak lupa ia menempelkan catatan di dapur dan juga di lemari pendingin.
" semua udah . tinggal berangkat " ucap Raya mengambil salah satu kunci motor yang biasanya ia pakai selama berada di rumah Arthur.
Raya turun ke parkiran bawah dan secara tak sengaja berpapasan dengan beberapa penghuni gedung lainnya.
Ya walaupun para penghuni tak tau siapa Raya , tapi mereka tak keberatan dengan keberadaannya karena Raya juga dikenal cukup baik dan ramah .
" pagi pak " sapa Raya berpapasan dengan security yang berkeliling.
" eh pagi nona . masih pagi non , mau berangkat kerja ya ? " tanya Security yang sama dengan yang waktu itu mengusir orang asing.
" iya pak. maklum hari pertama hehe " ucap Raya ceria
" oh kalau gitu semangat ya Non.. semoga lancar " ucap pak security juga semangat.
Raya lanjut menjalankan sepeda motor matic warna putih itu dengan kecepatan sedang melewati gerbang depan.
perjalanan yang ditempuh Raya hanya membutuhkan waktu 10 menit hingga ia tiba di parkiran gedung perusahaan barunya itu karena lalu lintas yang masih lenggang.
Setelah menemukan ruang HRD , ia menunggu hingga namanya dipanggil untuk pembagian divisi.
Tak lama , Luna pun datang.
Kedua sahabat itu pun senang karena bisa bertemu dan bekerja di tempat yang sama.
Keduanya berpisah karena Luna di tempatkan di divisi keuangan , Sedangkan Raya di tugaskan di Divisi manajemen sesuai Jurusannya.
##
Arthur bangun begitu alarmnya berbunyi.
ia sedikit tak enak hati saat keluar dari kamarnya , ia melihat suasana apartemen nya yang kembali sunyi.
" hah.. kayaknya aku telat bangun " gumam Arthur.
ia berjalan ke dapur dan melihat catatan dari Raya didepan pintu dapur.
Arthur tertawa kecil membaca catatan itu.
' Pangeranku tersayang. jangan lupa sarapan ya, udah ku siapin ya walaupun entar jadi dingin kalau lama dibiarin sih hehe ' Tulis Raya.
" iya tuan putri ku tersayang, pasti akan ku makan sarapan penuh cintanya " ucap Arthur
disana ia juga mendapat catatan dari kekasihnya itu.
' masih pagi , jangan minum es ya. ada susu di atas meja. awas kalau minum es , entar ku hukum loh ' tulis Raya lagi.
Arthur tersenyum membaca catatan Raya.
" sayangku , es cuma segini gak akan berpengaruh untukku sayangku " ucap Arthur.
" gimana mau pengaruh , toh aku punya es yang lebih dingin dari ini " gumam Arthur menyentuh botol didalam lemari pendingin.
Lalu Arthur duduk di meja makan dan sarapan sesuai dengan yang dipesankan kekasihnya itu.
setelah selesai , tak lupa Arthur memfoto piring dan gelas kosong itu lalu dikirimkan ke Raya sebagai bukti jika dirinya benar-benar sarapan.
Arthur mencuci sendiri piring nya.
Lalu lanjut dengan membersihkan dirinya karena hari ini ia disuruh pulang ke rumah oleh sang mami.
Arthur mengambil kunci mobilnya lalu turun ke bawah.
Arthur kaget saat memencet tombol kunci mobil , mobil yang berbunyi adalah mobil khusus untuk dirinya menjalankan misi.
" kok bisa keambil yang ini sih.. ah o'on banget " gerutu Arthur langsung naik lagi.
dan untung saja dirinya langsung lari kedalam karena sedetik kemudian terdengar suara pistol dari luar gedung.
Arthur juga mendengar suara itu , dengan cepat ia mengaktifkan sistem keamanan otomatis dan menyuruh security untuk mengevakuasi seluruh penghuni yang berada di luar untuk masuk ke unit masing-masing .
DOR DOR
Suara tembakan kembali terdengar tak jauh dari gerbang gedung apartemen.
Setelah seluruh penghuni masuk ke dalam gedung , Arthur langsung menutup pintu gerbang depan lewat sistem keamanan .
" inilah gunanya kendali sistem ku pindahkan ke sini ,kalau enggak bisa ribet.. lagian siapa sih main tembak-tembakan pagi-pagi gini mana masih ramai orang diluar . aneh , siapa mereka " gumam Arthur seraya masuk ke ruang keamanan dan mencari tau siapa yang sudah menganggu kedamaian di sekitarnya itu.
" Geng ikan teri toh. kukira siapa . hah , pantesan gak pandang waktu " ucap Arthur melihat sekelompok orang berbaju merah tengah berhadapan dengan sekolompok orang berbaju hitam lewat kamera keamanannya.
Setelah tau pelakunya , Arthur langsung menyiarkan ke seluruh unit agar para penghuni tak ketakutan.
Arthur meminta para penghuni agar tetap berada didalam unit masing-masing paling tidak selama setengah hari .
" mami , kayaknya Ar gak bisa pulang hari ini " ucap Arthur menelpon maminya
" kenapa , padahal udah mami masakin makanan kesukaanmu " ucap Angela sedih
" ya sebenarnya Arthur udah mau berangkat . tapi ada beberapa cecunguk yang main pistol di dekat gedung Arthur. jadi Ar gak bisa keluar " ucap Arthur menjelaskan.
" cecunguk mana yang gak ada kerjaan gitu hah.. berani main-main diwilayah DK " ucap Angela kesal karena area disekitar gedung apartemen Arthur adalah daerah kekuasaan kelompok mafia The Dark Knight nya dan sangat tak dibenarkan memalak , merampok , mencuri , atau tindak kriminal apapun apalagi sampai terjadi pertempuran.
Sambungan telepon itu langsung terputus bahkan sebelum Arthur menjawab ucapan sang mami.
" kayaknya para ikan teri itu bakal dapat pelajaran hari ini " gumam Arthur lalu berjalan menuju tangga dilantai 3 yang mengarah langsung kejalan .
Tak lama kemudian , 3 buah mobil van hitam pun datang dilokasi.
Kedua geng yang saling adu peluru itu pun langsung sunyi seketika saat melihat orang-orang yang datang itu adalah anggota The Dark Knight.
Geng kecil seperti mereka tak akan bisa melawan beberapa orang anggota The DK bahkan jika kedua geng itu bekerja sama.
" bereskan mereka , tapi ingat jangan disini . jangan sampai masyarakat jadi takut. bawa aja mereka ke markas dan hukum sesuai peraturan " ucap Arthur lewat gelangnya yang secara otomatis langsung terdengar oleh para anggota The Dark Knight yang datang.
Tanpa menunggu perintah lagi , kedua geng itu langsung diamankan dan dibawa ke markas hukuman The Dark Knight.
" akhirnya tenang lagi " ucap Arthur melihat mobil terakhir telah pergi menjauh.
Lalu ia pun menyiarkan berita pada para penghuni agar tak perlu khawatir karena area disini terlindungi.
Arthur pun kembali ke apartemen nya untuk mengganti kunci mobil lalu pergi dari gedung apartemen nya menggunakan mobil merahnya menuju rumah sang mami.
to be continue 😘😊🤗