
Kenangan demi kenangan begitu jelas tergambar di pikiran Deon.Dia yang tengah berjuang untuk mendapatkan cinta Renata, tiba-tiba di goyahkan oleh pemikiran nya sendiri terhadap Aisha alifa.Wanita keturunan yang berhasil memikat hatinya.
"Lihatlah Alifa,bunga favorit mu telah berhasil melukai tangan ku.Seperti diri mu yang telah menancapkan duri di hati ku, rasanya teramat sakit tak tertahankan dan berbekas".Gumam Deon,sembari menutup matanya.
Perih.Itu yang dia rasakan selama lebih 3 tahun ini dia rasakan.Kehilangan wanita yang dia cintai,dan bahkan harus merelakan dia bahagia dengan orang lain.
Deon,masih diam terpaku di tempat sesekali dia menahan rasa sakit di ulu hatinya.Berat, melepaskan dan mengikhlaskan wanita yang dia cintai untuk bahagia bersama dengan orang lain.
Bunga mawar dengan berbagai macam jenis dan warna kesukaan dari wanita nya.Bunga ini,tanaman ini dan semua yang ada di dalamnya mengingatkan dia akan cintainya terhadap wanita yang dulu pernah hadir dalam hidupnya.
Jika, menurutkan kata hati.Dia sebenarnya tidak Sudi berada bahkan berdiam diri di tanaman yang begitu menyesakkan dan melukai hatinya.Tapi,demi cintanya untuk renata.Dia rela menahan rasa sakit di hatinya yang dia ciptakan sendiri.
Merasa bosan berdiam diri di tengah-tengah tanaman bunga mawar,Deon beranjak pada tanaman herbal.Disana di tanam berbagai jenis tanaman herbal, seperti jeruk nipis,jahe,kunyit dan lain sebagainya.
Rasa sesak dan nyeri begitu jelas dia rasakan.Semakinmaduk ke dalam,semakin membuatnya merasakan rasa perih dan sesak.
Aisha alifa,dia telah memberikan kenangan terburuk untuk hidupnya,kisah cintanya dan perjuangan serta pengorbanannya yang sia-sia.
Deon kembali menutup matanya dengan jari telunjuknya yang terus mengeluarkan setetes demi setetes darah akibat terkena goresan duri bunga mawar.
Kenangan demi kenangan kembali menyapa pikiran.Mengusik jiwanya yang tenang,setenang ombak di lautan.Wajah Alifa jelas terlihat, senyuman,tutur katanya, wajahnya yang cantik dan bercahaya secerah bulan purnama dan seindah bunga mawar merah.
Bayang-bayang tentang Alifa menari-nari di pikiran nya.Deon memaksa matanya terbuka, dengan secara perlahan seiring hatinya mulai menerima kenyataan.
Selangkah demi selangkah deon menapaki jalanan tanaman yang sempit.Sesempit hatinya dan pola pikirannya yang hanya mengarah pada satu orang saja.Yaitu, Aisha alifa.
Deon,yang malang dengan kisah cintanya yang pilu.Kehilangan orang yang dia cintai,susah payah dia membuka hatinya untuk orang lain,untuk wanita dengan sikap pendiam nya yang susah untuk di tebus bak benteng kokoh milik kekaisaran Romawi kuno.
"Aisha alifa".Gumam Deon,sembari duduk berjongkok di taman jeruk nipis kesukaan Alifa.
Dulu,dia pernah membeli tanaman ini bersama dengan Alifa di luar kota.Tanaman yang menurutnya sebagai obat herbal untuk orang yang sedang terkena batuk.
Deon,pegang jeruk nipis itu dengan seksama seakan mengingat masa lalunya bersama dengan Alifa.Wanita keturunan yang berhasil meluluhkan hatinya.
"Permisi,apa tanaman jeruk nipis ini di jual?".Tanya seorang wanita dengan lembut.
"Tidak".Jawab Deon dengan ketusnya, tanpa menoleh kearah wanita yang telah merusak suasana hatinya dengan pertanyaan tak bermutu.
"Hmmm, padahal aku lagi ngidam".Keluh wanita itu, merengek bak anak kecil meminta di belikan es krim.
"Kalau tidak yah tidak mbak".Gertak Deon,sembari menoleh kearah wanita itu.
Deg
Deon, terkejut bukan main.Wanita yang menawar tanaman jeruk nipis ini tak lain dan tak bukan adalah wanita yang dulu, sekarang dan mungkin nanti menguasai hatinya dan seluruh aspek kehidupannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Hai guys, penasaran gak tuh dengan kisah cinta deon?,kemanakah hatinya akan berlabuh?,tetap pada orang yang sama atau berusaha untuk membuka lembaran baru dengan menerima orang baru dan berusaha untuk mencintai nya?...
Temukan jawabannya dengan terus membaca karya ini yah.Janganlupa beri like,komen, vote dan hadiah yah***