My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 50



Tak membutuhkan waktu lama,sopir pribadi Deon akhirnya sampai di tujuan.Cepat dan tanggap sekali dia memenuhi perintah tuannya,sudah seperti pembalap mobil saja dia berkendara bak kuda yang di pesut belati dengan sekuat tenaga.Tapi,yang ini berupa kuda besi siap meluncur dimana pun dan kapan pun.


"Hihi..Hihi..Tak sia-sia aku memperkerjakan dia".Tawa cekikikan bak kuntilanak tertawa begitu nyaring terdengar.


Beruntung sopir yang bekerja untuk Deon sudah terbiasa mendapatkan sambutan tawa cekikikan mirip kuntilanak tertawa,menakuti manusia atau sekedar menertawakan rasa takut pada diri manusia.


"Maaf pak".Sapa sopir."Bisa tidak kalau tertawa gak usah kencang seperti itu".


"Kenapa?".


"Tawa bapak sudah seperti kuntilanak".Celetuk sopir,berani sekali dia berkata jujur.


Sama seperti sopir pribadi Deon.Deon,tak merasa sakit hati apalagi balik meledek.Sudah hal lumrah dia dengar dari pribadi Bram,sang sopir pribadi yang bekerja dengan cekatan tapi suka ceplas-ceplos.


"Sengaja biar di sangka hantu".Sahut Deon,sembari berjalan melangkah menuju mobil BMW nya."Jangan diam aja, masuk".Teriak Deon, menelengkan kepalanya ke jendela terbuka.


Bram,sudah hapal betul dengan tabiat tuannya.Dia juga tak kalah cekatan dalam berlari,menyusul tuannya masuk ke dalam mobil sebab dia tau pasti ada hal yang penting untuk di bahas atau di selesaikan oleh tuannya.


Benar saja,baru juga dia masuk hendak memakai sealtbelt nya.Deon,sudah memerintahkan dia untuk tancap gas menuju lokasi basemen tuannya yang biasa di gunakan untuk membahas rencananya.


"Ke tempat biasa,sekarang, kecepatan penuh".


Perintah Deon bak pesut kuda yang harus di jalani dengan sesegera mungkin.Bram yang hapal betul,mengangguk patuh terhadap perintah Deon.


"Kita ke perusahaan Aish group".Perintah Deon.


Kalau saja Deon bukan atasan nya,sudah bram timpuk kepala Deon dan mengatakan 'seenak jidat mu saja'.Bagaimana lah tidak jika tujuan yang sekarang dia perintahkan berbeda haluan,harus berputar 90°.


"Maha benar tuan kuasa dengan segala kekuasaan nya".Gumam Bram,tak berani berbicara lantang.


Kata-kata itu dia dapatkan dari mantan kekasih tuannya yang sekarang sudah berbahagia dengan pria lain.Kata-kata itu dia pinjam karena memang benar adanya.


Dengan kecepatan penuh,harus berputar balik Bram menuruti perintah Deon dengan hati dongkol meski tetap patuh pada aturannya.


Aish group adalah perusahaan yang di pegang oleh Aisha alifa,mantan kekasih Deon.Hal ini bukan sengaja dia lakukan karena ingin bertemu satu sama lain tapi sekali lagi ada urusan penting yang menyangkut wanita nya.


"Tunggu, sampai aku bisa meminta pertanggungjawaban mu,Aisha alifa".Gertak Deon, mengepalkan tangan nya.


Dapat Bram lihat sorot mata Deon terdapat kilat kemarahan dan rahangnya mengeras seperti menahan amarah.


"Drama apalagi yang tercipta".Gumam Bram,kembali fokus ke jalanan.


Sekitar 1 jam lamanya, akhirnya mereka sampai ke tujuan mereka yang berada di pondok indah,tak hanya tempat tinggal atta halilintar beserta keluarganya,tapi disana juga ada perusahaan kecil yang sekarang berkembang dengan pesat di bawah kepemimpinan seorang wanita.


Disana pula,Deon memiliki janji temu bersama dengan mantan kekasih nya untuk membahas masalah wanitanya agar tak berlarut-larut di biarkan tanpa ada akhir dan menggiring opini masyarakat dalam fitnah keji.