My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 78



Dirinya yang baru bangun dari istirahat yang katanya hanya sebentar dan sejenak, sayup-sayup dia mendengar ucapan supir pribadinya mengumumkan kata-kata diawali dengan seandainya.Berandai-andai bila dia menjadi seorang wanita.


Kata-kata nya terus terngiang-ngiang di pikiran nya.Pikiran Deon yang masih bersih harus tercemar oleh pikiran negatifnya tentang perubahan jenis kelamin Bram.


Bukan rahasia umum lagi jika tak sedikit diantara kalangan artis maupun warga biasa yang melakukan operasi ganti jenis kelamin dengan berbagai macam alasan.


Pria menjadi wanita begitu pun sebaliknya, wanita jadi pria.Dalam pikiran Deon dia membayangkan jika ambisi Bram untuk menguasai hartanya dan bukan karena cinta akan menjadikan dirinya berbuat nekat.


Dengan operasi ganti jenis kelamin, misalnya.Bisa jadi Bram melakukan itu semua semata hanya karena hartanya.


"Masa jeruk makan jeruk".Gumam Deon,bergidik ngeri membayangkan jika memang benar Bram telah berambisi.


Susah payah dirinya mengusir pikiran negatif itu dari pikiran nya yang di paksa kembali kedua nyata setelah dirinya di bawa terbang keatas nirwana,bunga mimpi yang indah nan harum tapi tidak sesuai dengan realita dan hanya sebentar hinggap dalam dirinya.


Deon,memilih memandang kearah jalanan kebetulan Bram sedang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sehingga dia mampu melihat pemandangan luar dengan leluasa.


Dia turunkan kaca mobil sedikit,selain dia bisa leluasa melihat keluar tapi juga untuk menjernihkan pikiran nya yang terlanjur kotor.


Bram pun, melihat tingkah laku bosnya yang memandang keluar dengan tatapan kosong,tak biasanya bosnya ini tengah melamun.


"Apa yang anda pikirkan?".Tanya Bram,tanpa menoleh.


"Jatuh cinta boleh,goblok jangan".Nasehat Bram,berusaha menyadarkan pikiran Deon dan menarik paksa pikiran Deon yang melanglang buana bak prabu Siliwangi yang bisa membelah raganya.


Deon,masih tak bergeming.Dia masih betah memandang kearah luar,angin sepoi-sepoi begitu jelas terasa oleh dirinya.Sesuatu yang baru dia rasakan selain angin yang keluar dari AC(Air Conditioner).


Tak hanya asyik menikmati angin sepoi-sepoi saja,tapi Deon juga memandang gedung-gedung pencakar langit yang berdiri saling sejajar dan semakin tinggi, seakan ada persaingan di dalamnya apalagi pusat perbelanjaan modern beserta dengan hotel tak lupa apartemen yang menjulang semakin tinggi bak jamur di musim hujan.


Lelah rasanya Bram mengoceh pada orang yang jiwa raganya ada di tempat tapi pikiran nya melanglang buana,entah kemana.


"Wah si bos dah kayak prabu Siliwangi saja,bisa membelah diri".Bram masih mengoceh sebelum akhirnya dia diam seribu bahasa.


Yah,sedari tadi Deon tak menanggapi ocehan Bram bahkan ada sedikit nasehatnya tentang masalah percintaan.Dulu mommy nya yang terlalu cinta terhadap Daddy nya dengan dalih demi masa depan anak dan psikologis tak terganggu.


Cinta memang terkadang bisa merubah seseorang,bisa juga menghancurkan seperti kata renata'persetan dengan cinta,semua sama saja'.Sama halnya seperti mommy nya,terlalu cinta dengan alasan anak hingga membuatnya tak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah,mana putih dan mana pula yang hitam.Baginya semua sama saja.


Pikiran nya sudah kembali jernih,tapi pikiran nya beralih ke masa lalu.Entah angin darimana,tapi pikiran tentang masa lalu, bayang-bayang akan perselingkuhan daddy-nya dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),terus menghantuinya.


"Terlalu bodoh atau terlalu cinta?".Gumam Deon.