
Rania Kusuma,dia sudah berhasil meloloskan diri dari sangkar besi ciptaan tuan kuasa dengan segala drama dan intrik yang ada.Susah untuk nya bisa lolos dari sangkar besi yang super ketat.
Dengan susah payah juga dia bisa kembali pulang menemui sang kakak tercinta.Banyak hal yang terjadi selama di perjalanan,dan saat dia kembali pun dia menemukan sang kakak dalam keadaan lelah dan mata sayu seakan dia terbiasa begadang di malam hari hingga dia tak sadarkan diri.
Semalam dapat dia lihat mata panda Renata yang semakin membesar dan badannya yang kurus tengah duduk sembari menatap jalanan dengan kondisi mata yang kabur.Tak ayal,jika tubuhnya ambruk ke bawah begitu dia datang menghampiri sang kakak tercinta.
Melupakan kejadian semalam yang penuh dengan perjuangan dan hal-hal yang mengejutkan yang baru dia lihat semalam,rania memutuskan untuk memasak nasi goreng kesukaan mereka.
Menu sederhana namun menjadi favorit untuk mereka berdua di tengah gempuran ekonomi yang terombang-ambing akibat kasus covid,tak sampai disitu pula ekonomi dunia kembali di uji dengan resesi global.
Rania,tanpa membangunkan Renata yang terlelap tidur.Dia beranjak ke dapur untuk memasak nasi goreng yang akan dia persembahkan untuk sang kakak yang selama ini telah berdedikasi tinggi atas masa depan dan kehidupan nya yang layak.
"Dulu kamu yang selalu melayani ku,kak.Sekarang biarkan aku yang melayani mu sebagai rasa terimakasih ku atas dedikasi mu terhadap ku".Gumam Rania,tersenyum manis.
Semangat sekali dia melancarkan rencananya,rambut nya yang semula tergerai kini dia sanggul rambut panjang itu agar tak menganggu aktivitas.Yang lebih di takutkan bila rambutnya jatuh ke dalam basi goreng nya.Jijik, bukan?.
Harum semerbak akibat yang di timbulkan oleh rempah-rempah penguat rasa cinta masakan khas Indonesia menjalar keseluruh ruangan, begitu harum dan menggugah selera,dia yakin Renata tak bisa menolak aroma khas dari masakan Indonesia ini.Terbukti dari langkah kaki yang semakin mendekat kearah dapur,namun langkah kaki itu di penuhi oleh rasa curiga dan hati-hati.
Langkah kaki itu semakin mendekati dirinya.Rania tersenyum di baliknya dan berbalik badan hendak memberikan kejutan.
"Selamat pagi kakak ku,sayang".Kata sapaan yang pertama terlontar dari mulut rania langsung.
"Kau,tidak rindu pada ku?,kau tidak ingin memeluk ku?".Tanya Rania, membuyarkan lamunan renata.
Plak
Renata menampar pipinya sendiri seakan menyadarkan diri sendiri bahwa apa yang dia lihat memang benarlah Rania.Adik yang sangat dia rindukan dan nantikan kepulangan nya.
"Apa aku tidak sedang bermimpi?".Renata membeo,masih tak percaya akan kebenarannya.
"Kau tidak sedang bermimpi kak.Aku memang nyata dan aku adalah Rania Kusuma.Adik mu".Jelas Rania sembari merentangkan tangan.
Renata,menutup matanya secara perlahan menyadarkan diri sendiri.Tamparannya begitu terasa sakit dan perih, berarti dia tidak sedang bermimpi seperti kemarin-kemarin dirinya selalu bermimpi tentang Rania.Mungkin efek rindu dan lelah.
"Tak rindu ksh kau pada ku?,tak ingin ksh kau memeluk ku?,apa menurut mu aku ini adalah hantu?".Sengaja Rania melontarkan beberapa pertanyaan untuk menyadarkan diri Renata yang dia mematung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Hi guys nantikan kelanjutan ceritanya dengan terus membaca karya ini dan berikan like, Komen,vote dan hadiah sebagai penyemangat.... Terimakasih***