
Hormon ibu hamil yang cepat berubah,dan perasa yang berubah menjadi sensitif.Menjadikan Alifa merindukan makanan masa kecilnya.Dulu,bersama keluarganya.
Bakmie, adalah menu makanan favorit Alifa.Makanan yang berasal dari negeri ginseng ini,menjadi candu bagi keluarga Alifa kala itu.
Kebetulan sekali,di wilayah Tambora ini dengan penduduknya yang berasal dari negeri china dan menetap disana,banyak yang menjual bakmie,ada pula yang menjual dimsum.
Ibu hamil ini,entah kenapa mendadak ingin makan bakmie yang berasal dari wilayah masa kecilnya.Tambora.
Akmal, selaku suami siaga dengan sedia mengantarkan sang istri ke tempat penjual bakmie yang sering menjual bakmie.
"Kayaknya disini tutup deh".Kata Akmal,yang sudah lelah berkeliling mengitari wilayah Tambora demi mendapatkan bakmie.
Alifa, cemberut kala makanan yang di inginkannya tak ada yang buka di kedai-kedai penjual bakmie.
"Hari ini,hari Minggu kebanyakan warga China sedang melakukan sembahyang di vihara".Jelas Akmal.
Semakin kesal saja,ibu hamil ini.Penjelasan Akmal seakan mengubur harapan Alifa demi mencari makanan kesukaan nya.
"Gak mau tau, pokok nya aku mau makan itu.Titik".Gertak Alifa, memalingkan muka ke sembarang arah.
Akmal, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.Ternyata, menghadapi ibu hamil harus ekstra sabar, hormon nya yang berubah belum lagi perangainya yang tiba-tiba berubah bak singa betina.
"Sabar sabar".Gumam Akmal,mengelus dadanya.
Saat kesabarannya sudah mulai habis,saat dia tengah di Landa putus asa karena yang di cari tak kunjung di temukan,saat itu pula ekor mata Akmal menangkap tulisan'BAKMI GM'.Di pusat perbelanjaan di kota Pluit.
"Alhamdulilah".Akmal akhirnya bisa bernapas lega,dia tak jadi di amuk oleh banteng betina,tak jadi di mangsa oleh singa betina.
Alifa,belum mengetahui tentang pusat perbelanjaan di Pluit yang menjual bakmie.Setaunya hanya ada di Tambora saja.
Tanpa, meminta persetujuan Alifa, tanpa memberitahu Alifa.Akmal mengarahkan mobilnya menuju tempat pusat perbelanjaan modern.
Saking, merajuknya Alifa hingga dia tak menyadari mereka sudah berada di basemen tempat parkir mobil yang di sediakan oleh pihak pusat perbelanjaan.
"Mau sampai kapan kamu terus merajuk seperti itu".
Akmal, menggelengkan kepala.Sejak Alifa, dinyatakan positif hamil,nafsu makan nya bertambah dan perangainya yang berubah drastis.
Akmal,menuntun Alifa,keluar mobil dengan sangat hati-hati.Takut,terjadi apa-apa pada ibu dan bayi mereka yang masih ada dalam kandungan alifa.
Tanpa, bertanya Alifa membiarkan Akmal menuntun tangan nya dan kakinya mengayun,menyusuri selangkah demi selangkah tanpa pemberontakan.Lebih, tepatnya lelah merajuk yang ujung-ujungnya dia sendiri yang harus mengalah.
Tapi,tidak dengan Indra penciuman Alifa yang mendadak tajam.Diantara tumpukan sampah pun dia seperti mencium aroma masakan khas sunda.
"Berhenti".Teriak Alifa, menginterupsi langkah kaki Akmal.
Akmal menghentikan langkah kakinya,dia periksa kaki sang istri."Kenapa sayang?".
"Aku pengen makan makanan Sunda aja".Rajuk Alifa.
Akmal menepuk jidatnya, benar-benar harus ekstra sabar menghadapi hormon ibu hamil.
"Katanya mau bakmie".
"Berubah pikiran".Semprot Alifa.
Alifa, menghela napas nya.Mengatur ritme napasnya yang berubah kencang.Lagi-lagi dia harus menghadapi keinginan Alifa yang berubah dari keinginan semula.
"Dimana kita,mencari makanan yang kamu inginkan di pusat perbelanjaan modern ini?".
"Gak mau tau,harus sekarang dan terlaksana".Rajuk Alifa.
Akmal mengelus dadanya,mengucap istighfar demi menghadapi perubahan hormon istri nya.
"Yaudah iya, apapun akan aku lakukan demi istri ku tercinta".Goda Akmal,mencolek dagu Alifa.
.....
Hi guys,bagi kalian yang ingin lebih tau mengenai cerita Alifa dan Akmal bisa di baca di novel terdahulunya nya.CINTA DATANG TERLAMBAT karena semua berawal dari sana.