
Deon, sampai tak bisa mempercayai atas apa yang dia lihat.Potongan kain dan beberapa selimut terpilin menjuntai ke bawah tanah dengan begitu rapihnya tersusun bak pemanjat tebing handal.
Begitu pula dengan anak buah Deon, mereka bukan tak percaya dengan penglihatan mereka tapi mereka semakin takut akan kemarahan tuannya yang mungkin akan semakin menjadi.
Deon,menoleh ke samping kiri dan kanan nya dimana anak buahnya juga sedang menatap ke bawah.
sprei dan beberapa potongan kain terlilit begitu kuat dan kokohnya,sengaja agar kain itu bisa menampung bobot tubuh rania yang kurus dan ramping.Satu bukti kecerdikan Rania dalam meloloskan diri dari sangkar emas milik Deon.Tapi,Deon jelas dirinya tak sebodoh yang di pikirkan oleh Rania.Dia juga tak kalah cerdiknya dengan Rania.
Di tengah kebingungan anak buahnya,entah karena merasa takut.Apapun itu,Deon tak memperdulikan mereka.Dirinya malah dengan santainya melenggang pergi tanpa mengeluarkan bunyi apalagi menaruh curiga dari anak buahnya.Deon,berhasil keluar dari balkon tanpa sepengetahuan anak buahnya.
Klek
Pintu itu tertutup sempurna dan di kunci secara sengaja oleh Deon.Sontak saja,anak buah Deon tersadar akan nasib dirinya sendiri.
"Kalau mau keluar dari balkon ini?, cobalah kalian turun melalui potongan kain yang terlilit sempurna hingga menjuntai ke bawah tanah".Seru Deon,di balik pintu.
Anak buah Deon,saling pandang satu sama lain antara tidak mengerti dan pura-pura bego.Jelas, mereka tak mungkin bisa melakukannya toh tubuh mereka kekar dan berbobot.Potongan kain itu jelas tak akan mampu menampung bobot mereka, apalagi jumlah mereka 20 orang.
"Tuan".Seru salah satu anak buah Deon.
Deon,mana peduli dengan protes mereka.Dia berbalik badan sembari tersenyum penuh kepuasan.
Dia melenggang masuk ke ruang cctv, tempat dimana dia akan mengetahui peristiwa sebelum dan sesudah Rania meloloskan diri,apa saja dan bagaimana kejadiannya?,tentu dari sana dia bisa mendapatkan bukti nyatanya.
"Perlihatkan pada ku kejadian di balkon,pada hari kemarin hingga malam ini".Perintah Deon, tanpa basa-basi.
Ucapan Deon,berhasil membuat kedua penjaga itu terlonjak kaget karena keberadaannya yang tiba-tiba dan meminta bukti rekaman cctv.
"P-pak bos".Ucap kedua penjaga ruang cctv dengan gugupnya.
Deon, tanpa banyak bicara dia menghampiri kedua anak buahnya yang dia beri tugas untuk mengawasi cctv yang dia pasang di setiap sudut basecamp nya.
"Segera laksanakan titah ku,bukan diam melongo kayak bayi yang sewaktu dalam kandungannya tak di turuti semua keinginannya".Gertak Deon.
Kedua penjaga itu segera mengusap air liur akibat keterkejutan mereka atas kehadiran Deon yang tiba-tiba dan tanpa permisi belum lagi dirinya meminta bukti rekaman cctv.Sesuatu yang jarang di lakukan oleh tuannya, sekali pun meminta pasti ada hal yang janggal.
Kedua penjaga cctv itu dengan sigap menjalani perintah Deon.Jari-jemarinya begitu lihai menari-nari bak seorang penari yang berusaha menghibur penonton dengan gerakan erotis nya.
"Aku ingin kau tunjukkan rekaman cctv yang ada di kamar dekat balkon".Perintah Deon,sembari ikut duduk di samping mereka.
Rendi,selaku penjaga rekaman cctv mengangguk paham.Dengan keahlian dan juga kepandaian nya dia dengan mudahnya memperlihatkan bagaimana KTI rekaman cctv pada jam dan tempat yang di sebutkan oleh Deon.
"Pada jam 8 malam,terlihat wanita itu sedang menggunting kain dan melilit sprei menjadi tali panjang"Rendi, menghentikan penjelasannya sejenak."Dan_". Alangkah terkejutnya Rendi,saat bukti rekaman cctv itu menunjukkan gadis tawanan bos nya menjuntai kan potongan kain dan sprei yang di lilit satu sama lain untuk dia meloloskan diri.
Rendi,menoleh kearah samping.Takut-takut dia menatap tuannya."Pak bos".Ucap Rendi.