
"Kau duluan,Renata.Cepat pergi ke ruang bersalin Alifa". Perintah Deon,di angguki kepala oleh renata.
Ayah dan anak yang memiliki hubungan tak harmonis dan sedang dalam keadaan bertikai tak berkesudahan ini,saling melemparkan tatapan tajamnya.Deon,yang jelas membenci Daddy nya atas apa yang dia lakukan terhadap dirinya dan juga mommy nya,sedang David Artama jelas dia mengeluarkan kilat kemarahan atas Kemalang dan nasib buruk yang di alaminya
"Dasar anak kurang ajar".Teriak Daddy David, kalap."Ini semua gara-gara kamu,Deon Wilson.Gara-gara kamu aku kehilangan pekerjaan ku,harta ku, kemewahan ku dan sekarang putra ku".Teriak Daddy David, Berapi-api mengobarkan kilat api kemarahan.
"Kehilangan putra?".Tanya Deon, mengernyitkan keningnya tak mengerti.Deon, menyilangkan tangannya di depan dadanya,seolah dia sedang berpikir keras.
"Gak usah berpura-pura bodoh,aku tau ini semua gara-gara kamu.Samantha kehilangan bayi nya gara-gara kamu,Deon Wilson".Teriak daddy David, menunjuk-nunjuk Deon dengan jari telunjuk nya.
"Oh,Samantha sudah lahiran yang sayangnya bayi nya,mati gitu?".Tanya Deon, dengan ketus.
Daddy David, mengepalkan tangan nya geram.Anak sulung nya dari pernikahan nya dengan danita Wilson,memang adalah dalang di balik nasib sial nya.
Deon, melangkah maju berdiri tepat di hadapan Daddy David dan mengulurkan tangan nya."Selamat atas kelahiran bayi mu yang tidak sempat menghirup udara segar duniawi".Kata Deon, memberikan kata selamat di serai dengan sindiran.
Daddy David menatap tangan Deon yang terulur dan kemudian menatap wajahnya yang penuh dengan kebengisan.Daddy David, menepis tangan deon yang terulur.
"Simpan kata-kata murahan mu itu,ini semua gara-gara kamu".Teriak Daddy David, menyalahkan kematian anaknya kepada putranya sendiri.
Deon, tersenyum smirk.Dia yang tidak tau apa-apa,tapi dia juga yang di salahkan atas nasib buruk yang menimpa daddy nya sendiri.
"Mau kemana,anak sialan?".Tanya Daddy David,mencoba mencegah kepergian Deon.
Deon, mengangkat tangannya ke udara.Masa bodoh, dengan teriakkan Daddy nya atau bahkan dengan tuduhan yang menyalahkan dia atas kematian putranya.
Deon,ingin cepat menemui Renata yang ketakutan dan shock atas apa yang di lihatnya.Wanita,rapuh itu pasti akan mengalami trauma.
"Semoga, Renata baik-baik aja".Harap Deon,sembari melangkah dengan lebar nya.
Ruang bersalin Alifa, berjarak beberapa meter lagi,hati Deon cemas.Tapi, bukan mencemaskan keadaan Alifa melainkan mencemaskan Renata yang tadi ketakutan dan shock.
Selangkah demi selangkah Deon,mencoba mengatur napas nya dan hatinya yang khawatir atas keadaan Renata.Dia hampir dekat dengan ruang bersalin Alifa dan tak ada Renata di luar ruangan bersalin Alifa.
Hati Deon semakin di Landa kecemasan.Takut,Renata tak ada di sekitar ruangan bersalin alifa,deon mencoba bersikap tenang, berpikir positif mungkin Renata ada di dalam ruangan.
Klek
Deon, membuka handle pintu ruang bersalin Alifa.Dan begitu Deon,masuk ke dalam dan melihat apa yang ada di dalam ruangan itu.Deon terlonjak kaget dengan apa yang di lihat oleh mata kepalanya sendiri.
"R_Re-Na-Ta".Saking kagetnya,Deon sampai gugup dan terbata-bata memanggil nama istrinya sendiri.