My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 124



"Apa mungkin dia penyusup, seperti apa yang pernah terjadi?".Renata tersadar akan bahaya yang mengintai deon.


Buru-buru dia berlari menuju ruangan manager,takut terjadi apa-apa terhadap deon.Tapi, langkahnya terhenti tepat saat Deon keluar dari ruangannya sembari berjalan dengan santai nya, seperti tidak menunjukkan bahaya yang mungkin mengancam keselamatan nya.


Para pelanggan dan karyawan pun menoleh kearah Deon,sebab orang itu keluar dari ruangan nya dengan di giri g oleh dua pria berbadan kekar.


"Itu pak Deon". Seketika itu pula fokus dan pandangan mereka tertuju pada deon.


Deon,tak ekspresi terus melangkah maju tak menghiraukan tatapan penasaran dari orang-orang yang menanti kabar darinya.


Tapi,sampai langkah terakhir nya pun kabar itu tak kunjung mereka dapatkan.Sampai mereka mengikuti Deon ke tempat parkir pun,si aktor pemeran utama masih bungkam tak berbicara sepatah katapun.


Renata, mengerutkan keningnya.Deon, berjalan tanpa ekspresi dan tanpa berbicara sedikitpun sudah seperti robot saja dia.


Deru mesin knalpot begitu nyaring terdengar.Memberikan kesan mewah dan luar biasa bagi yang melihatnya.Tapi, tidak dengan Renata.Dia yang ikut mengiringi kepergian deon,berharap ada kabar dari darinya yang ada dia di buat kaget dengan motor yang di gunakan oleh deon.


"Motor itu?".Renata mencoba mengingat-ingat jenis motor yang di gunakan oleh deon."Motor itu kan yang tadi mengikuti ku dengan si pengendara nya menggunakan helmt full face.Dia ternyata deon".Kaget bercampur benci yang di rasakan oleh renata.


Yah, bukannya merasa simpati dia justru semakin membenci deon.Sebab nya dia malah menyelonong masuk kembali ke dalam resto,sudah tak peduli lagi dirinya terhadap deon yang memang sudah di bencinya sejak 3 tahun terakhir.


"Hah,bodoh sekali kau renata".Rutuk renata pada diri sendiri.


Renata,kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.Rasa penasaran dan entah angin apa yang membawanya mengikut langkah kaki deon padahal dia sudah menasbihkan diri untuk tidak peduli lagi terhadap managernya,mengingat manager itu adalah Deon bukan pamannya.


Renata,menyusun piring dan gelas bekas,kemudian mengelap meja yang kotor agar bisa di pakai lagi oleh pelanggan lainnya yang datang silih berganti seakan tak ada habisnya.Mengabaikan orang-orang yang masih bergosip tentang kejadian yang baru saja terjadi.


"Sebenarnya apa yang terjadi?".


"Aku dengar pria itu asistennya,tapi kok asistennya di gelandang oleh dua pria berperawakan preman dan berwajah datar?".


Sayup-sayup Renata mendengarkan pertanyaan mereka,masih seputar kejadian tadi.Tapi, renata dia malah dengan santainya lewat di depan mereka dengan membawa baki berisi piring dan gelas kotor.


"Kedua pria itu mirip Renata.Tak berekspresi".Sindir rekan kerja renata.


"Haha..Haha..Iya betul,kalau mereka berjodoh bisa-bisa keluarga mereka akan di juluki sebagai keluarga patung ".Sarah ikut, menyumbangkan suaranya.Dia paling jago menjatuhkan dan menjelek-jelekkan renata.


Yang di sindir bukannya membalas apalagi merasa telinga nya panas,dia cuek saja tak peduli dengan kata nyinyiran orang lain.Toh,buat apa di balas hanya membuang-buang energinya saja.


Hanya seulas senyum yang Renata berikan tanpa membalasnya dan kembali di sibukkan oleh pekerjanya yang lain,tak ikut menimbrung dengan orang-orang yang masih bertanya akan kejadian yang baru terjadi.


Dia memilih abai bahkan istirahat pun dia hanya sendirian tak duduk bergerombol membicarakan hal yang tak penting untuk di bahas.