
Seperti biasanya,pak Budi selalu berkeliling mengontrol pekerjaan para karyawan agar bekerja dengan baik dan benar,saling memberikan masukan, pendapat dan juga melakukan pendekatan kepada bawahannya.Hal itu penting di lakukan agar dia bisa dengan mudah menindaklanjuti bila ada hal yang sekiranya tidak sesuai.
Selama pemantauan nya,semua berjalan dengan baik.Karyawan pun bekerja dengan semestinya hanya satu yang tak ada di tempat,yaitu si culun karyawan baru.
Dia tidak bertanya,tidak pula mau tau barangkali si culun karyawan baru itu pergi ke tempat lain karena ada hal yang penting, begitu pikir nya tapi pikiran nya salah kala dia melihat karyawan barunya,malah diam mematung di kamar mandi perempuan.
"Anak itu,sedang apa disana?".Terdorong oleh rasa penasaran,pak Budi berjalan menghampiri karyawan barunya.
Saking fokusnya,Noel sampai tidak menyadari pak Budi sudah berdiri di belakangnya sambil mengamati keadaan, sesekali dia melirik kearah pintu kamar mandi.Sayup-sayup dia mendengar seperti ada suara Isak tangis.
"Sedang apa kau disini?".Sentak nya sembari menepuk bahu noel.
Alangkah terkejutnya noel saat dia mendapatkan tepukan di bahunya, padahal dia sedang dalam keadaan melamun.Alhasil dia terlonjak kaget,begitu dia menoleh ke belakang.Dia tak kalah kaget.
"Pak Budi".
"Iya,ini saya.Sedang apa kau disini?,di toilet perempuan pula?".Tanya pak Budi,menantang.
Noel, menundukkan kepala."Maaf pak,saya kira ini toilet laki-laki".
"Alah alasan aja kamu,jelas disini terpampang dengan benar.'Woman'untuk perempuan bukan'Man'.Gertak pak budi.
Noel, semakin menundukkan kepala.Bukan takut,bukan pula merasa malu.Tapi,dia lebih memilih diam,tak melawan seperti sikap karyawan pada umumnya.
"Untung kamu anak baru,kalau tidak".Pak Budi bergeleng-geleng kepala,setau nya walau karyawan baru tapi sikap mereka tidak seperti noel."Bisa-bisa kau di pecat dan bahkan ku pastikan kau tidak akan mendapatkan pekerjaan apapun dimana pun kau berada".Ancam pak Budi.
Noel, mengepalkan tangannya.Karyawan dengan jabatan manager,berani mengancamnya.
"Di tegur malah melamun,waktu kerja malah kelayapan".Gertak pak Budi.
Suara ancaman di sertai dengan gertakan seperti hujan yang di sertai dengan angin dan kilat petir bergemuruh begitu terdengar sampai ke dalam bahkan dapat renata dengar suara pak Budi yang terdengar marah.
"Ada apa di luar".Renata buru-buru menghapus jejak air mata yang mengalir di pipinya,dia bersihkan hidungnya dengan tissue toilet dan membasuh mukanya agar tidak terlihat sembab dan membersihkan pakaiannya agar terlihat rapih sebelum keluar, memastikan keributan yang terjadi.
Klek
Pintu di buka dari dalam.Memutus omelan pak budi pada karyawan barunya.Melihat sosok yang ada di balik pintu, dengan suara Isak tangis yang begitu memilukan.
"Pak Budi".Renata, seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat,bukan pada pak Budi melainkan pada noel.
"Anak baru ini,aku dapati tengah berdiri mematung disini".Sahut pak Budi,melirik pada noel dengan lirikan mautnya.
Renata,menoleh pada karyawan baru yang menundukkan kepala begitu dalamnya."Sedang apa dia disini?"Tanya Renata, menatap pak budi.
"Dia kira,ini toilet laki-laki".
Renata,terkekeh.Jelas di depan pintu tergambar dengan jelas gambar perempuan di sertai dengan tulisan'woman'bukan 'man'.
"Sepertinya dia harus lebih belajar bahasa Inggris sebelum masuk kesini".
"Untuk itu aku tempatkan dia di bagian pekerjaan yang paling kotor".Sahut pak Budi,ikut tertawa.