
Fahri dan Alek masih saja berdebat,saling meledek dan melemparkan kata hinaan di tengah rasa frustasi mereka mengejar mangsa mereka yang telah menghilang tanpa jejak,entah di bawa kemana dan oleh siapa.
Lelah karena tak kunjung menemukan mangsanya,kedua buaya penakluk wanita dengan rayuan maut dan menggoda itu akhirnya membubarkan diri mencari mangsa lain.
"See you,good bye pebinor".
"See you,good bye too playboy".
Alek dan Fahri saling mengucapkan kata perpisahan diakhiri dengan kata hinaan untuk keduanya.Sama-sama Buaya,tapi tidak mampu menembus benteng pertahanan pawang nya sendiri,di tangan pramusaji pendiam.Renata Kusuma.
Sedang yang di cari tengah berjalan dengan santainya kendati ada seorang pria yang bersama nya ikut pulang ke rumah,lebih tepatnya hanya menemani tanpa di minta.
Renata, seperti biasanya dia berjalan kaki untuk sampai ke rumahnya dengan menggunakan pakaian tertutup bukan saja karena hawa nya yang dingin tapi juga untuk melindungi dirinya sendiri dari kejahatan yang tak terduga.
Bahkan Noel yang berjalan di belakangnya saja sampai bergeleng-geleng kepala.Penampilannya sudah seperti wanita tomboi saja dia,berjalan dengan santainya sembari memasukkan kedua tangan nya ke dalam saku Hoodie berwarna hitam.
"Apa penampilan selalu seperti ini?". Pertanyaan sebagai pembuka keheningan terlontar begitu saja,terbawa oleh rasa penasaran.
"Menurut mu, pakaian seperti apa yang cocok di gunakan untuk seorang wanita yang berjalan di tengah malam?".
Pertanyaan di jawab pertanyaan.Begitulah Renata tak pernah dengan secara langsung menjawab.
Deon kembali di buat takjub dengan Renata,wanita yang tak biasa dia temui di muka bumi mana pun.Sikapnya yang cuek terlampau cuek dan juga pendiam.
"Aku rasa pakaian yang kamu kenakan untuk melindungi diri kamu sendiri ".
"Itu sudah tau,kenapa banyak bertanya?". Singkat,padat dan jelas.Jawaban itu seakan menohok diri deon,menampar mentalnya.
"Wanita ini,jutek sekali ".Gerutu deon.
Dapat Renata dengar ocehan pria yang berjalan di belakangnya seperti bodyguard saja dia padahal renata tidak membutuhkan penjagaan apalagi perlindungan dari pria yang menurutnya dia juga butuh di lindungi bukan melindungi.
keheningan kembali menyapa kedua insan yang saling bertolak belakang.Sekuat dan sekeras apapun diri Deon berusaha mendekatkan diri dengan Renata, wanita pujaan hatinya.Tapi,tak mampu melunakkan hati sekeras batu dan sikapnya yang terlampau cuek bebek kayak patung tanpa ekspresi,tanpa tutur kata.
Di tanya,ya di jawab.Enggak pun,yah diam.Renata sudah seperti wanita klasik yang tak asyik di ajak berbicara, jangan kan di ajak berbicara baru menatapnya saja mental terasa di jatuhkan sejatuh-jatuhnya.
Lihatlah Renata,dia bahkan berjalan tanpa ekspresi apalagi berbicara barang sepatah,dua patah kata untuk mencairkan suasana malam yang mencekam dan sunyi.
"Apa kamu selalu jalan kaki?". Pertanyaan itu terlontar kembali, rasanya gatal bila tidak bertanya.
"Menurut mu,karyawan dengan gajih yang pas-pasan seperti ku mampu dan sanggup membayar ongkos jasa transportasi umum?".Kembali renata menjawab dengan pertanyaan.
"Kalau di tanya jawab,bukan di jawab dengan pertanyaan lagi".
Renata, menghentikan langkah kakinya demi mendengar ucapan pria di belakangnya."Tak semua pertanyaan ada jawaban nya,terkadang pertanyaan itu terlontar hanya untuk mengetes pribadi dan pengetahuan seseorang".