
Fakta menyakitkan tidak henti terbayang-bayang ... bahwa di masa awal penciptaanku; amukanku, bumi hampir dilanda kekosongan.
Hampir.
Ya, tidak sepenuhnya.
Sebab para manusia yang memiliki kekuatan spiritual tinggi dan tahu kabar mengenai proyek penciptaanku, melarikan diri ketika paham kiamat telah dekat. Mereka--para manusia yang melarikan diri--berpikir bahwa tindakan membuka portal yang menghubungkan dunia satu dengan dunia lain akan menyelamatkan manusia dari amukanku, tapi hal ini berdampak panjang.
Mungkin juga itu salah satu yang membuat jiwa bumi semakin lama semakin lemah, termasuk aku.
Karena kembalinya manusia yang tak berumur sebab kabur ke dunia lain, mulai banyak gerbang dimensi terbuka secara tiba-tiba pada segala sisi muka bumi. Manusia biasa yang memasuki gerbang dimensi, akan berubah menjadi makhluk dunia lain karena jiwa mereka tidak mampu menahan ketidakstabilan dan besarnya kekuatan dunia asing tersebut; hanya mereka manusia pemilik kekuatan spiritual tinggi yang bisa bertahan. Sedangkan makhluk dunia lain dengan mudah keluar masuk dan menyerang manusia bumi.
Lagi-lagi dunia tempat tinggalku terselimuti kekacauan atas kestabilan dua dunia yang terganggu, tepat setelah kematian Aion.
Terlebih dengan lepasnya sosok REDstar.
Lucifer membawa ia berkelana tanpa henti menuju tujuh kerajaan besar yang mengunci ketujuh dosa mematikan; membuat dosa-dosa itu kembali aktif padahal telah lama terkunci dengan baik oleh para malaikat kebajikan. Yang membuatnya semakin buruk, para malaikat tidak bisa menghentikan REDstar karena ia adalah manusia. Tuhan tidak mengizinkan para malaikat campur tangan dengan urusan manusia lantaran mereka hanya perantara, menjalankan tugas yang diperintahNya.
Itulah yang para malaikat takutkan, ketika manusia justru membawa kehancuran pada tempat tinggalnya sendiri; sedangkan aku tidak mampu berbuat banyak karena kekacauan tersebut terlebih kekuatanku tak sempurna akibat jiwa dirobek oleh Lucifer.
Ini salah satu alasan kuat aku begitu membenci si malaikat jatuh; makhluk jahanam, yang tidak mau lagi kudengar namanya; kulihat wujudnya.
Sebab, para iblis bisa campur tangan jika diberikan izin oleh manusia maka bertemulah REDstar dengan salah satu dosa mematikan ... kecemburuan--Envy.
Seharusnya dosa mematikan terkunci dengan baik berbentuk sebuah kerajaan. Karena sosok REDstar inilah, ketujuh dosa akhirnya kembali menjadi wujud asli mereka ... sifat jelek manusia yang begitu kuat; begitu mematikan, tertimpa pada salah satu anak kerajaan D'Leviathan.
Anak laki-laki ini mendapat didikan salah, terutama mengenai kabar kebenaran dunia yang seharusnya terpendam lantaran berada pada lembar baru kehidupan. Itu semua karena manusia yang melarikan diri mulai menyebarkan kabar mengenai eksistensiku--The Hope--dan berasumsi bawah REDstar adalah The Hope itu sendiri.
Hal tersebut tentu terlalu berlebihan untuk anak seumurannya, membuat jiwa menjadi tertekan sampai bertemu langsung dengan REDstar itu sendiri; bertatapan; berakibat emosi semakin tak stabil hingga mudah dirasuki oleh Envy, menjadi wadah dosa berupa manusia hidup. Inilah awal suatu kerajaan besar hancur ... yang akhirnya disusul oleh kerajaan-kerajaan lain dari berbagai sisi dunia.
Beruntung para manusia yang dulu melarikan diri mulai menyadari bahwa tindakannya berujung pada mala petaka. Lantas mereka para pemilik spiritual tinggi yang melarikan diri di zaman kehancuran membuat organisasi, bertugas menangani pembasmian makhluk dunia lain dan menutup portal sembarang yang tiba-tiba muncul. Dan pemimpin mereka adalah orang terkuat di antara yang lain.
