My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 193



Rangkaian acara telah hampir selesai, waktunya tamu undangan untuk mengucapkan kata ' selamat ',untuk kedua mempelai pengantin.


Alifa,dia rasanya tak sabaran ingin naik keatas pelaminan memberikan sedikit nasehatnya untuk kedua mempelai,apalagi mempelai laki-laki adalah mantan atasannya terdahulu.


Meski perut yang sudah buncit,dan jalan nya yang sedikit gontai.Alifa memaksakan diri untuk naik keatas pelaminan,beruntung Akmal adalah suami siaga sehingga Alifa tak merasa kesulitan saat hendak naik keatas pelaminan.


Renata,yang melihatnya aja sangat khawatir dengan cara jalan Alifa yang gontai.Takut,bila Alifa terjatuh dan mempengaruhi kandungnya.


"Kasihan yah,Alifa perutnya sudah buncit tapi tetap ngotot memaksakan diri".Bisik Renata, khawatir dengan kondisi Alifa.


Deon,juga ikut melihat kearah Alifa dan Akmal yang siap siaga menuntun istrinya untuk bisa naik keatas pelaminan.


Terlihat dengan jelas,Akmal yang tak pernah lepas mengandeng tangan Alifa tak terlepas walau sedikit pun, seperti orang tua yang mengajarkan berjalan kepada balitanya.


"Kodrat wanita memang seperti itu,sayang".Balas berbisik Deon,tepat di telinga renata.


"Yah, beruntung Alifa punya suami perhatian dan siap siaga".


"Aku juga pasti akan siap siaga dan perhatian nya jauh lebih besar dari Akmal".Sahut Deon, menimpali ucapan renata yang tanpa sadar memuji suami orang di depan nya.


Renata,hanya tersenyum.Dalam hati dia berharap dia juga bisa memiliki suami yang perhatian dan siap siaga dalam keadaan suka dan duka.


Alifa dan Akmal,telah sampai berada di depan kedua mempelai.Alifa menyalami Deon di ikuti oleh Akmal, hanya kata ' selamat ' saja yang terlontar di bibir Alifa yang terlihat terengah-engah mengatur napasnya,akibat dia merasa enggap dengan perut buncitnya.


Alifa tersenyum kala dia ada di hadapan Renata.Renata yang memakai kebaya putih,hijab putih,rok batik panjang dan hiasan bunga melati begitu terlihat cantik dan anggun.


"Selamat..Semoga kalian berjodoh sampai Jannah".Kata Alifa,menyalami tangan Renata.


Ulasan senyum Alifa berikan untuk Renata.Waktu kelahirannya adalah sangat di rahasiakan oleh Alifa dan Akmal,sengaja biar menjadi kejutan.


Tapi,tepat setelah Alifa tersenyum manis hendak menyembunyikan waktu persalinannya.Tiba-tiba perutnya terasa kram.


"Aduh".Alifa mengaduh kesakitan,sembari memegangi perutnya.


Akmal, dengan sigap menghampiri istrinya yang mengaduh kesakitan.Renata,semakin khawatir dengan keadaan Alifa.


"Kenapa dia,Deon?".Khawatir bercampur rasa sedih,Renata terhadap keadaan Alifa,apalagi Alifa mengaduh kesakitan.


Deon,belum sempat menjawab pertanyaan renata.Cairan bening keluar dan membasahi kaki Alifa bahkan cairan bening itu terus keluar dari jalan lahir Alifa.


"Cairan ketubannya pecah".Teriak seseorang dengan lantang dan keras.


Akmal segera menggendong tubuh istrinya dan melarikan nya ke rumah sakit terdekat untuk keselamatan anak dan istrinya.


Renata menangis sesenggukan di dekapan Deon yang tak henti-hentinya menenangkan istrinya,bilang semua akan baik-baik saja dan bila perlu mereka akan menjenguk Alifa di rumah sakit setelah acara nya selesai.


Alifa dan Akmal melesat pergi dengan di bantu oleh beberapa tamu laki-laki untuk menggendong tubuh Alifa yang buncit dan besar.


Do'a dan harapan tak pernah putus di lantunkan dari bibir Renata,kendati dirinya harus melayani tamu undangan yang ingin berswafoto dan juga mengalami kedua mempelai wanita.


Beberapa rangkaian acara pun masih harus di lakukan oleh Deon dan Renata, sedikit mengalihkan perhatian Renata terhadap keadaan Alifa yang terlihat mengkhawatirkan.