
"Sudah siap".Ucap Rania,girang.
Renata menatap rania dari atas kepala hingga ujung kaki, menatapnya tanpa berkedip,menelisik penampilan rania yang cantik dan anggun seperti biasanya.Padahal itu dilakukan dengan serba cepat dan dadakan.
"Sang juara bertahan".Gumam Renata.
Yah,Rania memang juara nya kalau soal mandi ekspres dan berdandan super cepat.Dia yang pernah mencobanya saja, selalu kalah dengan kecepatan adiknya sendiri.
"Seperti biasa.Aku Rania Kusuma,si juara bertahan".Ucap rania, dengan bangganya.
Renata tersenyum puas."Yah,adik ku memang serba cepat tapi sayang, selalu kalah dalam hal lari maraton".Kata Renata, sembari berlari menjauh.
"Curang yah".Rania,tak mau kalah.Dia kejar Renata yang sudah berlari mendahului nya.
Renata,mana memperdulikan teriakan Rania yang berusaha mengejarnya.Sama-sama tak ingin kalah saing satu sama lain.
Tapi,saat renata keluar dari ambang pintu.Dia di kejutkan dengan tulisan coretan di halaman rumah sewanya dengan tulisan 'PELAKOR', terpampang dengan jelas dan dalam tulisan besar pula,selain itu tulisan coretan nya banyak pula.
Rania,mendadak menghentikan laju larinya, bahkan dia sampai menabrak tubuh renata karena berhenti secara mendadak.
"Kenapa?".Tanya Rania,heran.
Bukannya menjawab,renata malah terus memandang ke halaman rumah sewa mereka dengan tatapan mata sayu.Jelas, terlihat dia terbebani
Rania,menyibak tubuh renata.Dia maju dua langkah agar terlihat dengan jelas apa yang ada di depan sehingga menyebabkan renata berhenti mendadak.
Deg
Hati Rania,hancur sehancur-hancurnya kala tulisan coretan itu memenuhi kornea matanya.Yang di takutkan terjadi juga, unggahan video itu ternyata sudah terlanjur menyebar luas di kalangan masyarakat walau sudah tidak ada lagi unggahan nya.Jejak digital memang tidak bisa terhapus,tak lekang oleh waktu dan tak tergusur oleh terjangan ombak.
Belum sempat keterkejutan renata dan rania yang mendapatkan salam hangat berupa coretan tulisan,kini ibu-ibu biang gosip meneriaki Renata dengan sebutan pelakor.
"Pelakor..Pelakor udah nongol wey".
"Diam jadi pemalu, bergerak jadi pelakor".
"Sikap aja pendiam, aslinya pelakor ".
Ujaran kebencian dan teriakan dari ibu-ibu biang gosip yang notabenenya membenci rania dan renata.Tentu, mereka tak akan melewatkan kesempatan ini dengan mempermalukan mereka berdua.
"Pelakor,gak di izinin tinggal disini".
"Usir pelakor".
Kebencian mereka ternyata semakin menjadi-jadi saja.Rania mundur, bersembunyi di balik tubuh renata.Sedang,Renata Deng sigap melindungi rania dari amukan dan teriakan ibu-ibu.
Selangkah demi selangkah, dengan susah payah renata meloloskan diri dari ibu-ibu yang jumlahnya tak lebih dan tak kurang berjumlah 10 orang ini
Semakin renata,berusaha menyibak tubuh gempal bin gemuk ibu-ibu biang gosip,tangisan Rania semakin menjadi-jadi saja kala renata di pukul,di Jambak,di tendang dan di tampar tapi tak mengendurkan laju lari renata.
"Kakak".Teriak Rania, histeris.
Renata,tetap memandang ke depan.Tak menoleh sedikit pun pada Rania yang menangisi perlakuan ibu-ibu terhadap kakaknya.
Meski perih dan sakit,Renata terus berusaha keluar dari segerombolan ibu-ibu yang melontarkan kata cacian di sertai dengan kekerasan fisik terhadapnya.Demi melindungi adiknya,demi bisa keluar dari lubang hitam penuh dengan kenistaan.Bernama fitnah.