My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 64



Noel yang ikut menanti Renata keluar dari resto dari kejauhan memantau kedua pria yang tengah duduk di atas jok motor mereka masing-masing dengan bertopang dagu,asyik mengamati mereka berdua.


"Saksikanlah drama di mulai".Kata Noel,sembari asyik menikmati secangkir kopi latte kesukaan nya di dalam mobil yang tak jauh terparkir di bawah pohon Cemara.


Tepat,saat dia menyelesaikan kalimatnya.Fahri dan Alek, keduanya saling melemparkan kata sindiran mengenai sikap mereka yang sama-sama mempermainkan wanita.Kali ini target mereka adalah seorang pramusaji pendiam yang uniknya meski mereka tau itu tidak mudah tapi pantang menyerah sekali mereka dalam mendapatkan hati seorang Renata Kusuma.


"Gak bermesraan lagi loe,sama istri orang?".Kata Alek, memecahkan keheningan diantara mereka.


Tak terima rasanya Fahri terus menjadi bahan ledekan dan juga sasaran empuk dalam hal meledek.Dia dengan santai nya bersiul.


"Justru karena gue udah tobat,bini orang emang menantang.Tapi, wanita pendiam jauh lebih menantang".Sahut Fahri,acuh tak acuh.


Alek,melirik Fahri dengan sinis."Sombong sekali kau".


"Emang gue sombong,kenapa iri?.Iri bilang bos".


Geram dan dongkol itu yang di rasakan oleh Alek terhadap Fahri dengan segala kesombongan nya dan juga tingkat percaya dirinya yang menurutnya terlalu over.


Tak hanya Alek saja,tetapi juga Noel yang sedari tadi menyaksikan dan juga mendengar melalui earphone ponselnya,merasa geram.Renata seakan di jadikan barang taruhan,bak alat yang bisa di perebutkan.


Dengan membawa rasa marahnya yang sedari tadi dia berusaha menahannya.Noel,keluar dari persembunyiannya dengan membanting pintu mobil sekuat tenaga nya.


"Dasar orang kaya gak punya akhlak".Umpat Bram yang duduk di kursi kemudi,ikut menyaksikan perdebatan diantara kedua pria.


Semakin Noel berjalan,semakin dia mendengar kata hinaan yang tertuju pada Renata.Benar saja,bahwa renata hanya di jadikan alat taruhan.Sayup-sayup Noel mendengar kata demi kata yang terucap diantara keduanya.


"Udah tau Menantang,masih berusaha menaklukkan".Sahut Noel,terbakar api amarah.


Baik fahri maupun Alek keduanya menoleh pada sumber suara yang menganggu keasyikan mereka pada barang rebutan mereka yang sayang nya sampai sekarang belum bisa di taklukkan oleh rayuan maut ataupun berdasarkan pengalaman.


Alek,mendelik sebal.Ternyata orang itu adalah karyawan baru yang berpenampilan culun."Heh anak baru,jangan suka ikut campur".Gertak Alek,maju selangkah lebih dekat dengan Noel.


Bukannya merasa takut,Noel malah tersenyum kecut."Sorry,bukan gue yang ikut campur tapi apa pantas seorang wanita di jadikan alat taruhan,barang yang harus di perebutkan?".


Alek, mencengkram kerah baju Noel.Dia layangkan tinjunya di perut noel.


Bugh..Bugh..Bugh..


Tidak hanya sekali melainkan tiga kali Alek meninju perut noel hingga tubuh Noel terkapar lemas tak berdaya diatas gundukan tanah tanpa bisa dia balas apalagi kejadian itu tak terduga oleh Noel yang tak mampu membaca situasi dan kondisi.


"Kau,anak baru disini.Sudah berani menantang dan sikap mu tak menunjukkan sikap hormat pada senior mu".


"Untuk apa aku bersikap hormat".Gertak Noel,bangkit berdiri."Orang macam kau tak pantas untuk di hormati apalagi di takuti".


Plak.


Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Noel, hampir saja tompel besarnya terlepas.Beruntung Noel menyadarinya dan berusaha menempelkan kembali tompel palsu yang terbuat dari lakban hitam.Kali ini bukan Alek pelakunya melainkan Fahri yang ikut geram terhadap tingkah laku Noel yang di rasanya tak menunjukkan sikap hormat nya.