My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 156



Deon,yang sudah mendapatkan kabar atas keberadaan Rania tentu dia bisa bernapas lega akan kabar baik yang dia dapatkan di tengah kegundahan hatinya.


Harap-harap cemas dia menari sebuah perubahan sikap renata,tapi perubahan itu tak kunjung ada menandakan Renata belum mengetahui seluruh cerita Rania dan Rania belum bercerita pada Renata.


Senyum mengembang,tak pernah lepas dari bibir tebal Deon.Pekerjasn yang sempat terbengkalai dan laptop yang masih setia tertutup seperti pajangan di ruangan berAC milik si tuan kuasa kini sekarang ada gunanya.


Jari-jemari Deon kini menari-nari diatas keyboard dengan begitu lincah dan lihainya.Alangksh senang nya diri Deon atas berita yang di nanti-nanti nya.


"Bocah tengil,jangan pernah kau bermain-main dengan ku jika keu tak ingin menerima konsekuensinya".Gumam Deon,sembari bekerja di balik layar.


Tapi, kebahagiaan nya tak berlangsung lama.Kabar itu belum cukup untuk membuat dirinya tenang sehingga lalai dan ceroboh yang mungkin itu akan merugikan dirinya sendiri.


Deon,mengambil ponselnya yang tergeletak di sembarang tempat tanpa memperdulikan harga dan juga kegunaan nya di butakan oleh kabar bahagia yang sementara.Dia, tiba-tiba tersadar akan keberanian Rania yang masih mungkin bisa menghancurkan dirinya sendiri secara perlahan.


Tanpa basa-basi,Deon segera mencari aplikasi hijau dengan lambang gagang telpon untuk sekedar say'hello' dengan Rania yang sudah berhasil lolos dari sangkar besi buatan nya.


Tut...Tut...Tut...


Dering pertama tanpa ada jawaban,Deon tak menyerah begitu saja sampai telpon nya mendapatkan sebuah jawaban dari si tengil.Rania.


Deon,terus menghubungi ponsel Rania hingga 10 kali nada dering itu berbunyi pada akhirnya si tengil,Rania mengangkat telponnya.


"Heh,bocah tengil.Loe punya telinga buat mendengarkan bukan di jadikan pajangan".Kata pertama Deon lontarkan untuk orang di sebrang sana,tanpa dia mengetahui lawan bicaranya apalagi adanya seseorang yang berdiri di ambang pintu dengan menahan napas.


Deon, tanpa sadar terus mengoceh seperti perempuan yang tak di turuti keinginannya oleh cowoknya,tanpa sadar perkataan nya di dengarkan dan di perhatikan oleh seorang wanita yang berdiri tanpa berkedip dan bahkan menutup mulutnya sendiri tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Rania Kusuma Atmaja,akan ku buat hidup hancur sama seperti kakak mu.Renata Kusuma Atmaja,jika kau berani-beraninya mengadu pada kakak mu".Ancaman demi ancaman di lontarkan oleh Deon.


Wanita,yang berdiri di bang pintu itu terlihat mencengkram kan tangannya k nahan amarah yang selama 3 tahun dia berusaha untuk kubur dalam-dalam,kini amarah itu kembali keluar dari dalam tubuhnya.


"Jika, seandainya rania mengadu pada ku?,apa yang akan terjadi pada ku dan padanya untuk ke depannya?".Entah keberanian darimana,wanita itu bertanya sembari menghampiri big boss nya.


Deon,yang masih mengoceh tak jelas sesekali melemparkan ancaman pada orang di sebrang sana,di kejutkan oleh suara wanita yang seperti menahan amarah untuknya.


"Apa yang akan terjadi kepada adik ku,Deon Wilson?".Tanya wanita itu,sembari menggeplak meja dengan begitu kerasnya.


Deon, membelalakkan matanya tak percaya dengan kehadiran wanita yang di cintainya tengah menatap dirinya dengan kilat kemarahan yang amat luar niasa, seperti gunung berapi yang siap memuntahkan laharnya.


Deon,tak berkutik dengan keberadaan renata.Yah,Renata Kusuma tengah berdiri di hadapannya sembari menatapnya penuh kebencian.


Sesuatu yang dia hindari dan takutkan malah berdiri tepat di hadapannya.Di saat dirinya tengah melontarkan ancaman untuk orang yang ada di sebrang sana.Kejadiannya begitu cepat dan tanpa di duga olehnya.