
Walau merasa terusik,Renata tetap menikmati menu makanan siang yang sengaja di berikan khusus oleh Alek selaku kepala chef di resto tersebut.Yah,Renata selalu menyukai jenis makanan apapun yang di masak langsung oleh Alek,kendati memang ada maksud tertentu di balik sikap baiknya.
Alek dan fahri, keduanya masih berdebat panjang memperebutkan perhatian renata.Sedabg Renata,malah asyik dengan makanan western nya, sesuatu yang langka dia makan selama ini.
Beruntung,bisa di bilang begitu dia merasa beruntung bila dekat dengan Alek sebab dari Alek lah,dia bisa memakan makanan yang bahkan dia sendiri belum pernah memakannya.
"Enak".Puji Renata,sembari mengunyah makanan western nya,terasa lezat dan nikmat di lidah indo nya.
Sampai makanan si piring renata sudah tandas pun,Fahri dan Alek masih getol melancarkan aksi mereka,tak peduli Renata terusik atau tidaknya,tak peduli usaha mereka tak membuahkan hasil.Yang terpenting bagi mereka adalah merebut perhatian renata.
"Asyik bener, memperebutkan calon istri orang lain".
Fahri dan Alek, keduanya menoleh pada sumber suara yang asing bagi mereka.Apalagi ucapan nya berhasil membuat mereka saling pandang,dan melongo.Tak percaya.
"Siapa kau?,dan calon istri siapa yang kau maksud?".Tanya Alek.
Pria itu bukan nya menjawab pertanyaan Alek,dia malah duduk di samping Renata yang menatapnya secara intens, seperti tak percaya dengan kedatangan pria itu.
"Kenapa kalian tidak bertanya pada dia?"Kata Deon,menatap Renata,sembari tersenyum manis.
Alek dan Fahri saling pandang lagi,mencari jawaban atas pertanyaan orang asing tak di kenal.
"Renata?".
"Yah,Renata adalah calon istri ku dan kalian tak berhak mengganggunya".Jelas pria itu.
Renata, menatap pria itu dengan tatapan tak percaya.Terkejut,jelas dia terkejut dengan penjelasan pria itu yang mengaku-ngaku sebagai calon suaminya.
Bahkan Alek dan Fahri pun sama terkejutnya.Alek melongo,tak percaya dengan penjelasan pria asing yang datang secara tiba-tiba sembari membawa kabar mengejutkan untuknya.
"Apa kau tidak salah orang?".Tanya Fahri,dia juga sama tak percaya nya dengan Alek.
Pria itu bergeleng kepala,merangkul bahu renata penuh sayang.Tak peduli dengan reaksi Renata yang membelalakkan mata.
"Kalian lihat?".Pria itu, melepaskan rangkulannya dan beranjak berdiri."Aku calon suaminya,aku harap kalian tidak menganggu calon istri ku".
"Tidak mungkin".Sanggah Alek dan Fahri secara bersamaan.
"Kenapa tidak mungkin?,apapun bisa saja terjadi,termasuk kenyataan jika Renata sudah memiliki calon suami".
"Bohong".Teriak Alek,sembari melangkah menghampiri pria itu sembari mencengkram kerah baju pria itu."Bohong,pasti kau mengada-ngada.Pria gila".Hardik Alek,tak terima dengan penjelasan pria itu.
Pria itu tersenyum smirk,dia tepiskan tangan Alek yang mencengkram kerah bajunya."Tanya aja sama dia".
"Re".Fahri,menghampiri Renata, bermaksud menanyakan kebenarannya."Apa itu semua benar,re?".
Mendapatkan pertanyaan yang mendesak dari Fahri dan tatapan penuh harapan dari Alek, rasanya Renata tak tega membiarkan kedua pengikut setianya terperangkap dalam permainan yang di ciptakan oleh pria itu,pria yang dia kenal baik dulu maupun sekarang.
Sedang dia itu,terlihat mengedipkan mata sebelah dengan waktu singkat dan cepat memberikan ide agar dia masuk ke dalam permainan yang dia ciptakan.
Renata tersenyum.Dia bangkit berdiri menghampiri Deon,yang berdiri dengan angkuhnya.
"Mohon maaf anda siapa?".
Deg
Pria itu mendesah kecewa,kala renata tak menuruti isyarat matanya."****".Umpat Deon.
"Haha..Haha..Haha".Alek dan Fahri tertawa terbahak-bahak,kala mendengar jawaban Renata yang sesuai dengan harapan mereka.
"Makanya jadi orang jangan suka mengaku".
Deon, mengepalkan tangannya geram dengan ucapan Renata yang mempermalukan dirinya di hadapan kedua pria tengil,yang membuatnya babak belur.
"Akan aku balas penghinaan ini, renata".Gertak pria itu sembari berlalu pergi.