My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 128



Tidur dalam keadaan ketakutan dan di bangunkan oleh sebuah harapan.Rwnata,kembali terbangun dari bunga matahari mimpinya yang kali ini menggambarkan kebahagiaan,harum semerbak dan tangkai nya yang tak berduri,kelopak bunga yang indah berwarna terang.


Renata,kembali di sibukkan dengan rutinitas di pagi harinya seperti mencuci baju, mencuci piring,masak dan lain sebagainya kendati dirinya sendirian dan hanya berada di rumah petak yang ukurannya saja lebih kecil dari kamar orang kaya.


Bunga mimpinya telah layu,bunga mimpinya tak sesuai dengan harapan.Dia berharap begitu dia membuka mata sudah di sambut dengan ceria oleh Rania, nyatanya dia harus kembali bersabar.


Satu piring nasi goreng dan segelas air menemani sarapan paginya,energi yang di hasilkan oleh sepiring nasi goreng menjadi tenaganya dalam menunjang segala rutinitasnya.Tak lama,hanya sekitar 10 menit saja,Renata mampu menghabiskan sepiring nasi goreng,menu andalannya di tanggal tua yang harus serba berhemat.


"Rania".Renata,mengingat Rania di kala sarapannya di pagi hari yang sepi dan sunyi.


Seandainya ada Rania,sudah pasti harinya berwarna seperti bunga di taman dengan berbagai macam jenis bunga dan warna,harum semerbak,menambah daya tarik.Tapi, harinya kembali sendirian.Adiknya,tak tau dimana dan tak ada kabar sedikitpun.


Letih dan lesu,bila menjalani hari tanpa ada penyemangat.Rania lah yang menjadi penyemangat nya di kala hati gusar dan pikiran tak tentu.


Renata, berjalan keluar dengan menenteng tas slempang lusuhnya,di pagi hari dengan sinar mentari masih malu-malu menampakkan diri.


Renata,harus kembali rela berjalan kaki demi asa dan sebuah harapan apalagi di tanggal tua dengan gajih tak seberapa dan biaya hidup yang cukup tinggi.


Lumayan bagi dia untuk tetap menjaga kesehatan tubuhnya di tengah-tengah kesibukannya kendati dia pernah merasa lelah dan menyerah dalam menghadapi kehidupan nya yang monoton dan membosankan.


Renata, sesekali menyenandungkan lagu-lagu kesukaan nya untuk menemaninya selama di perjalanan, tepatnya untuk mengalihkan rasa capek dan lelah akibat berjalan dalam jarak yang tak sedikit.


Perlu perjuangan dan pengorbanan yang harus dia pertaruhkan demi sesuap nasi dan masa depan adiknya.


'Ku menangis,kau tersenyum


'Ku berduka,kau bahagia


'Ku pergi,kau kembali


'Ku coba meraih mimpi,kau coba tuk hentikan mimpi


Renata, menyenandungkan lagu milik Cakra Khan,seolah menggambarkan perjuangan hidupnya yang berliku dan penuh hambatan.Denganpenjiwaan yang mempuni, dengan rasa lelah yang mulai menyapa tubuhnya.Renata berusaha berjuang sekuat dan sebisanya,di temani dengan lagu kesukaannya.


Tanpa dia sadari,di belakangnya tak jauh dari dirinya.Deon,tengah mengamati dirinya.Sudah seperti agen Intel saja dia, berjalan mengendap-endap sesembari bersembunyi takut ketahuan oleh renata.


"Gadis itu".Gumam Deon,tetap memantau diri Renata di kejauhan.


Yah, bahkan sudah sejak pagi buta Deon berada di kediaman renata.Mengintip kegiatan Renata sekaligus mengawasi targetnya untuk mencari bukti yang ada sebagai barang buktinya dan juga mungkin akan memberatkan dia nantinya.


Dalam hati,Deon merasa kasihan terhadap Renata.Lihatlah dia berjalan dengan gontai nya dan tatapan matanya yang kosong, seakan tak ada tujuan hidupnya.


Rania, penyemangat hidup nya dan juga tujuan dia untuk tetap bertahan hidup di tengah kesakitan dan juga penderitaan yang datang silih berganti tanpa tau situasi dan kondisinya.


"Renata".Gumam Deon lagi, dengan mata terus awas mengintai Renata seperti singa jantan mengintai mangsanya.Dia tak pernah sedikitpun berpaling dari pengawasannya dan matanya begitu jeli melihat ke depan.