
Satu masalah nya sudah dia selesaikan dengan baik walau harus melalui perantara orang suruhan.Bram,sudah di pastikan menderita di ruang bawah tanahnya dengan berbagai penyiksaan demi penyiksaan dari orang suruhannya.
Dia tak perlu bertanya banyak hal kepada Bram, baginya sudah mengetahui latar belakang dan juga dalang di balik aksinya saja sudah cukup.
Samantha,mantan kekasih yang di jodohkan oleh Daddy nya untuk menutupi kedok skandal perselingkuhan mereka dan juga David Artama, daddy-nya yang selama ini termasuk daftar orang yang harus di eksekusi.Kedua orang itu adalah sumber dari segala sumber masalah nya.
Yah,api dendam yang membara membakar hati dan pikiran mereka sendiri.Samantha dan David,seolah tak pernah merasa kapok setelah mereka di miskin kan dan citra mereka yang buruk di dunia bisnis.Sekarang,sudah 3 tahun berlalu, apinya belum lah padam.
"Kalian mau bermain-main dengan ku?,akan aku pastikan kalian yang terjebak oleh permainan kalian sendiri ".Gertak Deon, mengepalkan tangan geram.
Deon,kembali menunggangi kuda besinya yang selama ini menemani perjalanan hidupnya,tapi hanya sesekali saja dan jarang di gunakan untuk menunjang kehidupan nya.
Dia berkendara dengan kecepatan tinggi, melebihi batas kewajaran.Dirinya seakan menantang malaikat maut,tak peduli keselamatan dirinya sendiri.Berkendara dengan kecepatan tinggi adalah cara dia melampiaskan kemarahannya.
Sudah 3 tahun berlalu, dirinya harus berperang melawan 2 orang yang masih menyimpan dendam bersamaan dengan perjuangan nya menemukan dan mendapatkan hati wanitanya.
Jalan hidupnya harus di lalui dengan berbagai hambatan.Dulu Alifa yang menjadi korban, sekarang dia tak ingin mengorbankan orang terkasih untuk kedua kalinya.
Tanpa menggunakan helm,Deon melesat pergi dengan kecepatan tinggi.Beruntung tak ada polisi lalu lintas berjaga,hanya saja matanya menjadi perih akibat polusi udara dan debu yang berterbangan.
"****".Deon merasakan matanya perih,tapi tak mengurangi kecepatan berkendaranya.
...........
Renata,sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan tenang dan cukup damai.Deon yang tak terlihat sejak kepergiannya mengantarkan seorang pria yang di giring oleh dua pria berperawakan tinggi tegap.Alek dan Fahri pun,tak bisa menganggu rutinitas Renata,sebab di hari Sabtu ini pelanggan sedang banyak-banyak nya datang silih berganti, seakan tak ada habisnya.
Kata orang'malam Minggu,malam panjang'.Mungkin ada benarnya,sebab Renata merasa waktu berjalan dengan lambat dan sunyi.
Sepanjang perjalanan di lalui nya dengan sepi dan sunyi.Tak sedikit jalan yang di lalui menampakkan sepasang muda-mudi tengah bermesraan di pinggir danau buatan dengan pedangan angkringan merebak bak jamur di musim hujan.
Renata tersenyum kala menemukan sebuah keluarga yang tengah berkumpul, menghabiskan malam Minggu mereka.Jika, seandainya rania ada dan menunggunya pulang,sudah di pastikan dia juga akan menghabiskan malam minggunya di luaran sana.
Dulu,dia dan Rania juga sering nongkrong sebentar di pinggir danau buatan.Melepas rasa lelah mereka sebelum mereka pulang untuk beristirahat.
Tapi, sekarang adiknya entah pergi kemana.Menghilang tanpa jejak,tak ada kabar,tak ada beritanya nya juga.
"Hah,dimana kamu sebenarnya.Rania".Renata berhenti sebentar, menghembuskan napas kasarnya.Lelah pulang dengan berjalan kaki.
Dia mengambil ponselnya yang dia simpan di dalam tas slempang lusuh nya,mengklik aplikasi hijau mencari keberadaan Rania.
"Masih belum ada kabar".Keluh Renata,kembali memasukkan ponsel ke dalam tas slempang lusuh nya.
Dia kembali melanjutkan perjalanan pulangnya,menyusuri setiap jalanan dengan angin malam yang menyapa dirinya.Hanya ada cahaya bulan bintang menemani perjalanan nya.
Sayup-sayup Renata, seperti melihat sesosok wanita yang mirip dengan Rania.Renata mengucek matanya,takut dia salah melihat.
Tak ada.Sesosok wanita yang mirip dengan Rania tiba-tiba menghilang dalam sekejap mata.Bulu kuduk Renata tetiba berdiri.
"Dia ternyata bukan Rania".Kata Renata,sembari celingak-celinguk kesana-kemari."Ihhh..Serem".gumam Renata,berlari sekuat tenaga agar dia cepat sampai ke rumah.