
Kejutan demi kejutan tersaji di depan mommy danita.Sesuatu yang tak pernah terpikirkan dalam benaknya, putranya memiliki misi untuk menemui wanita bersuami padahal saat hendak berpisah sang putra sempat menyanggah praduga nya.
"Deon,apa begitu sulit kau melupakan Alifa?". Mommy danita,kembali bergeleng-geleng kepala seakan tak mempercayai apa yang ada dalam pikirannya.Namun, kejadiannya memang tepat berada di depannya dan di saksikan oleh mata kepala nya sendiri.
Mommy danita,berbalik badan sembari mengelus dada.Dalam hati,dia tak menginginkan ini semua terjadi.
Alifa, wanita bersuami.Deon,jelas sudah tak berhak lagi memiliki perasaan pada wanita yang dulu dia benci.Alifa sudah bersuami bahkan tengah berbadan dua.
Mommy danita, memutuskan untuk pergi dari tanaman yang berhasil menarik perhatiannya.Keindahan bunga mawar seakan sirna termakan harapan yang tak sesuai.
Berkali-kali dia bergeleng-geleng kepala, berkali-kali dia menutup matanya seakan tak mempercayai apa yang sudah di lihatnya.
Mommy danita, berjalan dengan tergopoh-gopoh seakan tak kuat memaksa kakinya terus melangkah menyusuri bangunan resto yang tak terlalu luas,tapi tak terlalu sempit pula.
Mommy danita, mendudukkan pantatnya di sebuah kursi yang tak jauh dari taman belakang resto.Rasanya,dia tak kuat lagi terus memaksa kakinya melangkah.Dia membutuhkan air mineral untuk menetralisir rasa gugupnya.
Mommy danita, mengedarkan pandangannya ke sembarang arah.Mencari pramusaji yang lewat,di depan atau bahkan yang ada di sekitarnya.Sangat kebetulan, Karena saat itu ada seorang pramusaji yang lewat tak jauh dari nya.
"Mbak".Panggil mommy danita, dengan mengacungkan tangan nya ke udara.
Pramusaji yang lewat itu mendengar panggilan dari pelanggan yang duduk tak jauh dari dirinya.
"Yah mbak,mau pesan apa?".Sahut si pramusaji,sembari berjalan mendekat.
"Tolong, ambilkan aku air mineral,yang botol nya yah".Pinta mommy danita, dengan lantang.
"Hah.."Mommy danita, terlihat menghela napasnya.Sekali lagi dia di buat terkejut.Kali ini,oleh pramusaji cabang resto milik putranya.
Tak lama, mommy danita menunggu pesanannya datang karena hanya berupa air mineral kemasan yang tinggal di ambil tanpa di proses terlebih dahulu.
Pramusaji itu menaruh air mineral kemasan di meja mommy danita, tanpa mengeluarkan sepatah katapun tersenyum pun tidak.
Mommy danita,menatap pramusaji itu dengan lekat seolah wanita itu telah menarik perhatiannya dengan sikapnya yang tak ramah.
"Apa kau tidak bisa beramah-tamah dengan pelanggan?". Tanya mommy danita, menginterupsi langkah kaki pramusaji itu.
Pramusaji itu, menghentikan langkah kakinya mendengar suara keluhan dari wanita tua berambut pirang yang terlihat masih muda.
Pramusaji itu memutar badannya, melihat sekilas wanita tua itu dengan tatapan menyelidik.Hanya sekilas,sebelum akhirnya dirinya berbalik badan kembali, melanjutkan pekerjaan.
"CK". Mommy danita berdecih."Sombong sekali dia, bisa-bisanya karyawan rendahan seperti dia sesombong itu". Gerutu mommy danita.
Rasanya dia di buat kesal tak hanya oleh putranya sendiri,tapi sekaligus oleh karyawan putranya dengan sikap nya yang pendiam.Tak menunjukkan keramahtamahan sebagai syarat mutlak seorang pramusaji.
Mommy danita,menegak air mineral kemasan dalam sekali tegak, isinya sudah langsung tandas tanpa sisa.
Kejutan demi kejutan itu berhasil membuat tensi darahnya tiba-tiba naik, emosinya kembali naik pula,di saat dengan bersamaan dua orang berbeda jabatan malah mengejutkannya dengan sikap mereka yang bertolak belakang.