My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 49



"Selamat malam kakak ku sayang,selamat kembali pulang di rumah sewa kita yang alhamdulilah wa syukuri lah kita bisa berteduh di panasnya terik matahari dan dinginnya malam-malam yang sunyi".Celoteh riang Rania,menyambut kedatangan renata.


Renata tersenyum,di kala lelah hati,fisik dan batinnya ada sosok penerang,penawar dari segala lelahnya beraktivitas.Rania,keluarga satu-satunya,harta yang paling berharga mampu mengobati luka hatinya.


"Terimakasih atas sambutan nya,adik ku sayang".Memeluk dan mencium kening rania.


Adegan ini,tentu tak terlihat oleh Deon yang sedari tadi masih berdiri mematung.Menatap sekitar sembari berlinang air mata, membayangkan kehidupan kelam renata.


Laki-laki yang tanpa sadar yang telah membuat kehidupan Renata hancur.Mengeluarkan cairan bening di pelupuk matanya yang pantang di keluarkan untuk laki-laki sejati.


"Mata ku saja tak mampu berkhianat kala aku membayangkan kehidupan kelam mu,Renata". Ucapnya sembari,mengusap air matanya.


Masuk,sungkan.Di luar saja,tak mau.Begitu perasaan Deon yang hanya mampu berdiri mematung tanpa mau ikut bergabung diantara kedua wanita yang saling menguatkan satu sama lain.


Tak kuat terus berada disana,hanya mampu menatap dalam rasa keprihatinan.Deon, memutuskan untuk pergi saja daripada berlama-lama berdiam diri apalagi ikut bergabung,mengingat dirinya laki-laki,takut ada fitnah.


Dugaan Deon benar, keputusan nya tepat dengan tidak ikut bergabung masuk,menyusul wanitanya karena ada tetangga yang mengintip kepulangan Renata Deng membawa seorang pria,siap menyebarkan gosip di kalangan ibu-ibu biang gosip.


Tetangga itu,menghela napas kecewanya seiring dengan langkah kaki Deon yang menjauh dari kediaman rumah sewa renata dengan lelehan air mata yang tidak mampu terbendung.


"Yah,kenapa mesti pulang sih".Keluh nya,bak penonton kecewa.


Sudah cukup hasil investigasi nya hari ini mengenai Renata,sudah cukup tau dirinya.Waktunya dia menunjukkan jati dirinya hanya di balik layar saja,belum.Belum saatnya dia mengungkapkan semua, sebelum dia merebut hati Renata kembali ke dalam pelukannya.Merajut asa yang belum sempat di rasa dan memperjuangkan cintanya.


Sudah cukup hanya Alifa yang dia korban, tapi tidak dengan renata.Wanita yang sudah menampar mentalnya dengan sikap pendiam dan kata-kata mutiaranya yang sekali lagi mampu menampar mentalnya.


Renata dengan segala kehidupan nya.3 tahun berpisah tanpa tau seluk-beluk nya ,saat di pertemukan ada banyak hal yang tertinggal dari diri renata yang tidak di ketahui oleh diri Deon.


"Bodoh,kenapa pula kau ikut berjalan dengan nya?".Umpat Deon pada diri sendiri.


Sekali lagi,cinta memang membuat mu bisa gila ada benarnya.Terbukti saat Deon menyadari dirinya terlampau jauh dari mobil mewahnya yang terparkir tak jauh dari resto.Namun,cukup jauh bila dari rumah sewa renata.


Kebodohan inilah yang tidak di sadari oleh Deon kala kakinya terus membawa dirinya mengikuti wanita pujaan hatinya yang lama tak di temukan nya.


Deon,merogoh handphone yang di letakkan di saku celananya.Mengetikkan nomer ponsel seseorang.


Kring..Kring .Kring.


Bunyi ponsel memenuhi telinga Deon dengan tak sabaran ingin segera meluncur ke basemen nya, menjalankan rencananya yang sudah dia rancang dengan sedemikian detail nya.


"Hello,cepat kau kemari di jalan anggrek no 19".Tanpa basa-basi Deon langsung berbicara pada intinya.