
Kejutan bertubi-tubi silih berganti dalam hidup Renata,pada hari ini.Di mulai dari dirinya yang sudah membuka hati untuk Deon dan adiknya yang menyampaikan rasa kekhawatirannya atas perasaan dirinya,belum lagi barusan dia bertemu langsung dan mengobrol panjang lebar dengan nyonya Al-Hussein dan sekarang.Sekarang Deon, melamarnya tanpa perantara atau bahkan tanpa ada cerita lain di baliknya.
Di belakangnya,Deon masih duduk bersimpuh menanti jawaban yang pasti dari dirinya yang tiba-tiba bimbang dan ragu atas perasaannya sendiri.Ini terlalu mendadak baginya,terlalu cepat kejadiannya untuk dia cerna.
Perlahan,Renata menutup matanya.Sekelebat bayangan masa lalu silih berganti menghiasi pikiran nya.Bayangan tentang pertemuan dirinya dengan Deon yang bertemu secara tidak sengaja,setiap bentakannya,setiap tindakannya semua kelas terngiang-ngiang dalam pikirannya.
Renata, perlahan membuka matanya sembari terengah-engah begitu kenangan buruk itu hadir menyapa dirinya, dengan sekejap pula kenangan itu mulai meredup seiring dengan dirinya membuka mata.
"Terima...Terima... Terima".
Belum juga dia tersadar dari bayang-bayang masa lalu yang menyesakkan dada,suara teriakan itu jelas terdengar.Renata mengedarkan pandangannya ke segala penjuru arah.Lagi-lagi dia di buat terkejut dengan apa yang di lihat dan di dengar nya.
Lihatlah seluruh karyawan resto,tak terkecuali Alek,Fahri dan Sarah ikut menyoraki dirinya agar dia menerima pinangan Deon dan pengunjung yang tak kalah histeris, diantaranya ada si cantik wanita keturunan.Aisha Alifa,yang barusan mengobrol dengannya.Menceritakan masa lalu nya bersama dengan Deon.
Wanita keturunan itu,tersenyum sembari menyemangati dirinya yang di Landa kebimbangan yang jelas terlihat di wajahnya.
"Berdamai lah dengan masa lalu dan mulai terima cintanya, jangan terus menyiksa diri mu dalam kebencian tiada akhir". Kata-kata nasehat masih jelas terdengar di telinga renata.
Nasehat dari wanita yang pernah memfitnahnya, wanita cantik dan wanita baik hati itu seakan tak lelah di berikan oleh nya untuk dirinya,yang masih membenci Deon.Tapi, dalam hati kecilnya dia mulai mencintai Deon.
Renata,kembali menatap wanita keturunan itu lagi.Mencoba mencari kekuatan dan juga keyakinan dalam hatinya sebelum salah melangkah dan sebelum salah mengambil keputusan.
Entah kejutan apalagi yang akan di terima oleh dirinya,yang jelas Rania berada diantara kerumunan pengunjung dan juga karyawan resto.Kesemuanya seakan bekerja sama agar dirinya dan juga Deon bisa bersatu dalam ikatan suci sebuah pernikahan.
Renata,berbalik badan lagi menghadap Deon yang masih duduk bersimpuh sembari memegang cincin emas bertabur berlian, meski bentuknya kecil tapi dapat Renata taksir harganya tak main-main.
"Aku tau aku salah Renata,aku yang telah membuat hidup mu menderita,aku pula yang menjadi dalang atas penculikan Rania.Tapi,jauh dalam lubuk hati ku.Aku menyesal_".
"Untuk itu kau melamar ku?".Tanya Renata, menimpali ucapan Deon.
Deon, bergeleng-geleng kepala.Jelas bukan itu alasannya,bukan atas dasar penyesalan tapi karena dia benar-benar mencintai renata.
"untuk itu kau melamar ku dan mencoba mengikat ku dalam ikatan berkedok pernikahan,padahal kau sebenarnya menyesal dan ingin menebus dosa mu?".Kata Renata lagi, memojokkan Deon.
Deon,menghela napasnya.Jelas terlihat kekecewaan di raut wajahnya dan juga rasa putus asa yang mendominasi dirinya.
"Aku melamar mu bukan karena aku menyesal tapi aku benar-benar mencintai mu renata ".Kata Deon, dengan tegas.
Renata, memalingkan wajahnya.Setetes demi setetes air mata berjatuhan di pipinya,dia masih ingat betul setiap tutur kata dan perlakuan Deon Kendati hatinya juga mencintai Deon dan nasehat demi nasehat di berikan oleh Alifa.