My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 116



Renata,kembali melanjutkan aktivitasnya seperti sedia kala terlepas dari pikirannya yang kacau dan tidurnya tak teratur akibat terus memikirkan keberadaan rania,apalagi nomer ponselnya tidak aktif.


Semalam dia mencoba menghubungi ponsel Rania lagi tapi hanya suara operator yang menjawab panggilannya,tak hanya nomer ponsel Rania nomer ponsel orang


yang mengirimi dia foto Rania pun sama,gak aktif.


Berbagai pikiran negatif begitu datang silih berganti,menganggu ketenangan jiwa dan raganya.Pernah dia juga memiliki pemikiran akan adanya faktor kesengajaan dari Rania dan orang yang m ngirim dia foto Rania.


"Apa mungkin mereka bersekongkol?".Pertanyaan itu pernah dia lontarkan saat dengan bersamaan nomer ponsel Rania dan nomer orang tak di kenal tiba-tiba tak aktif.


Akal logika Renata ternyata menolak mentah-mentah pemikirannya sendiri, bilang tak mungkin Rania bisa Setega itu mempermainkan kakaknya sendiri.


Tid..Tid..Tid


Suara klakson motor membuyarkan lamunan Renata tentang keberadaan Rania yang sampai sekarang masih belum di temukan.Renata,menoleh pada suara klakson motor yang sengaja di bunyikan dengan keras dan cukup lama.


"Heh,kamu siapa?".Gertak Renata,sembari menghampiri pengemudi motor dengan menggunakan helm full face dan juga motor Honda CB150R.


Orang yang di maksud masih berada di atas motornya,tak terganggu apalagi merasa takut.Dia seakan menantang diri renata yang dengan membawa api kemarahan menghampiri dirinya.


"Belagu bener,baru punya motor rongsok kayak gini juga".Hina Renata,sembari menendang dasbor.


Orang itu masih tak bergeming,masih berdiam diri sambil menyilangkan tangannya di depan dada.


Renata,tersulut emosi.Orang yang dengan sengaja membunyikan klakson kearahnya dan berdiam diri diatas motornya,tak merasa takut dan gentar.Justru dia seakan menantang dirinya.


"Buka".Gertak Renata,sembari memukul-mukul helm full face yang di kenakan.


Orang itu,tak menuruti perintah renata.Dia masih duduk diatas motornya,di balik helm full face itu dia tersenyum puas penuh dengan kemenangan.Susah payah dia mengikuti Renata dari rumah sewa nya hingga dia sampai disini,di jalanan yang tak terlalu sempit dan menyiksa dirinya.


Perjuangan nya tentu harus bisa membuahkan hasil, setelah dia harus berkutat dengan jalan gang yang sempit tapi banyak orang yang berlalu-lalang apalagi anak kecil,main nyelonong begitu saja tak tau aturan.


Laki-laki itu, mencondongkan tubuhnya kearah Renata agar lebih dekat dengan wanita nya.Tapi,sebuah tangan yang berusaha memaksa agar helmet nya terlepas sempurna dari kepalanya yang selama ini mampu melindungi kepalanya dari benturan benda-benda tajam atau bahkan pada kecelakaan motor.


Laki-laki itu tak siap dengan reaksi tangan Renata yang begitu kuat dan kasarnya sehingga dia terjatuh dari motor nya beserta dengan motor sport nya yang besar.


Yah, laki-laki itu jatuh dengan motor yang menimpa badannya.Sedang,Renata dia berhasil menyelamatkan diri.Dirinya dengan sigap menghindar sebelum dia ikut tertimpa motor super gede, bahkan badannya saja kalah besar.


"Astaghfirullah".Renata terkejut bukan main,dia tidak pernah menyangka tarikan tangan di helm pria itu malah berakibat fatal.


Berusaha membantu pun,tak mampu.Renata,berusaha meminta pertolongan pada warga sekitar.Sudah seperti maling teriak maling saja dia.Dia yang menjatuhkan,dia pula yang meminta menyalahkan.


"Tolong..Tolong..Ada orang kecelakaan".Teriak renata,panik.


Pria itu menepuk jidatnya.Rasa perih dan sakit di sekujur tubuhnya seakan sirna dengan kepolosan renata.


"Bukannya di tolongin,malah berteriak kayak ibu-ibu menawar barang.Renata...Renata, mahkluk langka terancam punah".