My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 129



Yah,Renata memang tak bersemangat menjalani hari-harinya seperti dugaan deon.Dia seperti anak kucing yang tersesat,anak ayam yang kehilangan induknya dan hidupnya tanpa tujuan dan juga arah kiblat yang menentukan sholatnya.


Di tengah siang ini,saat dirinya tengah beristirahat sejenak untuk melakukan makan,sholat dan beristirahat sebentar.Renata, nampak lesu dan tak ada gairah dalam hidupnya.


Walaupun iya,Alek dan Fahri berada di sisi kanan dan sisi kiri nya seperti biasa menemani Renata makan terus berceloteh tanpa lelah meski tak ada respon dari targetnya.Tapi,Renata yang terlanjur tak bersemangat dalam menjalani hari nya,tak sedikitpun merasa terhibur atau bahkan merasa tak merasa kesepian.


Renata,tetap merasa kesepian di tengah dua predator yang saling berebut perhatian dari seorang pramusaji pendiam.Renata Kusuma.


"Re,tau gak si Fahri?".Alek bertanya,dan menjeda pertanyaan sebentar demi mendengar jawaban dari renata."Si Fahri,yang pebinor (Perebut bini orang),dia kena labrak dari suaminya".Meski tak ada jawaban dari renata,Alek terus berceloteh menceritakan kejelekan Fahri di hadapan renata padahal Fahri sendiri ada di dekatnya.


"Dia, hampir babak belur,di hajar oleh suami sah pebinor nya sendiri kalau tak ada aku". Bermodalkan tingkat kepercayaan diri,Alek terus berceloteh.


"Pret...Berasa jadi pahlawan kesiangan padahal lawan aku aja belum tentu menang".Sanggah Fahri,tak menyetujui ucapan Alek.


"Kenyataan nya memang begitu,badan aja gede giliran di labrak sama suami sah nya langsung ciut".


Brak


Fahri,melempar celemek nya tepat kearah Alek.Susah payah dirinya menjaga harga diri dan kehormatan nya di hadapan wanita incarannya, rivalnya malah membocorkannya.


"Jaga omongan loe,fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.Hati-hati kalau berbicara".


Alek tak menggubris nasehat Fahri,dia malah menatap lekat kearah Renata yang duduk di sampingnya.Semakin dia perhatikan,semakin memprihatinkan kondisi renata.


"Re".Panggil Alek,menyentuh bahu renata.


Fahri pun ikut menatap renata.Dia juga merasa heran dengan perubahan sikap Renata,tak seperti biasanya.Bila dia diam,itu hal yang wajar lain halnya dengan dirinya yang sedari tadi mematung dengan tatapan kosong.


Alek,menoleh kearah fahri begitu pula dengan Fahri,menoleh pada Alek bermaksud mempertanyakan perubahan sikap renata.


"Dia kenapa?".Begitu tatapan mereka yang bertanya lewat tatapan mata.


Fahri, mengedikan bahu.Tentu dia tak tau apa-apa,sejak dia masuk pun renata terus melamun,tak ada semangat dalam dirinya dan tak ada gairah dalam menjalani kehidupannya.


"Apa mungkin,kita yang sudah menganggu dia terus-menerus?".Tanya Fahri,ikut khawatir dengan kondisi renata.


"Entahlah,tapi dia gak seperti biasanya seperti ini".Sahut Alek,kembali menatap Renata.


Yang di tatap oleh dua predator,dua cowok ganteng idaman kaum hawa malah terdiam.Sibuk dengan pikirannya sendiri,tak sadar dirinya terus di tatap oleh kedua predatornya.Seakqn mendapatkan kesempatan emas,siap menikam dalam jarak dekat.


Renata, bangkit berdiri dengan tatapan terus mengarah ke depan,tak menoleh ke samping kanan nya maupun ke samping kirinya.Dia melenggang pergi di bawah Tatapan penasaran dari predatornya.


Yah,Alek dan Fahri menatap kepergian renata dengan beribu tanya yang sayangnya mereka harus bersabar dalam mendapatkan jawaban atas pertanyaan mereka yang sedari tadi terus berputar di benaknya.


"Sebenarnya,dia kenapa sih?".Tanya Alek,sembari menoleh kearah Fahri".


"Entahlah aku juga kurang tau,satu yang pasti dia tidak pernahkah membagi masalah nya dengan orang lain ".Sahut Fahri,di angguki kepala oleh Alek.Menyetujui pendapat nya.