My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 34



Berat,itu yang di rasakan renata untuk menjalani sisa harinya,bergelut dengan aktivitas sehari-hari.Kalau boleh menyerah,saat ini pula dia rasanya ingin menyerah.


Tapi,itu tidak mungkin dia lakukan.Teringat akan pesan ibunya untuk menjaga Rania,adik satu-satunya.Sebenarnya Renata,ingin mengakhiri hidupnya sejak dulu.Tapi, malaikat tak bersayap ternyata datang tepat waktu,di saat dia benar-benar akan mengakhiri hidupnya,di saat itu pula ada seorang pria yang datang menyelamatkan nya.


Bukan,dia merasa senang atas aksi penyelamatan seorang pria terhadapnya melainkan ada kebencian di hati nya kala mengetahui indentitas pria itu.


Yah,pria itulah yang menjadi sebab musabab awal dari kehancurannya.Karena dia pula,dia mengalami depresi akibat seringnya di tolak oleh berbagai perusahaan ataupun resto yang dia coba untuk melamar pekerjaan.


Karena dia pula, kehidupan renata menjadi hancur hingga nyaris mengakhiri hidupnya.Pria itu masih ada dalam pikiran renata,masih ada dalam bayangan Renata,setiap tutur katanya, sikapnya dan mimik mukanya.Masih sangat jelas terlihat dan terbayang.


Dia, berjalan dengan gontai nya,tak bersemangat menjalani hari.Beda hal nya dengan hari-hari yang lalu, biasanya dia sering semangat menjalani hari Karena ada harapan yang ingin di wujudkan.Tapi, sekarang.


Tak ada harapan dalam hidupnya, harapan itu telah di patahkan oleh nasib malang nya yang tak pernah usai berhenti silih berganti menghampiri kehidupan nya.


"Bismillah".Renata,mengatur napasnya yang tiba-tiba berdetak kencang, seperti akan ada hal yang tidak mengenakkan hatinya.


Selangkah demi selangkah dia berjalan menuju tempat kerjanya, hatinya dilanda was-was.Takut,kejadian serupa di alaminya untuk kedua kalinya,ketiga kalinya dan seterusnya.


Bukan masalah tidak siap,tapi trauma masa lalu terus membayang-bayangi pikiran renata.Tak ada,firasat apapun tentang hari ini,mencoba untuk positif thinking daripada memikirkan hal-hal yang tidak-tidak.


"Ok, semangat renata.Yuk semangat yuk".Motivasi dia berikan untuk dirinya sendiri,sebelum melangkah masuk ke dalam.


Dia,tau dia terlambat masuk kerja Karena terbuai oleh harapan dan pelukan saling menguatkan belum lagi peristiwa tadi pagi yang menyita waktunya.


Klek


Handle pintu dia dorong.Begitu,dia sudah masuk ke dalam,dia di buat terkejut dengan kumpulan karyawan yang memenuhi aula resto dengan tatapan tajam,ada pula yang berbisik-bisik tetangga,menatap sinis kearahnya seperti merasa jijik.


"Kamu telat".Suara lantang namun berat menginterupsi diri Renata yang diam mematung,belum mengetahui apa saja yang terjadi sebelum dia datang.


"Telat,karena sibuk berurusan dengan istri sah nya".


"Jangan dekat sama dia.Dia itu pelakor".


Berbagai kata hinaan terlontar untuk dirinya dari rekan kerjanya,apalagi Sarah yang sedari dulu memang membencinya semenjak dia menjadi incaran Alek.


Renata,berbalik badan demi melihat pemilik suara berat itu.


Deg


Renata diam mematung.Pria yang ada di hadapannya seperti pria di masa lalunya,pria yang menghancurkan masa depannya dan juga nasibnya.Namun,pria ini terlihat culun tapi masih terlihat wajah gantengnya sama seperti pria di masa lalunya di versi yang berbeda.


"Deon".