Suatu hari saat melakukan patroli tersendiri, pemimpin ini berhasil menemukan REDstar. Menyangka REDstar adalah The Hope, ia berusaha untuk membawanya pulang untuk penanganan lebih lanjut mengingat tentang kejadian yang terdahulu
Padahal, REDstar yang ini hanyalah manusia dengan jiwa terbentuk dari sebagian kecil diriku. The Hope, adalah aku secara satu; secara utuh, dalam tubuh iblis itu.
Walaupun begitu, sang pemimpin tak bisa sepenuhnya menghentikan REDstar yang sudah jatuh di bawah pengaruh Lucifer. Namun, sejak bertemu dengan Apple Luchifen ketika kerajaan ke dua--Luchifenian--hancur, REDstar mulai mendapatkan kendali atas kesadarannya sendiri. Mungkin karena satu sama lain saling mencari; saling ingin bertemu, maka mereka saling mengisi.
Akhirnya REDstar menolong Apple, membawanya pulang dan memberikan tujuan hidup baru dalam organisasi yang menangani makhluk dunia lain.
Lagi-lagi, keduanya diselimuti oleh ketenangan.
Bahagia? Tentu roda kehidupan akan kembali berputar, tidak ada akhir yang pasti sebelum bertemu pada penghujung waktu.
Sebab dari kelompok manusia yang melarikan diri, masih ada beberapa orang membawa paham bahwa bumi ini lebih baik musnah pun membentuk pemberontakan dalam organisasi. Mereka berkepala pada putra D'Leviathan yang sukses menjadi wadah dosa kecemburuan, membuat tujuan untuk mengumpulkan ketujuh dosa mematikan dengan menghancurkan ketujuh kerajaan. Kemudian menyatukannya pada REDstar.
Dan pertarungan antar manusia pun pecah.
Kadang terpikirkan, di mana letak kesalahanku jika semua menuju pada akhir yang sama?
Sebab berkat upaya pengumpulan ketujuh dosa, jiwa REDstar yang sudah tidak stabil semakin dibuat kacau tetapi ia menyadari keanehan dalam dirinya ... memilih pergi dan meninggalkan Apple atas organisasi penanganan makhluk dunia lain.
Beruntung Apple langsung ditangani oleh sang pemimpin organisasi. Lantas setelah kejadian menghilangnya REDstar, Apple dikirim pada sekolah yang khusus melantik para pemilik kekuatan spiritual agar ia siap untuk memilih takdir ... apakah terus berdiam diri, ataukah bertarung menghadapi kenyataan?
Dan saat sekolah menyerahan barang-barang khusus untuk murid baru, satu buku besar yang seharusnya berupa catatan para murid--diari--berubah menjadi buku cerita kuno bergambar dengan judul "Story About RED" di tangan Apple. Namun, disayangkan setiap lembar buku tak menampilkan gambar mau pun tulisan.
Semua kosong dan hal ini memancing rasa heran si gadis.
Hingga pada malam hari, Apple dikejutkan dengan satu lembar pertama buku bersinar dan menampilkan sebuah gambaran tentang kelahiran anak laki-laki merah yang mengabulkan permohonan.
Waktu ke waktu, semakin Apple dekat dengan kebenaran dirinya dan bumi ini; setiap lembar buku kuno menghasilkan gambaran cerita. Juga ... lambat laun pecahlah peperangan antaran manusia sekte penanganan kestabilan bumi dan pembasmian makhluk dunia lain, antara sekte pengumpul tujuh dosa mematikan dan pengikut iblis.
Semua kejadian itu membuat REDstar semakin ketakutan karena merasa kembali kehilangan akal.
Dengan sisa waktu yang sedikit, ia berusaha untuk memberi peringatan pada Apple mengenai ketujuh dosa mematikan. Namun, langkahnya terus dihentikan oleh para anggota organisasi penanganan dan pembasmian lantaran menganggap REDstar adalah The Hope itu sendiri, juga menilai bahwa Apple adalah wadah dosa kesombongan--Pride--karena satu-satunya keturunan Luchifenian yang tersisa.
