My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 84



Deon, sampai memutar tubuhnya.Pertanyaan Bram yang menganggu kebahagiaan nya, membuatnya tersadar akan kelalaiannya.


"Oh iya,aku lupa saking menikmatinya diriku menyaksikan drama mereka".Sahut Deon,sembari beranjak berdiri.


Bram, tanpa di suruh dia kali apalagi harus mendapatkan amukan terlebih dahulu dari Deon,dia sudah siap siaga dengan berkas-berkas dan laptop yang dia tenteng sedari tadi,menunggu si tuan kuasa memberikan perintah.Tapi, sampai di jam ke-2 perintah itu belum dia dapatkan, sehingga mau tidak mau dia harus memberikan peringatan pada bosnya itu.


Deon di ikuti oleh Bram yang berjalan di belakangnya, begitu antusiasnya melangkahkan kaki nya menuju aula resto yang sengaja dia pesan untuk acara jamuan malam yang di peruntukan untuk anak buahnya hanya demi mempermalukan dan memberikan pelajaran yang berharga pada Budi Kusuma Atmaja yang telah menghinanya dan merendahkan nya.


Cukup sudah dia bersabar,sudah cukup penyamarannya yang berjalan tak sesuai dengan ekspektasi nya dimana Renata masih belum membuka pintu hatinya yang di bentengi oleh sikap pendiam dan cueknya,begitu kokoh dan sulit untuk di tembus.


Suara derap langkah kaki begitu menggema di ruangan aula resto begitu keras dan berirama, menyadarkan para tamu undangan akan kedatangan big bos mereka yang di tunggu-tunggu dengan tidak sabaran pasalnya ini baru permata kali mereka bertemu dan melihat secara langsung sosok di balik puluhan bahkan ratusan cabang resto yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia dan dunia seperti gala dinner,meet and great artis papan atas.


Tak ayal mereka berpenampilan sebaik dan serapih mungkin demi menarik perhatian bahkan kalau bisa itu bisa menaikkan jabatan mereka.


Suara derap langkah Deon,di ikuti oleh Bram di belakangnya telah menyita perhatian mereka.Puluhan pasang mata tak lepas dari pintu masuk, tempat sumber suara itu terdengar begitu nyaring nya.


Tak terkecuali pak Budi,sedari tadi siang dia di sibukkan dengan pikirannya tentang ucapan karyawan barunya yang bernama Noel Arga Winata,tetiba pikiran nya kembali harus di sibukkan dengan pemilihan baju yang super bagus dan mahal dari brand ternama dalam waktu singkat.


Dia, dengan tak sabaran begitu mematikan kedatangan big bos dari seluruh cabang resto dan pemilik perusahaan raksasa yang menggurita dengan prestasi dan kecerdasan nya mampu mengalahkan posisi Mr Smith.


Handle pintu terbuka lebar, puluhan pasang mata tak lepas dari pintu masuk, mereka dengan spontan berdiri kala bog bos mereka melangkah masuk.Tapi,tidak dengan pak Budi.Dia mendadak menatap big bos yang di nanti nya dengan tatapan sayu.


Tak pernah ada dalam pikirannya apalagi sempat membayangkan bahwa big bos yang melangkah dengan begitu berkharisma nya di ikuti oleh seorang pria berbadan tegap adalah pria yang sempat di hina,di rendahkan bahkan di tuduh sebagai penyusup.


"Tidak mungkin".Pak Budi bergeleng kepala."Tidak mungkin dia kan?".Pak Budi,menunduk lemah.


Sedang Deon,tersenyum sinis menyaksikan raut wajah pak Budi yang mendadak lesu dan lemas seperti melihat hantu di siang bolong saja.Shock dan tak Percaya.


"Ini baru permulaan nya saja, saksikan kejutan demi kejutan lainnya".Gumam Deon,sembari duduk di singgasana nya di ikuti oleh Bram.


Tepuk tangan begitu riu rendah terdengar dari ruang aula resto begitu Deon sudah duduk diatas kursi kebesarannya sebelum mereka ikut duduk, seperti junjungan nya siap menerima perintah atau mungkin instruksi untuk memakan hidangan jamuan malam yang tersaji di depan mata mereka.


Namun harapan hanya tinggal harapan,perintah itu belum juga keluar dari mulut tuan mereka.Dia malah asyik menatap layar laptopnya di tengah puluhan pasang mata yang menatapnya tanpa berkedip.


....


***Hallo guys, jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like,komen,vote dan berikan hadiah nya ya... Terimakasih***...