
Ketegangan diantara Deon,Renata dan wanita itu jelas terlihat disana.Deon,diam tak berkutik,sedang Renata terlihat bingung dengan wanita yang tiba-tiba berteriak dan muncul di hadapan mereka,menganggu acara lamaran yang tinggal menyematkan cincin di jari manis.
Wanita itu,meski umurnya sudah tak muda lagi tapi kecantikannya bak anak remaja, kecantikannya tak lekang oleh waktu.
Lama semakin lama Renata perhatikan, wanita itu sangat mirip dengan Deon.Bibirnya yang tebal,kelopak mata dan juga wajah yang tegas.
Renata,berbalik badan.Menatap Deon yang juga menatap dirinya.Mirip,itu yang ada di dalam pikiran Renata mengenai wanita yang tiba-tiba muncul dengan Deon.
"Kenapa?,kau terlihat bingung?".Tanya wanita itu dengan tegas.
Tubuh renata menyamping,menoleh pada wanita itu dan juga Deon.Sangat jelas tergambar raut wajah kebingungannya atas apa yang terjadi.
Wanita itu,berjalan kearah Deon menatap big boss itu dengan tatapan tajam seperti predator yang hendak menerkam mangsanya.
Deon,balik menatap tajam wanita itu,jelas Deon tak gentar dengan tatapan tajam dari wanita itu.
"Kau hendak melamar dia?".Tanya wanita itu dengan suara pelan.
"Yah".Sahut Deon, dengan lantangnya.
Wanita itu mendekati Deon yang hanya beberapa langkah saja di hadapannya,dia berjalan dengan anggunnya dengan kaca mata hitam bertengger diatas kepala.
Plak
Sebuah tamparan mendarat di pipi Deon dengan kerasnya hingga meninggalkan jejak kemerahan di pipi sang big boss.
Renata,tak bisa mempercayai apa yang dia lihat.Laki-laki yang melamarnya di tampar oleh wanita tak di kenal.Renata, membungkam mulutnya sendiri,terkejut dengan apa yang di lihat nya.
"Ternyata mommy danita,bisa sekejam itu".Gumam Alifa.
Renata, menghampiri Deon yang masih mengelus pipinya mungkin efek rasa perih dari tamparan mommy danita atau dia sedang menjalankan sandiwara?, entahlah.
"Are you,ok?".Tanya Renata, khawatir.
"Dia, baik-baik saja gak usah berlebihan".Sahut mommy danita, menimpali ucapan renata.
Tatapan tajam di layangkan oleh Renata, wanita tak di kenal itu seenaknya main datang tanpa di undang apalagi melukai fisik pria nya.
*Bagaimana anda tau?,sedang anda menamparnya dengan cukup keras".Kata Renata,sembari berjalan menghampiri wanita tak di kenal.
"Dia laki-laki,tak seharusnya bersikap berlebihan.Dia harus terbiasa dengan dunia yang kejam apalagi dia mau berumah tangga.Dia harus siap,untuk itu aku mengajarkan dia tentang keberanian dan ketahanan.Begitulah seorang ibu mengajarkan anaknya".Jelas wanita itu dengan gamblang nya.
Renata,mendadak menghentikan langkah kakinya bukan karena penjelasan dari wanita tak di kenal itu tapi pada kalimat terakhirnya.
Renata,menoleh kearah Deon mencoba meminta penjelasan diantara kebingungan dan rasa terkejutnya atas apa yang terjadi.
"Dia mommy ku,re.Dia adalah mommy danita wanita yang melahirkan ku dan membesarkan ku".Jelas Deon,menepis kebingungan renata.
Lagi-lagi Renata di buat terkejut dengan kejutan bertubi-tubi silih berganti mengeroyok dirinya yang tidak tau apa-apa.
Renata kembali menoleh kearah Deon.'Kenapa gak bilang daritadi',begitu maksud tatapan nya.
'Maaf',Hanya itu kata yang terlontar dari Deon melalui tatapan nya,menyesali atas apa yang dia lakukan karena tidak berterus terang.Toh, niatnya juga memberikan kejutan.