Satu membuatku takjub, meski terus mengalami tekanan dalam waktu yang menjepit ... REDstar tidak pernah menyerah dan berhasil menyampaikan peringatan pada Apple, mengenai ketujuh dosa yang berhasil dikumpulkan dan kehancuran semua kerajaan besar.
Tentu orang-orang dalam organisasi terkejut menyaksikan hal tersebut berkat anggapan salah mereka. Lantas Apple yang berkecamuk dalam sedih nan dalam, berlari meninggalkan sekolah khususnya demi mencari REDstar yang lagi-lagi pergi karena menghindari ketujuh dosa mematikan dalam genggaman putra D'Leviathan, agar tidak sepenuhnya kehilangan akal.
Bertahun-tahun berlalu, perjalanan lepas tanpa arah si gadis tanpa sadar membawanya pada rumah kayu tua di tengah-tengah hutan. Dikejutkanlah ia saat menemukan tubuh wanita tak bernyawa tepat di atas kasur yang memenuhi ruang.
Dan hal aneh terjadi kemudian.
Lembar dalam buku cerita kuno mendadak terbuka, menampilkan gambaran terakhir tentang kematian seorang wanita. Lalu Apple tak mampu memproses apa yang terjadi dan terjatuhlah buku tersebut dari genggaman tangan. Sebab dalam kepala langsung terputar semua ingatan terdahulu mengenai kebenaran dan kenyataan mengenai diriku. Di saat itu pula, akhirnya ia mengerti dan sadar hal apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Sebab kekuatan sihir yang luar biasa telah terbuka bersamaan dengan semua lembar buku cerita, ia memindahkan jiwa menuju tubuh aslinya--Aion--dan bertekad untuk menghentikan semua tragedi.
Ketika menginjakkan kaki ke luar, ia menyadari bahwa kondisi dunia sudah sampai pada titik kritis. Aion paham bahwa ketujuh dosa mematikan sudah terkumpul bersamaan dengan REDstar; membuat para iblis bisa merayap dengan mudah di muka bumi ... lagi.
Aion mendatangi pohon Yggdrasil yang dijaga oleh Gabriel bersama Michael sehingga kemurnian jiwaku tetap terjaga.
Apa yang diucapkannya kemudian membuatku tertawa tetapi entah ia menyadari itu atau tidak.
Karena Aion menginginkan sebagian besar jiwaku yang tersimpan dengan baik dalam Yggdrasil. Tentu ini merupakan keputusan yang terlalu berat karena kosongan jiwa dalam Yggdrasil menandakan kebinasaan untuk permukaan bumi.
Karena aku sudah menjadi jiwa bumi itu sendiri.
Namun, Aion meyakinkan bahwa kali ini ia akan berbuat benar demi membayar dosa terdahulu. Ia rela terhadap keputusan apa pun andaikan semua berakhir kacau dan Tuhan ... mengambulkan keinginannya, sebagai bentuk kasih kesempatan ke dua.
Digengamlah aku--sebagian besar potongan jiwa--olehnya. Dan ikutlah ia bertarung dengan pihak manusia penanganan kestabilan bumi dan pembasmian makhluk dunia lain.
Peperangan tersebut berlangsung sengit tetapi para iblis berakhir dipukul mundur dari permukaan bumi meski bayarannya kematian sebagian besar manusia.
Kecuali Lucifer.
Tertawalah si makhluk jahanam menyaksikan seluruh tumpahan darah bagai melihat panggung komedi, dan rasa keheranan manusia berubah menjadi bentuk ketakutan ketika REDstar yang telah hilang akal muncul di hadapan mereka.
Dengan mudah, REDstar menghabiskan sisa anggota organisasi yang ada. Berakhir menciptakan suatu skenario terdahulu yang mana Aion kembali melawan REDstar, tapi kali ini ... ia tidak lari meski kembali tertikam oleh pedang tepat di tengah dada.
Tetap saja, wanita itu tidak lari. Aion justru mendekati REDstar membuat akalnya kembali pada sang empu.
Hiruk pikuk sekitar yang mana Lucifer terkena hukuman melalui perantara malaikat kebesaran Tuhan--Gabriel--diabaikan oleh REDstar yang tenggelam dalam tangisan, lantaran emosi berkecamuk bisa kembali melihat Aion.
