
Tidur sejenak dalam mobil, mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang terkuras habis aku akibat pikiran nya di gunakan untuk berpikir.Memikirkan cara untuk menaklukkan pramusaji pendiam belum lagi tubuhnya yang habis di hajar oleh dua predator milik pramusaji pendiam nya.
"Kerja yah kerja, jangan banyak ngedumel".Kata Deon, tanpa membuka matanya.Asyik memposisikan diri tidur senyaman mungkin.
Ingin rasanya Bram,timpuk saja kepala Deon.Seandainya bisa,nyatanya dia tidak bisa.Hanya bisa pasrah menerima suratan takdir nya dengan tetap menjadi bawahan seorang Deon Wilson yang terkenal selalu memerintah tanpa melihat situasi.
Seperti sekarang ini, walaupun berada di dalam mobil dengan segala fasilitas yang terbatas dan dirinya yang harus ekstra cepat, dalam menjalankan perintah tuannya sedang tuanya tengah asyik tertidur pulas.
Setengah jam waktu yang di perlukan oleh Bram untuk menyelesaikan Perintah Deon.Toh,itu bukan hal yang sulit bagi dia hanya mengirimi undangan jamuan makan malam kepada pimpinan yang di beri amanah dalam mengelola baik perusahaan maupun resto milik Deon Wilson.
Jamuan malam,itu sebenarnya itu hanya alibi,siasat Deon dalam menangkap oknum-oknum bawahan yang berbuat sewenang-wenang terhadap karyawan tanpa sepengetahuannya.
Walau sebenarnya dia tau,tapi akan lebih baik bila rapat berkedok jamuan malam itu di hadiri oleh terduga agar tak ada alasan bagi mereka untuk membantah tuduhan-tuduhan yang ada.
Selesai mengerjakan tugas dari Deon,Bram dengan santainya melakukan mobil sportnya tanpa menunggu perintah dari Deon.Toh,si tuan kuasa dengan segala kekuasaan nya tengah tertidur dengan pulas nya tak terganggu oleh suara deru mesin yang begitu nyaring terdengar akibat si pengemudinya melaju dengan kecepatan tinggi,belum lagi kendaran-kendaraan yang melintas.
"Tuh si bos habis makan tumis kangkung berapa piring sih?,nyampe tidur aja kayak kebo".Gerutu Bram,menoleh pada kaca spion.
Deon,memang membutuhkan istirahat panjang sebab malam-malam panjang dan sunyinya dia habiskan untuk menerima laporan,terkadang dia harus bolak-balik keluar kota untuk meninjau proyek pembangunan.Beruntung dia punya helikopter pribadi, sehingga memudahkan nya dalam berpergian.
Deon,yang sudah terbangun 5 menit yang lalu.Bergidik geli,dia juga sama sedang membayangkan bila memang benar Bram adalah seorang perempuan.
"Kalaupun iya,kamu perempuan.Udah aku tolak sebelum kau menyatakan cinta padaku".Celetuk Deon.
Bram,yang tengah melamun.Tak fokus berkendara,terlonjak kaget begitu suara bariton berat nan lantang mengagetkan nya.Dia lihat ke belakang melalui kaca spion berbarengan dengan Deon yang menatap tajam melalui pantulan cermin.
"Bos". Katanya,terlonjak kaget.
Deon, mencondongkan badannya agar lebih dekat dengan Bram."Jangan harap kau bisa mendapatkan cinta ku karena kau bukan tipe ku".Bisik Deon di telinga Bram.
Bisikan itu seakan menusuk-nusuk permukaan kulitnya yang sensitif, begitu geli terdengar di telinga Bram.
"Yah kan berandai-andai msh boleh kali".Sahut Bram,tak peduli dengan pelototan tajam Deon,dia malah semakin sengaja menggoda Deon.
"Sialan loe,sengaja menggoda gue".Umpat Deon,kembali duduk di sandaran kursi.