
Di saat Renata tengah menantikan kabar dari adiknya,Rania Kusuma untuk dia mintai keterangan mengenai foto tak senonoh yang di kirimkan oleh orang tak di kenal dan Rania memilih pergi demi menenangkan diri.Di saat itu pula Deon, tersenyum penuh kemenangan sembari menanti kabar dari wanita nya.
Yah,tadi dia baru membalas panggilan dari wanita nya dengan memberikan sedikit gertakan saja agar sang wanita tersadar dengan kelakuannya sendiri.
Sengaja memang dia lakukan,agar rencananya berjalan sesuai dengan ekspektasi nya.
"Itu akibatnya kau terlalu sombong dan mempermalukan ku dengan sikap pendiam mu,Renata Kusuma".Kata Deon,sembari menatap wallpaper ponselnya berisi foto Renata.
Menjadi karyawan rendahan tak kunjung mendapatkan hati wanitanya,malah penghinaan dan di perlakukan tak wajar,mau tak mau Deon harus menunjukkan jati dirinya pada sang wanita.Muncul di kehidupan nya,bila perlu dia hancurkan orang-orang kesayangan satu persatu.
Dia memang sudah menghancurkannya,di mulai dari Budi Kusuma Atmaja,sekarang Rania.Target berikut yang dia pilih untuk memberikan sedikit pembelajaran untuk wanita yang sudah berani mempermalukan nya.
Renata,masih betah memandang kearah luar,menanti kepulangan Rania sesekali dia melirik ponselnya.Beberapa kali dia terus mengubungi adiknya tanpa lelah dan hanya suara operator yang menjawab panggilannya,semakin menambah rasa gelisah renata.
Dia masih betah berdiri mematung,tak beranjak dari sana barang sejengkal pun,takut melewatkan sesuatu, barangkali sang adik pulang dengan tak kekurangan satu hal pun.
Renata,melirik ponselnya untuk kesekian kalinya tak pernah bosan apalagi males hanya untuk mendapatkan sebuah kabar yang belum tentu kebenarannya seperti foto Rania yang di kirim oleh orang tak dikenal nya.
Dia,mengklik tombol hidup pada ponselnya,tapi begitu dia melihat jam di wallpaper ponselnya.Dia terkejut bukan main karena waktu menunjukkan pukul setengah 8.
"What?".Pekik Renata, terkejut."Setengah 8?, bisa-bisanya aku abai dengan pekerjaan ku sendiri".Renata,berlari masuk ke dalam,mengambil tas selempang kusutnya.
Kegelisahannya atas kabar Rania yang tak kunjung ada sirna begitu saja saat dirinya tersadar dari rutinitas yang harus dia lakukan.
Renata, buru-buru sekali dia mengambil tas nya,mengunci rumah sewanya dengan tergesa-gesa, berlari pun dia lakukan dengan cepat.Mengunakan transportasi umum sangat tidak mungkin baginya yang harus berhemat di tanggal tua yang sering di Landa Krismon (Krisis moneter).Alhasil,Renata mau tak mau harus berlari secepat mungkin,mengejar waktu yang terus bergerak tanpa kenal lelah.
Renata,tak menghiraukan hambatan dan juga rintangan selama di perjalanannya, tujuan nya satu yaitu harus cepat sampai di tempat kerjanya, berharap dia tidak terlambat.
Renata, melambaikan tangan nya ke udara sebagai respon atas sapaan ibu warteg yang tak asing baginya,dia tak punya banyak waktu berbasa-basi atau bahkan bergosip seperti sering dia lakukan.
Berlari sekencang mungkin bak kereta ekspres, seperti pelari profesional tanpa kenal lelah.
Tak peduli pada bajunya yang sedikit berantakan dan juga peluh keringat membasahi badannya, baginya itu bisa di urus nanti, setibanya dia di resto.
Sekitar 25 menit,hanya selisih 5 menit dari waktu normal Renata akhirnya sampai juga di resto tempat nya bekerja.
Renata,mengatur napasnya yang terengah-engah karena berlari secepat mungkin dalam jarak yang tak dekat.
"Huh.."Renata mengatur napasnya sebelum dia masuk ke dalam,berharap dia tidak terlambat walau memang waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi.
Klek.
Begitu handle pintu dia buka,dia di buat terkejut karena semua rekan kerjanya menatap dirinya yang baru masuk di saat semua sudah berkumpul di ruang tengah resto.
"Apa yang sudah terjadi?".Tanya Renata,sembari berjalan kearah Alek yang dekat dari dirinya.
"Puk..Puk..Puk".
Belum sempat Alek menjawab pertanyaan Renata,suara tepukan tangan dari arah depan begitu terdengar dengan jelas di serai dengan suara ketukan sepatu yang terdengar anggun.
......
Hi guys, jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara Liki,komen,vote dan berikan hadiah setelah membaca yah.. Terimakasih..