My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 121



"Tak ada mantan Daddy dan tak ada mantan anak.Itu menurut kamu,tapi menurut aku iya.Memang benar adanya".Sahut Deon.


"Ta_".Belum sempat Bram menyelesaikan ucapannya,Deon melemparkan berkas tepat ke wajahnya lagi.Sudah seperti tempat sampah saja,wajah Bram.


"Kalau mau melemparkan barang,di lihat dulu dong.Jangan asal,nih muka bukan Ting sampah".


"Tapi,wajah kamu mirip tong sampah bahkan mulut mu lebih bau dari sampah".


"Mulut tuan kali,bukan mulut ku".Kata Bram membatin.


Kalau menurutkan kata hati,sudah sedari dulu dia mengundurkan diri.Tak kuat hatinya terus di hina apalagi di perlakukan tak manusiawi.Tapi,memang tak mudah lepas dari cengkraman seorang Deon Wilson yang memiliki kekuasaan dan kekuatan uang dalam mempengaruhi segala aspek kehidupannya.


Deon,mana mendengarkan kata hati Bram,apalagi terselip kebencian dalam hati Bram terhadap dirinya.Toh,dia bukan seorang peramal apalagi Tuhan.Sedalam-dalamnya lautan,tapi tak sedalam hati seseorang.


"Kenapa diam?". Gertak Deon.


Bram,menoleh.Baru tersadar dirinya sedari tadi melamun.Berandai-andai,bila suatu saat dia berhenti menjadi asisten Deon.


Bram, berpura-pura memijat pelipisnya.Mengalihkan perhatian Deon,agar tak mencurigai dirinya.


"Kalau mau keluar.Silahkan aku gak akan menahan mu,gak akan menahan orang yang ada dalam pikirannya tak ikhlas bahkan dendam terhadap ku" .


Deg


Secara spontan Bram, menoleh kearah Deon.Kata-kata Deon, seakan menjatuhkan mentalnya dan dirinya seakan tau isi hatinya.Padahal bisa saja Deon hanya asal bicara,sedang dia pun tak tau menahu tentang isi hati asisten nya.


Deon, mencondongkan tubuhnya ke depan Bram.Tebakannya benar, asistennya sudah ingin keluar dari pekerjaannya.Merasa terbebani,mungkin.


"Dulu,Mike asisten ku saja keluar entah apa sebabnya dan aku tak melarangnya sebab aku mendapatkan gantinya yang jauh lebih pintar dan cerdas dari dirinya".Menjawab keraguan Bram,Deon menjelaskan masa lalunya.


"Boleh aku tebak".Bram ikut,bersuara.


Deon, menjulurkan tangannya.Menyilahkan Bram untuk menyumbangkan pikiran nya mengenai sosok asisten merangkap sekretaris nya,pengganti Mike yang katanya lebih pintar dan lebih cerdas.


"Kalau,dugaan ku gak salah.Orang itu adalah Aisha alifa,putri tinggal dari konglomerat terkaya nomer.1 se-Asi,mr.smith Rodriguez".


Puk...Puk..Puk..


Deon,bertepuk tangan.Dugasn Bram benar.Dia walau seorang wanita,tapi tingkat kecerdasan nya tak bisa di ragukan apalagi dia selalu cekatan dalam bekerja tanpa noda,tanpa kesalahan.


"Kau benar,dia adalah mantan asisten sekaligus mantan sekretaris ku, tambahkan dia juga adalah mantan kekasih ku".


"Mantan?".Bram,terlonjak kaget dengan fakta yang baru di ketahui nya.


Aisha alifa adalah mantan kekasihnya,setau nya mantan kekasihnya bernama Samantha bukan Aisha alifa yang baru di ucapkan oleh Deon.


"Kenapa?,kamu tak percaya?".


Bram, bergeleng-geleng kepala.Dia tak percaya bahwa putri tunggal mr.smith itu adalah mantan kekasih dari tuannya,tak bisa di pikirkan oleh akal logikanya.


"Mantan,tapi setau ku Samantha mantan_".


Deon,kembali melemparkan berkas tepat di wajah Bram.Menutup mulut Bram yang hendak menjelaskan praduganya.Seperti ya Deon merasa jijik dengan nama Samantha yang terus di ucapkan oleh Bram.


"Tutup mulut mu,aku tidak mau mendengar nama wanita ular,Medusa penghancur keluarga ku".Gertak Deon,menatap tajam kearah Bram.


Satu lagi fakta yang di dapatkan oleh Bram.Sebelumnya dia tak mengetahui tentang kisah masa lalu Deon, hanya segelintir saja dan sekarang fakta demi fakta terungkap bagai memori rusak.