
Deon,berbalik badan dengan keberanian yang tinggi dia berusaha menatap mommy danita yang berdiri mematung sembari meneteskan air mata,entah apa penyebabnya.
"Mom, salahkah aku jika aku masih mencintainya?, salahkah mom?".Tanya Deon lagi,mengiba.
Mommy danita, memalingkan wajahnya."Jangan tanya mommy,Deon".Mommy danita, menengadahkan wajahnya keatas,rasa sesal itu terus menghantui dirinya.
"Aku sudah berusaha melupakan dia,tapi aku tidak bisa".Deon memulai cerita nya tanpa di minta."Aku sangat mencintai Alifa,mom.Aku terpaksa meninggalkan nya bahkan tak memperjuangkan nya demi membongkar rahasia Daddy,mom".Seru Deon.
Mommy danita,berbalik badan menghadap langsung dengan putra satu-satunya."Aku tau,Deon.Tapi,kenapa kau tidak bisa merelakan dan melupakannya padahal kau tau dia wanita yang sudah bersuami?".Tanya mommy danita,lembut.
"Aku sudah berusaha,mom.Tapi aku tidak bisa".
"Dan ini adalah alasan kamu pergi dari mommy,hanya untuk bertemu dengan wanita itu?".Tanya mommy danita, dengan suara di tinggikan entah sejak kapan mommy danita berubah mood.
Diam.Deon diam mendapati pertanyaan mommy nya, jelas bukan itu alasannya.Tapi,takdir ternyata masih mempertemukan dirinya dengan wanita di masa lalunya.
"Diam mu,berarti iya.Deon".Seru mommy danita."Katanya kau jatuh cinta pada wanita biasa,tapi mana Deon.Kau malah jatuh cinta pada wanita bersuami".
"Itu hanya perasaan mommy saja".Sahut Deon,menimpali ucapan mommy danita.Deon menghampiri mommy danita yang diam berdiri di ambang pintu."Cinta ku tetap pada Alifa seorang tak ada yang bisa menggantikan perasaan ku terhadapnya sekalipun dia sudah memiliki keluarga".Jelas Deon dengan berapi-api.
Mommy danita, membelalakkan mata seakan tidak mempercayai apa yang sudah di dengarnya.Cinta Deon untuk seorang Alifa yang sudah bersuami, sangat bertolak belakang dengan apa yang dia ucapkan 3 tahun lalu bahkan alasan di balik dia pergi meninggalkannya.
"Aku memang sudah berusaha untuk melupakan Alifa mom,tapi takdir terus mempertemukan kami.Rasa cinta yang telah ku kubur dengan susah payah,kini kembali muncul".Kata Deon, menjelaskan.Dia memalingkan wajahnya dari mommy danita.
"Kamu bukan cinta tapi ambisi.Ambisi yang telah mengubur dalam-dalam kesadaran mu,Deon".Kata mommy danita, sembari melangkah menghampiri Deon yang berdiri di hadapannya sembari memalingkan wajahnya.
"Ambisi bukan cinta berbeda tipis Deon.Cinta mu telah berubah menjadi ambisi.
"Ambisi yang seperti apa yang mommy maksud?,sedang perasaan ku sudah jelas dan tak akan pudar".
"Lalu bagaimana dengan wanita yang kau ucapkan pada waktu itu,3 tahun yang lalu?, lupa kah kau terhadapnya?".Telisik mommy danita,berusaha membuyarkan ambisi putranya.
Deon, menjauh dari mommy nya.Jelas terdapat kebingungan di wajahnya,dia sendiri tidak mengerti dengan perasaannya.Cintanya tetap untuk Alifa,sedang Renata?,entahlah dia pun tak bisa untuk menjabarkannya.
Deon,duduk di sofa memijat pelipisnya yang terasa pusing.Cinta memang kelemahan bagi nya dan wanita memang racun untuk seorang Deon Wilson.
"Bagaimana wanita malang itu?".Mommy danita seakan tak mau berputus asa,mengulik kebenaran.
Deon, tetap tak menjawab pertanyaan mommy nya.Dia sendiri terlihat bingung,cinta nya terbagi-bagi antara ambisi dan rasa kasihan.
"Bagaimana Deon?,apa kau ingin membiarkan dia di ambil oleh orang lain lalu kemudian kau menyesalinya _".
"Aku tidak cinta dia mom,aku hanya sekedar kagum dan kasihan terhadapnya bukan cinta seperti yang keu maksud".Gertak Deon, menatap tajam kearah mommy danita.