When Demon Child Become Human

When Demon Child Become Human
␑| Misi Grade SS



Memang kejadian kemarin sedikit memalukan, aku menangis di depan orang lain untuk ke sekian kalinya.


Namun, aku merasa jauh lebih baik sekarang.


Seandainya ia--orang terkasihku--ada di sini dan bertemu orang-orang di Vaughan, apa yang akan ia katakan? Apakah sama seperti dulu?


Aku masih ingat ekspresi wajahnya ketika ia memandang benci kepada manusia.


Lamunanku pecah ketika terasa sinyal pengumuman dari Heart Core.


Lantas aku yang masih duduk di bangku taman dekat air mancur mulai mengeceknya. Membuka layar holografi yang khas hingga sosok EVE muncul secara tiba-tiba.


"Perhatian, telah ditemukan portal di wilayah Feidelm. Tidak diketahui portal itu milik General atau Elite, tetapi tekanan kekuatannya lemah. Kemungkinan adalah Elite yang hampir memasuki tahap lanjut. Misi Grade SS, silakan seluruh anggota kembali dan berkumpul ke gedung utama Departemen Eksekusi."


Pengumuman EVE selesai dan di saat itu juga aku beranjak dari duduk, lalu membuang kaleng soda yang kosong ke tempat sampah daur ulang.


Sepertinya itu portal yang Profesor Kaidan sebut kemarin, di mana beliau kehilangan jam tangan.


Di perjalanan, samar-samar dalam keramaian terlihat beberapa orang melangkah ke tempat yang sama.


Aku sangat yakin mereka adalah anggota Departemen Eksekusi lainnya. Berarti pengumuman ini dikhususkan untuk seluruh anggota, tanpa terkecuali.


Di halaman belakang gedung Departemen Eksekusi yang gersang tanpa sebatang pohon meneduhi dengan rindangnya, kami berkumpul. Berbaris rapi dan tegap dengan melipat kedua tangan di belakang punggung.


Kami tidak sedikit pun melakukan gerakan tidak berarti, sampai terkesan seperti tak bernapas.


Walaupun terik menyengat yang terkesan seperti mengoyak kulit.


Profesor Kaidan melangkah mondar-mandir menatap kami satu persatu. Sesekali mengusap wajahnya lelah.


Beliau tampak gelisah.


Sepertinya karena anggota Departemen Eksekusi yang berkumpul hanya sedikit, bisa dihitung dengan jari. Padahal pengumuman tak terlewatkan dari seluruh anggota yang tersedia di akademi.


Akhirnya beliau berhenti dan menghadap kami dengan sempurna.


"Misi Grade SS. Memang kekuatan dimensinya lemah, mungkin sekelas Elite tingkat lanjut, tetapi kita tak bisa menganggap enteng hal ini. Kita tidak tahu identitas musuh, EVE tidak bisa melacaknya. Tidak tahu juga berapa banyak Knight dan Pawn yang mereka miliki. Terlebih tidak ada tanda atau informasi sekecil apa pun di sekitar portal dimensi, memaksa kita harus meneliti secara langsung; masuk ke dalam dimensi yang mereka buat."


Suara tegas Profesor Kaidan selaku pemimpin Departemen Eksekusi memecah hening.


Kini kedua matanya melihat ke setiap individu di dalam barisan. Kemudian, beliau mulai memanggil beberapa nama.


Orang yang dipanggul melangkah maju, berdiri tegap di samping beliau dengan kukuh tanpa melupakan kode etik khas Departemen Eksekusi.


Empat orang terpilih, salah satunya adalah aku dan Daniel.


Lainnya Dominguez, seorang senior. Grade kekuatan S dengan kontrol A. Class utama Gunner. Anggota club ternama, Mercy. Bahkan dia termasuk dalam peringkat atas murid terbaik akademi. Sangat jarang aku menemuinya karena selalu sibuk dengan tumpukan misi. Tak disangka kini aku berdiri di sampingnya.


Terakhir adalah Neor, Swordmaster Grade A. Meskipun badannya mungil layaknya Cecil, tetapi dia terkenal cukup lincah.


Namun, hal tersebut tak membuat Profesor Kaidan tenang. Beliau masih terlihat gelisah.


Samar-samar beliau menggumamkan sesuatu sembari berkutat dengan ponselnya. Suaranya sangat pelan dan yang dapat aku dengar beliau berkata, "... Butuh Grade S segera."


Beliau mulai melakukan panggilan pada ponselnya dan saat itu juga mengacungkan tangan kanan ke atas; suatu isyarat membubarkan barisan.


Dengan berjalan santai Profesor Kaidan melirik ke arah kami sesaat, seperti meminta untuk diikuti.


