
"Alifa".Deon,terperangah tak percaya dengan sosok wanita yang ada di hadapannya.
Dia terlihat murung dan sedih sembari mengelus perutnya yang sudah terlihat buncit .Meski dia sedang hamil tapi tak mempengaruhi fisik nya,dia tetap cantik dan memancarkan aura kebahagiaan dari efek ibu hamil.
Deon,berdiri dengan tergopoh-gopoh masih tak percaya dengan sosok wanita yang ada di hadapannya.Susah payah Deon melupakan wanita di masa lalunya,tapi dia malah berdiri di hadapannya dengan menampakkan wajah murung dan sedihnya.
"Alifa".Panggil Deon sekali lagi,ingin memastikan penglihatannya yang mulai kabur.
"Yah deon".Sahut wanita itu,mundur satu langkah memberikan jarak diantara keduanya.
Deon, mengulurkan tangannya."Senang bisa bertemu dengan kamu lagi di situasi dan kondisi yang berbeda".Ucap deon tulus.
Alifa,melirik tangan Deon yang terulur kearah nya.Dia tersenyum amat manis di lihat oleh Deon yang merindukan wanita di masa lalunya.
"Kita sudah bertemu beberapa kali Deon,dan baru kali ini kau mengulurkan tangan mu sembari mengucapkan 'senang bertemu dengan mu',kemarin kemana aja?".Tanya Alifa, dengan ketusnya.
Deon,menarik kembali tangannya yang terulur kepada wanita yang di cintainya,wanita bersuami.
Deon dan Alifa saling pandang satu sama lain,menelisik raut wajah lawan bicaranya.Menurut Alifa,Deon sama aja seperti dulu.Angkuh.
Sedang,Deon.Dia menatap Alifa dengan tatapan terpana nya,Alifa semakin cantik dan bersinar kala dia sedang mengandung si jabang bayi.Kalau menurutkan kata hati ingin rasanya Deon memeluk tubuh wanitanya yang sudah lama dia rindukan.
'Kendalikan dirimu,Deon.Dia wanita bersuami'.Kata batin Deon,berusaha menyadarkan dirinya dari bujuk rayu setan.
"Ehem"Alifa berdehem."Sampai kapan kita terus saling diam begini?, rasanya kaki ku terasa pegal dan kesemutan".Kata Alifa,bermaksud menyindir Deon yang masih berdiri mematung,tak beranjak apalagi mengeluarkan sepatah kata.
Kata sindiran Alifa berhasil menyadarkan diri Deon,yang masih terpana dengan wajah cantik Alifa.Dia melonggarkan dasinya yang terasa gerah menurutnya.
Alifa, tersenyum.Akhirnya dia bisa memenuhi ngidamnya yang ingin memakan jeruk nipis yang terasa asam.
"Yah,anak ku tiba-tiba ingin makan si asam jeruk nipis".
"se- asam sikap mu pada ku".Celetuk Deon,sembari memetik jeruk nipis langsung dari pohon nya.
Alifa,yang sudah tersenyum sumringah.Kini, terlihat melipat wajahnya kala Deon seperti sedang menggoda dirinya.
Deon, menyodorkan jeruk nipis pada Alifa.Tak hanya satu, melainkan langsung lima.Kebetulan pohon jeruk nipis sedang berbuah lebat.Selebat cintanya untuk Alifa yang tak pernah pudar di kekang waktu.
Alifa, menerima kelima jeruk nipis yang di sodorkan oleh Deon kepadanya.Meski enggan,dia tetap menerimanya.Mood nya,kini tak lagi sama seperti tadi.
"Terimakasih".Kata Alifa, dengan terpaksa dan ketus.
"Sama-sama ".Sahut Deon, tersenyum tulus.
Interaksi dari sesama mantan ini ternyata di lihat oleh wanita yang sedari tadi tersenyum lebar sembari memantau mereka dari kejauhan.
Tepatnya,itu adalah sebuah ketidaksengajaan yang terjadi di siang hari yang panas terik karena sinar mentari yang bersinar menampakkan sinarnya.
Wanita itu, berharap-harap cemas melihat interaksi kedua mantan yang di lihatnya.Takut,Deon akan menunjukkan sikap dingin dan sang wanita juga memiliki sikap yang sama.
Tapi,yang di takutkan tidak terjadi.Dia tersenyum begitu lebarnya kala sang putra menunjukkan keramahtamahan nya pada mantan kekasih yang hanya sekedar bayangan nya saja.