My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 99



Deon yang di Landa frustasi,Deon yang patah hati dan Deon yang di permalukan oleh wanita yang dia cintai.Dirinya membawa mobil dengan kecepatan tinggi seperti mobil yang mengejar setoran dan waktu.


Bak pembalap mobil liar,dia melaju dalam kecepatan tinggi dan melampaui batas,bila ada kendaraan di depannya dia tak segan membunyikan klaksonnya dengan keras dan melengking,bak mobil ambulance pembawa pasien kritis dan gawat darurat,apapun dia lewati dan lalui tak peduli itu mobil presiden sekalipun akan dia hadapi,meski mungkin nyawa dan kesehatan nya menjadi taruhannya.


Kepalang kesal,sudah cukup hatinya menderita dan pikirannya yang kalut.Mati pun tak takut, seakan dia menantang malaikat mau.Balik melotot tajam dan menampakkan kengeriannya.


"Arghhh".Teriak Deon,diantara laju kendaraannya yang semakin cepat dan tak terkendali.


Semakin melaju cepat,semakin emosinya mereda.Begitulah cara Deon melampiaskan emosinya,pada angin segar tak mampu maka jalan terakhir adalah melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sudah seperti kesetanan saja dia.


"Persetan dengan cinta,semua sama".Gertak Deon, mencengkram stir kemudi dengan kuatnya.Sekuat amarahnya yang memuncak.


Dulu,memang ingin menaklukkan hati wanita yang dia cintai,tapi sekarang.Cintanya telah berubah menjadi benci,kebencian yang tetiba datang menyapa hatinya.


"Bulshitt,semua bulshitt".Deon memukul-mukul stir kemudi dengan kerasnya.


Sekitar setengah jam yang dia lalui, akhirnya dia sampai ke tempat tujuannya dengan membawa amarah yang semakin tinggi dan rasa benci di hatinya.


Dia parkirkan mobil di sembarang tempat.Membuka pintu mobil dengan begitu angkuhnya dan menutupnya dengan keras pula.


Dia ayunkan langkah kakinya menuju bar yang sore hari saja sudah mulai buka,semakin dia melangkah ke tempat hina dan dulu pernah memberikan ketenangan atas rasa patah hati di tinggal menikah oleh wanita yang dia cintai.


Dengan menggunakan kekuatan uang nya,ruang VVIP dia pilih sebagai ruang pribadi dan eksklusif untuk dirinya sendiri.


Tak perlu banyak drama untuk orang yang punya kekuasaan dan kekuatan uang yang di milikinya,dia bisa bebas keluar-masuk kapan pun dia mau,tak perlu memenuhi aturan selama dia memegang kartu VVIP,maka dia sudah pasti di layani bak seorang raja.


"Berikan aku beberapa botol wine".Perintah Deon pada waiters.


Sebuah ruangan besar nan nyaman dia pilih yang ruangannya menghadap balkon,sengaja dia pilih untuk menenangkan diri.


Tok...Tok..Tok..


Suara pintu yang di ketuk dari luar begitu nyaring terdengar, menganggu diri Deon yang sedang duduk merenungi diri.


"CK, mengganggu saja".Gerutu Deon,sembari melangkahkan kaki.


Klek


Pintu dia buka dengan keras dan terpaksa.Tapi si pelayan nampak kerepotan membawa nampan berisi beberapa botol pesanannya seperti tidak biasa.


Seorang wanita berkulit putih dengan rambut di sanggul dan pakaian minim tapi terlihat tidak cocok di pakai oleh si pelayan.


Dapat Deon rasakan ketidaknyamanannya dalam berbusana minim, wajahnya terus menunduk entah malu atau merasa risih.


Pelayan wanita itu semakin masuk ke dalam padahal Deon saja belum mempersilakan dirinya masuk ke dalam.


"Wanita ini sepertinya aku pernah melihat bentuk tubuhnya,tapi dimana?"Gumam Deon,curiga terhadap pelayanan yang membawa pesanannya.


"Tua-".Belum sempat pelayan itu menyelesaikan ucapannya,dia sudah lari terbirit-birit.


"Tunggu".Teriak Deon,sembari ikut berlari.