Cukup memakan waktu hingga kami tiba ke helipad milik akademi.


Helikopter kemiliteran tipe Westand Lynx siap untuk lepas landas, bahkan suara baling-balingnya begitu berisik, membuatku tak bisa mendengar percakapan Profesor Kaidan dengan ponselnya yang kini sudah selesai.


Aku menyipitkan mata dan sedikit menghalau embusan debu. Bisa kurasakan jas jubah hitamku sampai berkibar-kibar.


Profesor Kaidan merentangkan tangan kanannya ke depan kami, pertanda harus menunggu seseorang.


Dan seketika, perhatianku tertarik kepada orang yang baru saja tiba ke kumpulan kami.


"Crist?!"


"Ahahaha, halo, Red. Aku utusan Departemen Konsultasi yang akan menemani kalian dalam misi kali ini," ucapnya ringan yang hampir tenggelam dalam gemuruh baling-baling helikopter.


Aku tidak menyangka teman satu anggota Club Dion akan ikut dalam misi selain ketuaku sendiri--Daniel.


Meskipun Crist seseorang dengan Grade A, caranya menangani pekerjaan cukup bagus. Mungkin itu kenapa dia bisa mengikuti misi ini, terbilang jika misi Grade SS biasanya akademi akan memfokuskan anggota dengan Grade S.


Sebenarnya jika musuk sekelas Elite seperti yang pernah ditemui di wilayah Piotr, akan mudah ditangani menggunakan Time Lock dan Fate bisa melacak titik kelemahan musuh---


"Fate?!"


Jujur aku sedikit---tidak, sangat terkejut. Maksudku ....


Perawakan tubuh semampai berjalan tegas mendekati kami. Berkali-kali gadis itu menyisipkan anak rambut ke belakang telinga karena helai-helai perak mengganggu penglihatan akibat deru baling-baling helikopter.


Derap langkahnya berhenti tepat di depan kami, menandakan dia termasuk anggota tim yang bertugas untuk Misi Grade SS ini.


Profesor Kaidan tertawa melihat ekspresiku, sedangkan yang lainnya menatapku bingung termasuk Fate itu sendiri.


Akhirnya aku menggeleng dan mengikuti mereka menaiki helikopter.


Tak kusangka perjalanan ini akan terasa ... canggung.


Halnya, Fate duduk tepat di sampingku. Kami terlalu dekat---ah, bukan dekat lagi, bahkan sudah saling bersentuhan antar pundak!


Tuhan, kenapa jantungku selalu berdegup kencang ketika ada dia? Sedangkan Profesor Kaidan yang duduk di sebelah kiriku--dekat pintu masuk--terus tersenyum.


Apa beliau yang merencanakan ini?


"Kenapa anak baru ikut? Misi Grade SS 'kan?" cetus Daniel memecah keheningan.


Fate menyadari kalimat itu tertuju kepadanya karena mulai membuka mata dan menatap lurus ke arah laki-laki rambut pirang di depan.


"Fate bukan anak baru, dia masuk akademi sejak musim dingin. Sudah lebih dari dua bulan," balasku.


Kebetulan aku yang bertanggung jawab menemaninya sehingga ingat kapan dia terdaftar ke Vaughan.


Namun, sepertinya jawabanku tidak membuat ketua club-ku puas.


Dia membuang wajah sembari memutar bola matanya.


"Tetap saja anak baru, belum satu tahun. Perlu pengalaman cukup untuk misi khusus seperti ini."


Mendengar itu Crist terkekeh sampai kedua kelopak matanya membentuk garis.


Sedangkan Fate tampak tak peduli dan kembali memejamkan mata.


Dominguez dan Neor terdiam, mungkin sadar hanya mereka yang berbeda club sehingga tak banyak komentar ... atau mungkin Neor mabuk perjalanan? Dia terlihat pucat.


Profesor Kaidan mengusap wajahnya lelah.


"Memang hanya Fate non anggota Departemen Eksekusi dan juga bukan utusan seperti Crist, tapi Bapak perlu Grade S segera. Bapak tidak tahu sudah berapa lama portal itu ada, harus secepatnya diselidiki. Hanya dua orang Grade S tersedia dari Departemen Eksekusi. Bapak yakin Fate bisa menangani hal ini."


Aku terdiam menatap mereka. Tidak tahu harus komentar apa juga tak mau memperkeruh suasana.


Terlebih, kini Daniel mendengkus seperti pertanda tak terima.


Entah kenapa Daniel bersikap seperti itu, padahal Fate berkekuatan sihir tinggi.


Ini membuatku ingat. Sampai sekarang, aku tak pernah melapor tentang berhasil melakukan Time Lock bersama Fate ke akademi.