My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 200



Akmal dan Deon,memang butuh udara segar dan secangkir kopi latte yang menjadi penenang pikiran mereka yang kusut.


Sekembali nya mereka ke ruangan Alifa, mereka malah mendapat sebuah pengabaian.Dimana istri-istri mereka tak jemu dan tak bosan memandang bayi Alifa yang menggemaskan.


"Ada yang di abaikan nih".Celetuk Akmal, bermaksud menyindir Renata dan Alifa.


Deon, tersenyum dengan celetukan Akmal.Dia sudah berdamai dengan Akmal, terlepas mereka pernah berseteru satu sama lain di masa lalu demi mendapatkan cinta dari wanita keturunan,Aisha alifa.


Seiring berjalannya waktu,dinding kebencian itu mulai roboh juga.Di hancurkan oleh pemikiran dan kehadiran si kecil La-Nina dan El-Nino,buah hati akmal dan Alifa,permata kehidupan bagi keduanya.


Deon,mengajak Renata untuk pulang saja.Takut menganggu kedua anak Akmal dan Alifa,apalagi Alifa juga butuh istirahat yang ekstra setelah kemarin melahirkan sepasang bayi kembar di acara pernikahan mereka.


Meski, terlihat enggan untuk beranjak pergi meninggalkan Alifa,yang masih terbaring lemah.Tapi,tentu juga Renata tak ingin jauh-jauh dengan di kembar yang terlihat menggemaskan.


Renata,pada akhirnya harus mengalah dan membiarkan keluarga bahagia itu untuk beristirahat dengan bayi-bayi munggil mereka.


"Kalau kamu ingin punya bayi seperti Alifa,bikin saja sama suami kamu".Kata Akmal, memberikan nasehat nya.


"Yah,bila perlu bertanya pada ku".Sahut Alifa,tak mau kalah dari sang suami.


Renata, semakin tersipu malu.Lagi-lagi Alifa menggodanya,nasehat dari sepasang suami-istri yang baru di karuniai sepasang anak kembar membuat Renata bergidik ngeri.


"Serem juga yah".Gumam Renata,sebelum melenggang pergi.


Deon,menuntun Renata pergi dari ruangan Alifa dalam otaknya sudah tertanam berbagai rencana yang sayangnya belum sempat terlaksana.Nasehat Alifa dan Akmal semakin membangkitkan gairah nya.Tentu,dia juga ingin cepat punya anak,bila perlu memiliki anak kembar seperti Alifa dan Akmal.


Sepanjang perjalanan pun Deon, senyum-senyum sendiri mengabaikan istrinya yang menatapnya penuh keheranan.


'Kenapa nih,dia senyum-senyum sendiri?,apa dia teringat ucapan Alifa dan Akmal?'.Kata batin renata.


"Bagaimana kalau kita bikin anak disini saja".Bisik Deon,di telinga renata.


Plak


Jawaban dari renata tak sesuai dengan ekspektasi Deon.Dimana Renata malah menampar pipinya dengan cukup keras hingga membuat pipi Deon memerah.


"Astaghfirullah, istighfar deon ".Teriak histeris Renata,tak menyangka dengan permintaan Deon.


Deon,melongo terkejut dengan reaksi Renata yang berlebihan padahal mereka sudah sah menjadi sepasang suami-istri, mesti nya Renata melayani nafsunya bukan menamparnya dengan cukup keras.


"Kita sudah sah re"


"Sudah sah,tapi bukan berarti kita bisa melakukannya di sembarang tempat.Bagaimana kalau kita di grebek dan giring oleh masyarakat,belum lagi di arak nya dalam kondisi tubuh kita bugil".Jelas Renata, berpikir negatif.


Deon,menepuk jidatnya."Astaga,kita bisa menunjukkan cincin pernikahan kita,re".


"Tidak menjamin dan tidak menguatkan.Toh,cincin bisa di beli dimana aja dan-"


Cup


Deon,mengecup bibir Renata sekilas.Hanya sekilas saja,supaya mulut Renata diam dan tak terus bersuara.


"Sudah cukup,kalau tidak mau yah sudah.Gak usah banyak alasan".Hardik Deon,sembari memasang sealtbelt.


Deon,yang sudah kepalang emosi dengan sikap renata.Dia menginjak pedal gas dan melaju dengan kecepatan tinggi,tak memperdulikan keadaan Renata yang mungkin ketakutan dengan cara mengemudi Deon.