
"Kamu lihat sendiri kan?". Kata-kata itu seakan memperolok dirinya agar tak memaksakan diri dengan keinginan nya yang belum tentu bisa di sanggupi oleh orang lain.
Kata-kata itu seakan menyadarkan dirinya akan keegoisannya sendiri yang memaksa orang lain untuk menjatuhkan Egi dan harga dirinya, tanpa tau apa dan bagaimana yang dia lalui dan dia rasakan.
Menyesal pun, seperti tidak ada gunanya.Hanya bisa menerimanya dan memperbaiki segala nya,sebisa yang dia lakukan.
Renata, beranjak berdiri sembari mengenggam tangan Deon.Mengajaknyw untuk pergi saja dari ruang VVIP yang sengaja di pesan oleh Deon dengan merogoh kocek tak sedikit.
"Ayo,kita pergi saja dari sini".Ajak Renata,sembari memaksa Deon ikut bersamanya.
"Sure,baby.Apapun yang kamu minta,akan aku turuti".Gombal Deon, mengedipkan sebelah matanya genit.
Renata, tersipu malu mendapatkan kedipan mata Deon yang mencoba merayunya.Wanita mana pula yang tak tergoda oleh paras tampan Deon.
Daddy David,yang melihat ada kejanggalan di depan mata.Dia yang berdiri sembari menatap tajam kearah Deon,tentu matanya jeli melihat perubahan sikap wanita yang sedari tadi duduk di samping Deon.
"Kau".Seru Daddy David,menunjuk Renata dengan telunjuknya.
"Namanya Renata Kusuma Atmaja".Sentak Deon,sembari melenggang pergi dalam genggaman tangan renata.
"Kalian yang mengundang ku tapi kalian pula yang meninggalkan tamu kalian sendiri,tak sopan sekali kalian".Ucap Daddy David, menginterupsi langkah kaki Deon dan renata.
Deon,berbalik badan."Kau pikir,kau pantas di sebut tamu?".Skak Deon,tak bisa lagi bersabar seperti tadi.
Renata, mengelus tangan Deon menenangkan Deon yang sudah termakan hasutan Daddy David dengan sikap dan ucapan nya.
Renata,menarik tangan Deon yang hendak melangkah menghampiri Daddy David,entah apa yang akan dia lakukan tapi instingnya mengarah pada hal yang negatif.
Deon,yang tadi hendak menghajar Daddy David terpaksa harus mengurungkan niatnya di kala tangannya di tarik paksa oleh renata.
Sepanjang perjalanan keduanya hanya saling berdiam.Renata,menyesali keinginannya yang tanpa bertanya dia ingin semua berjalan sesuai harapan nya.Sedabg,Deon dia terlihat menenangkan diri.Sudah lama dia tak berjumpa dengan daddy David, sekali nya bertemu malah membuatnya semakin membencinya.
Renata,tak pernah melepaskan genggaman tangan nya bukan dia takut kehilangan Deon,apalagi terlihat mesra tapi demi menjaga emosi Deon yang tiba-tiba memuncak padahal keduanya belum membahas suatu pembicaraan atau sekedar melepas rindu.
Tapi,tidak dengan penglihatan Alifa yang menganggap Deon dan Renata bergandengan tangan terlihat mesra di matanya dan perasaan nya yang sensitif.
"Aw,so sweet".Gumam Alifa,sembari bertepuk tangan bak anak kecil yang di belikan boneka.
Akmal,yang berdiri di samping Alifa mengernyitkan keningnya tak mengerti dengan ucapan istrinya.
"Apanya yang so sweet sayang?".Tanya Akmal lembut.
Alifa tidak menjawab pertanyaan suaminya,dia malah mengarahkan pandangannya ke arah depan dimana Deon dan Renata tengah bergandengan tangan seperti orang yang takut kehilangan satu sama lain.
"Maklum calon pengantin".Sahut Akmal,mengerti dengan ucapan istrinya.Dia juga ikut tersenyum,kala kedua calon manten itu semakin dekat dan lengket saja.
"Yah,aku berharap mereka berjodoh sampai Jannah".
"Aamiin".Sahut Akmal, menimpali do'a tulus Alifa.
Alifa dan Akmal,tak menghampiri Deon dan Renata,fokus mereka adalah menuju resto cepat saji kesukaan Alifa itu pula yang menjadi alasan mereka berada di resto ternama ini yang sangat kebetulan bertemu dengan Deon dan Renata yang tengah bergandengan tangan tanpa menghampiri keduanya.