Di waktu bersamaan, aku merasa bangga dengan apa yang Aion lakukan.
Aion memberikan tubuhnya yang merupakan tubuh asliku, kepadaku; membawa robekan kecil jiwaku, padaku. Sempurnalah bentuk diriku ... menjadi satu, The Hope.
Akhirnya aku dapat menundukkan REDstar hingga terpaku ke tanah dan mengambil jiwanya. Juga mengambil tubuh Aion meski ia terus duduk menahan dada yang tak henti memancarkan darah.
Maka kukatakan, "Apa permohonanmu?"
Dan terbawalah kami pada ruang dimensi nan putih, tempat antara batas alam sadar manusia dengan Sang Pencipta.
Di sana, ternyata Tuhan menyatukan dua jiwa dan satu tubuh dalam keadaan sempurna yaitu tubuhku; sebagian besar jiwaku; sebagian kecil jiwaku, menjadi sosok yang satu dan Tuhan mengucapkan selamat datang pada sosok itu ... aku.
Di sana, ke mana melempar pandang, hanya ada putih; ke mana melihat, hanya ada kekosongan. Apa lagi badan terasa ringan lebih-lebih melayang, begitu pula dengan isi kepala. Sebab semua ingatan REDstar dan kenangan Aion tak henti mengisi, aku dibuat menangis karenanya.
Ternyata kehidupan manusia ... teramat menyakitkan tetapi manis. Rasa cinta; belas kasih; pengorbanan; semua, mengisi hati hingga bergetar atas air mata mengalir tanpa permisi.
Di sana, akhirnya aku kembali bertemu dengan Aion. Ia mendengar suara tangisan dan berusaha menenangkanku dalam kasih. Tentu saja, tumpahan kehangatan itu membuat luapan emosi semakin menjadi.
Ini adalah sebuah perasaan yang belum pernah kurasakan tetapi sangat yakin, bahwa ....
Aku mencintainya.
Aku mencintaimu.
Semua ingatan ini; perasaan ini, tidak akan pernah aku lupakan karena kamu begitu berarti.
Dalam hidupku; dalam hidupmu; dalam hidupnya, kamu adalah penenang dalam kesepian.
Aion, aku membutuhkanmu. Begitu jeritan hatiku ketika jemari mulai meraba setiap inci wajah pualam nan cantik.
Aku takut akan kesendirian. Maka aku tak henti memeluknya, meski suara tawa nan renyah terus saja menggema melihatku bertingkah layaknya anak kecil.
Mendadak tubuhku terangkat, begitu juga dirinya. Aku benar-benar melayang sekarang, sungguh tidak ada gravitasi. Jika begini ....
Sontak tanganku mencoba meraihnya karena kami hampir terpisah---ah, jangan! Tunggu, aku masih ingin dengannya! Dan dalam satu dorongan, tangan kami bersentuhan. Aku berjuang semakin keras dalam tempat begitu menyilaukan nan senyap pun akhirnya kami bergandengan.
"Apa keinginanmu?"
Aku yang masih terisak menjawab, "Aku tidak ingin ... sendirian."
Aion menarik sudut bibir mendengar jawabanku dan perlahan, senyuman nan hangat itu ditelan oleh cahaya. "Dan aku ingin, kamu ... bisa menjalani hidup normal dan bahagia."
Dikabulkanlah, permohonannya.
Lalu cahaya semakin menelan dan menjauhkan kami dalam tarikan semu.
Seharusnya setelah pengabulan permohonan, aku musnah. Namun, karena permohonan yang ia ucapkan berkaitan denganku, terciptalah suatu paradoks.
Maka dari tiga yang satu ... sebagian besar jiwaku; tubuh iblisku; robekan kecil jiwaku, Tuhan memilih aku melanjutkan kehidupan sebagai REDstar--si robekan kecil jiwaku. Dalam keterbatasannya; kekurangannya; kelembutan hatinya, aku menjadi aku yang sekarang.
Dua yang lain telah hilang sebagai bayaran pengabulan permohonan, terlemparlah aku ke dunia lain dalam semesta Tuhan.
Begitulah awal kisah hidupku yang berjuang menjadi normal ... sebagai manusia.