My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 155



Rania di Landa kegelisahan dan kekhawatiran yang amat sangat luar biasa dia rasakan.Jauh-jauh hati dia merangkai cara agar dia bisa lolos dari sangkar besi buatan si tuan kuasa demi bertemu dengan sang kakak.


Setelah melewati berbagai rintangan dan akhirnya keinginan nya terkabulkan,justru Rania malah di Landa kegelisahan.Twkut dan khawatir si tuan kuasa akan menemukannya kembali dan menjebloskannya ke dalam sangkar besi yang lebih kejam dari yang kemarin-kemarin.


Sejak tadi,Rania berjalan mondar-mandir di pintu masuk jika memang bisa di bilang begitu.Harap-harap cemas,takut ada tamu tak di undang.Mengingat si tuan kuasa memiliki antek-antek yang tak sedikit.


Itulah yang menjadi salah satu kegelisahan Rania,di samping dirinya takut akan menceritakan masalah nya sendiri belum lagi sang kakak cepat atau lambat dia pasti bisa mengetahui seluruh jalan cerita nya.


Tak bisa dia bayangkan akan kehancuran sang kakak apalagi jika sampai mengetahui bila yang menculiknya dan membuat skenario palsu adalah orang yang sama dengan orang yang telah menghancurkan kehidupan nya,3 tahun yang lalu.


Rania,yang berjalan mondar-mandir sembari tak henti-hentinya menyibak gorden kaca semakin merasa takut.Dapat dia lihat,dua orang berperawakan tinggi tegap, berkacamata hitam dan berpakaian serba hitam itu tengah mengawasi rumah sewa mereka.


Rania, seakan di hadapkan pada singa lapar yang siap menerkam nya hanya dengan beberapa langkah kaki saja.


Kedua orang pria itu terlihat seperti Intel yang tengah mengawasi targetnya.Yang satu mengawasi sekitar dan yang satu,mengawasi rumah sewa nya.


Rania menutup kembali gorden kaca,cukup tau baginya dan sudah cukup itu membuat dirinya resah gelisah.


"Bagaimana ini, mereka ada disini?,dan_".Rania, memikirkan kemungkinan yang terburuk yang mungkin akan menimpa sang kakak.


Tanpa sadar,tubuh rania merosot terduduk ke bawah.Tak di sangka nya dia harus menjalani kehidupan yang sulit dan di hadapkan pada permasalahan yang pelik.


Rania,duduk dengan memeluk lututnya.Inginnya dia jujur saja pada sang kakak mengenai kepergiannya yang mendadak tanpa kabar dan tanpa jejak,ingin sekali dia berkata jujur.Tapi, sekali lagi rasa takut menghantui dirinya.


Di saat itu pula,dering ponselnya berbunyi memekakkan telinga.Membuyarksn lamunannya dan menghapus sedikit sisa air mata yang menetes tanpa permisi.


"CK,siapa lagi sih ini?".Omel Rania,sembari melihat handphone nya yang ada di samping tubuhnya.


'TUAN KUASA'


Nama itu yang tertera di layar handphonenya,nama yang dia buat sendiri dengan huruf besar beserta dengan beberapa emoji di belakang nama samaran yang dia peruntukan untuk orang yang telah menculiknya dan menguasai seluruh aspek kehidupannya.


Rania, buru-buru menghapus air matanya.Ragu dirinya menerima panggilan dari si tuan kuasa,ada rasa takut dan trauma yang masih menghantui dirinya hingga tangan nya bergetar hebat sampai-sampai handphone yang ada di genggamannya hampir terjatuh akibat rasa takut yang berlebihan terhadap si tuan kuasa yang telah memberikan efek trauma dan kekerasan fisik.


Rania, memejamkan matanya cukup lama hingga dering di ponselnya berhenti tanpa sadar.Tapi,dering telpon itu terus berbunyi, seakan tak menyerah sampai Rania mengangkat panggilan telpon itu.


Perlahan Rania membuka mata,agak pelan sampai dia siap untuk menerima panggilan itu.


Rania,mengklik tombol hijau.Begitu dia baru mengangkat telponnya suara berat nan lantang memenuhi ruangan rumah nya yang tak terlalu besar.