My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 160



Renata, mendorong dada bidang Deon dengan sekuat tenaga hingga Deon terhuyung ke belakang hingga nyaris membuatnya jatuh ke bawah jika seandainya dia tak siap dengan dorongan tangan Renata di dada bidangnya.


"Cuih".Renata,meludah tepat di depan Deon.


Satu kejutan lagi yang membuat Deon membelalakkan mata tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Renata terhadapnya.


"Kau pikir,aku wanita murahan yang sekali kecupan saja bisa membuat ku tersipu malu?,gak Deon kau salah menilai ku".Gertak Renata, Deng ketusnya.


Deon,yang masih merasakan perih di pipi kanan dan pipi kirinya akibat tamparan Renata yang begitu keras,di buat terkejut hingga beberapa kali.Renatanya yang ayu dan lemah lembut berubah menjadi Renata yang kasar dan tanpa belas kasihan.


"Kau pikir dengan kecupan mu itu akan membuat ku luluh pada mu dan mungkin bisa menghapus kebencian yang sudah lama terpatri di hati ku?".Renata kembali melanjutkan ucapannya dengan tatapan mata tajam dan berapi-api.


"3 tahun lamanya kau membuat hidup ku hancur,3 tahun lamanya aku berjuang sendiri untuk menghidupi keluarga ku dan berharap aku tidak pernah bertemu lagi dengan mu?,tapi kau si tuan kuasa dengan segala kekuasaan nya malah datang dan masuk ke dalam kehidupan ku lagu untuk kesekian kalinya ".Renata,tak kuasa untuk melontarkan segala keluh kesah dan juga perasaannya pada Deon.


Deon mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir Renata dengan seksama,setiap tutur katanya seakan mewakili perasaannya terhadap dirinya yang tanpa sengaja telah menghancurkan kehidupan seorang gadis desa yang berusaha merantau ke ibu kota dengan harapan bisa merubah nasib keluarga.


Deon,di buat merasa bersalah dengan tindakannya sendiri kala Renata terus bercerita tentang penderitaan ny,tentang apa yang sudah dia lakukan dan selama 3 tahun terakhir ini.


Renata terduduk sembari memegangi dadanya,terasa sakit yang dia rasakan.Bertemu dan bersitatap dengan orang yang telah menghancurkan kehidupan nya dan sekarang adiknya pun ikut imbasnya.


Perlahan,Deon melangkahkan kaki menghampiri Renata yang terduduk dengan memegangi dadanya.Ingin rasanya dia memeluk tubuh ringkih itu yang penuh dengan luka dalam tubuh dan hatinya.


"Dengar, renata.Aku minta maaf untuk apa yang aku lakukan,3 tahun yang lalu dan yang sekarang".Kata Deon,sembari melangkah secara pelan dan hati-hati.


Deon, menghentikan langkah kakinya.Penjelasan Renata,amat menyiksa telinganya,menyayat hatinya dalam kubangan rasa bersalah tiada akhir.


Dia,tak menyadari tindakannya yang telah menghancurkan kehidupan orang lain,tidak ada dalam pikirannya baginya apa yang dia suka pasti akan dia dapatkan,bila ada yang mengusiknya maka orang itu harus di singkirkan.


"Kenapa diam?,aku benar bukan?".Tanya Renata,sembari bangkit berdiri."Kau, bahkan tidak pernah menyadari kesalahan mu, bagaimana kamu bisa mendapatkan cinta mu?".


Deg


Deon yang tadi menundukkan wajahnya ke bawah, tiba-tiba mendongakkan wajahnya menatap renata.Ucapan Renata yang terakhir seakan dirinya mengetahui perasaannya terhadapnya yang begitu mencintainya sampai rela mengejar dan bahkan menjadi karyawan rendahan.


"Kau tau aku mencintai mu?".


"Aku tau Deon, bahkan tanpa kau menjelaskan pun aku sudah tahu ".Sahut Renata,menimpali pertanyaan Deon.


"Ka-".


Belum sempat Deon, menyelesaikan kalimatnya Renata sudah berbalik badan memunggunginya seakan dia tak peduli dengan perasaan cintanya.


"AKu mencintai mu,Renata Kusuma Atmaja ".Teriak Deon.


Renata,tak menggubris teriakan Deon.Dia bahkan sudah melangkahkan kaki,bersiap untuk pergi.Tapi, langkah kakinya terhenti di kala dia mendengar teriakkan Deon.